Pentingnya Uang Receh

Pernah pergi ke warung mau beli bumbu dapur/jajanan/sabun. Lalu bayar pakai uang receh ratusan rupiah terus ditolak ? Pasti pernah. Entahlah, kenapa di Indonesia uang receh resmi yang dikeluarkan sama Bank Indonesia malah nggak laku. Padahal menurut undang-undang

Yang paling parah , ketika jajan di pinggir jalan, kemudian ada pengemis atau pengamen lewat minta duit. Ketika dikasih uang receh, malah dilempar sambil ngomel-ngomel nggak jelas, “Uang kaya gini mana laku?”

Udah minta, dikasih, tapi nggak terima. Pasti sebel kan ya?!

Tapi di Penang, uang receh jadi sangat berharga buat saya dan turis lain yang berkunjung ke salah satu kota yang menjadi bagian UNESCO World Cultural Heritage Site. Sebelumnya saya punya sisa uang recehan ringgit lumayan banyak. Tapi karena ibu saya Januari  lalu pergi ke Kuala Lumpur. Jadi menghibahkan ringgit ke beliau biar lebih lancar kalau mau belanja makanan atau barang. Alhasil, malah saya kesulitan untuk menukarkan uang receh, karena di money changer nggak bisa tuker uang koin.

Betapa pentingnya punya uang receh ke negara yang kita sambangi, dimulai dari naik transportasi umum.

Tiba jam 3 sore waktu Penang, saya dan suami sudah berencana naik bis umum Rapid Penang dengan rute Penang International Airport ke George Town. Saya nggak perlu sok gaya naik taksi kalau nggak kepepet, karena tarif bis umum tarifnya jauh lebih murah. Ditambah lagi naik bis umum jadi bisa merasakan kebiasaan orang lokal. Halte nya juga mudah ditemukan dan bisa sightseeing wilayah Penang lebih lama, karena bis sering berhenti untuk menurunkan dan mengangkut penumpang.

Siapkan Uang Receh, Pas, Karena Tidak Ada Kembalian

Lebih baik punya uang receh hingga sen yang terkecil ketika berkunjung ke Penang. Sebanyak mungkin yang bisa didapat. Minimal sepertiga dari uang saku. Saat sudah dapat bis yang tepat, kita akan langsung naik dari pintu bagian depan. Jangan harap bisa langsung duduk. Karena naik bis, langsung bayar dan harus pakai uang pas.

Bis di Penang, tidak punya kondektur yang akan keliling mengambil ongkos ke penumpang-penumpang. Tapi, tiap penumpang menginformasikan ke sopir ke mana dia akan pergi. Lalu membayar sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan dan uangnya dimasukkan ke dalam kotak uang yang diletakkan di sebelah kiri sopir.

Himbuan untuk bayar dengan uang pas itu, juga ditayangkan di televisi yang ada di dalam bis. Pengalaman saya, saat dari Penang Airport menuju George Town seharusnya satu orang penumpang membayar 2,7 M. 2 ringgit 7 sen dikali 2 jadi 5 ringgit 4 sen. Tapi karena tidak punya uang kecil yang pas. Jadinya malah bayar lebih yaitu 6 ringgit.

Mungkin buat sebagian orang selisih 6 sen itu kecil. 1 ringgit itu saat saya ke Penang kursnya Rp 3.575. Jika dihitung 6 sen sekitar Rp 2.145. Lumayan juga kan.

Beli Makanan dan Jajan

Keuntungan lain ketika menyiapkan uang recehan di Penang saat jajan dan beli makanan. Sebagian besar harga makanan berat memang menggunakan hitungan ringgit dan pembulatan. Misal beli semangkuk mie harganya 4 ringgit untuk ukuran kecil, RM 5 porsi media, dan yang porsi besar harganya RM6.

Tapi ada juga beberapa makanan yang dijual dengan harga RM 9,90 atau 9 ringgit 90 sen. Ketika uangnya nangung saya bayar pakai RM 10 dan diberi kembalian uang 10 sen =Rp 357.

Jangan sampai tidak disimpan karena kembalian 10 sen pun akan sangat berarti untuk digunakan di Penang.

Ketika jajan street food pinggir jalan atau beli air mineral di mini market. Uang receh ini sangat dibutuhkan. Karena harga jajanan sangat bervariasi, misal air mineral satu setengah liter harganya Rm 2,85. Bayar minum di kedai saat makan sekitar RM 1,2 sampai RM 2,2. Begitupun saat jajan es, mereka menyertakan uang sen dalam label harga. Sehingga uang receh sangat dibutuhkan dalam transaksi di Penang.

Jadi, ketika kalau mau jalan-jalan ke Penang atau kota lainnya di Malaysia. Siapkan uang receh yang cukup ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *