Hangatnya Purwaceng Yang Bikin…

Selain carica, Dieng juga khas dengan minuman hangat yang bahannya berasal dari Pimpinella pruatjan. Orang Indonesia biasa menyebutnya purwaceng. Purwaceng memang dikenal sebagai obat kuat alami para pria. Tapi apa benar mampu membuat kuat ? Dan apa efeknya kalau diminum wanita ? Saya jadi iseng mencoba minuman purwaceng pas jalan-jalan ke Dieng Wonosobo. Warung-warung di sekitar Candi Arjuna menyediakan purwaceng dalam bentuk serbuk dan berbagai kudapan kentang goreng yang sumbernya asli dari bukit Dieng.

Saat jalan-jalan ke Wonosobo memang belum masuk musim penghujan. Akan tetapi hawa dingin sudah mulai terasa meskipun masih sore hari. Langitnya masih cerah, tapi angin sudah mulai berhembus kencang. Jika petang belum datang dinginnya sudah membuat saya mengenakan jaket. Apa rasanya saat malam hari? Pasti bikin brrr. Solusinya perlu cari yang anget-anget dan memang purwaceng jawabannya. Ada beberapa varian purwaceng serbuk yang disediakan. Rasa susu, kopi, coklat, gula palem, jahe, ginseng, dan tentu saja yang original. Ah jadi bingung mau yang mana. Akhirnya saya pesan dua gelas yaitu purwaceng susu dan rasa original. Kemasan purwaceng serbuk sangat sederhana. Dibungkus dalam plastik-plastik bening kecil beratnya sekitar 50 gram. Lalu dibungkus kembali dengan kardus seukuran tes celup instant. Warna dan gambar pada kardus yang membedakan varian purwaceng di dalamnya.

Akhiran ceng, memang menjadi turunan dari kata ngaceng. Purwaceng di Indonesia akrab disebut viagra jawa ini sebenarnya ditemukan pertama kali di Pegunungan Alpen, Swiss. Dieng menjadi salah satu lokasi tempat tumbuh purwaceng yang beradaptasi di ketinggian 2000 hingga 3000 meter di atas permukaan laut. Jadi bisa disimpulkan udara dingin membuat subur pertumbuhan tanaman yang daunnya kecil mirip daun mint. Di negara kita, purwaceng juga berkembang di Tengger, Jawa Timur yang namanya lebih populer dengan sebutan gebangan depok, sedangkan di pegunungan Lyang disebut suripandak abang. Abang atau merah dalam bahasa jawa karena bagian akarnya berwarna merah.

Aroma wedang purwaceng memang khas, apalagi yang original. Mirip dengan jamu, wedang ini coklat kehitaman, pekat, dan serpihannya terapung. Serbuk purwaceng tidak mungkin larut sempurna saat diseduh air panas dan sebagian mengendap di dasar cangkir. Rasanya pahit, tapi sangat membantu menghangatkan badan. Baiknya diminum tanpa ditambahkan gula, agar rasa aslinya tidak hilang. Aromanya begitu semerbak, meski tidak terlalu tajam. Saya juga mencicipi purwaceng susu. Varian yang ini lebih lembut dan rasa susunya menutupi bau asli purwaceng. Bintik-bintik hitam tetap terlihat dalam cairan putihnya. Sekilas ada rasa pedas seperti mint. Dan ini sebenarnya berasal dari batang dan akarnya yang juga dihancurkan. Lumayan sekali minum purwaceng, membuat saya tidak terlalu kedinginan. Apalagi disambi nyemil kentang goreng yang potongannya besar-besar.

Purwaceng meninggalkan ampas cukup banyak. Tapi tentu saja saya nggak bisa menyeduhnya lagi karena rasa dan khasiatnya akan jauh berbeda dengan seduhan pertama.

Nggak Langsung Bikin Greng Tapi…

Aduh, saya memang agak sulit menjelaskan apakah purwaceng bisa bikin ngaceng. Yah bagian mana yang ngaceng haha. Yang jelas, purwaceng jadi minuman yang pas dinikmati saat berkunjung ke Dieng yang dingin. Entah jika diminum laki-laki, mungkin khasiatnya langsung terasa. Konon purwaceng sudah digunakan sejak jawa kuno pada zaman raja-raja.

Purwaceng serbuk ini juga memiliki manfaat lain seperti menghilangkan masuk angin dan menurunkan panas. Tapi saya kurang begitu tahu apakah hanya diseduh lalu diminum atau dikonsumsi dengan cara tertentu. Sayangnya, wanita hamil tidak diperbolehkan minum purwaceng.

Tak hanya dalam bentuk kotak. kemasan purwaceng juga dalam bentuk botol kaca bening. Praktis dan bisa dijadikan oleh-oleh. Eh, reaksi purwaceng memang tidak langsung greng pada saya yang wanita ini. tapi sepertinya membantu banget jadi obat kuat untuk naik gunung Prau keesokan harinya.

Incoming search terms:

  • cara menyeduh purwaceng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *