Jajanan di April 30 Park dan Pedagang Kemayu

Di tulisan sebelumnya, saya sempat cerita tentang menariknya taman kota yang ada di Ho Chi Minh City. Selain areanya luas-luas, kondisinya juga bersih dan tertata rapi. Apalagi ketika saya mampir untuk istirahat di April 30 Park atau biasa disebut 30/4 Park. Perut dan mulut saya dimanjakan makanan kecil yang beragam. hebatnya lagi para pedagang keliling cukup tau bagaimana menjaga lingkungan tetap bersih, meski mereka berjualan di tempat umum.

Karena kebanyakan beli jajanan, finally saya tidak makan siang saking sudah kekenyangan. Berikut ini street food di April 30 Park yang saya coba beserta keunikan cara jualan serta cara menyiapkannya :

vietnam street food

kuliner vietnam mangga

mango shake vietnam

Mango Shake

Negara Vietnam, Thailand, dan Kamboja merupakan surga buah. Uniknya buah tidak hanya dimakan begitu saja, tetapi sudah lekat jadi cemilan dan diolah sedemikian rupa sehingga lebih kaya rasa. Manisan ? Oh bukan, meski pun cita rasanya lebih beragam, buah-buahan yang ada di Ho Chi Minh City ini masih segar dan tidak dimasak berhari-hari dan memberi gula berlebihan. Ingat sebuah iklan, kalau setiap buah itu sudah punya rasa manis.

Saya sepertinya lebih cocok makan buah dalam bentuk asli yang segar, alami, dan perubahan rasa tidak terlalu berbeda. Apalagi memberikan tambahan gula berlebihan. Di April 30 Park ini, saya menemukan kreasi lain cemilan buah mangga. Mango Shake, sekilas dari namanya, yang terbayang adalah minuman jus buah manga yang segar. Diblender dengan susu atau yoghurt dan ditambahkan es. Hmmm dibayangkan saja tentu sudah menggugah selera, apalagi menikmati mango shake di Ho Chi Minh City yang cuacanya panas.

Tapi bayangan tadi salah. Yang benar ialah potongan buah mangga bentuk dadu, dicampur dengan beberapa bumbu termasuk sedikit garam. Lalu dikocok sampai membaluri semua bagian mangga. Dituang ke dalam gelas plastik ukuran besar dan harganya 20.000 VND.

Penjual mango shake yang saya temui semuanya perempuan. Mereka berkeliling di satu bagian April 30 Park yang letaknya dekat dengan Notre-Dame Cathedral Basilica. Mereka berpencar dan mendatangi pengunjung yang sedang asyik bersantai di sana. Tampilan penjualnya pun sederhana, sama dengan pedagang kaki lima di Indonesia. Dengan membawa keranjang yang isinya buah mangga dalam gelas plastik. Sebagian lagi buah kedondong yang diris-iris.

Mereka tidak punya lapak dan harus membumbui mangga ketika ada pembeli yang menginginkannya. On the spot, mereka akan duduk atau jongkok, dan memberi bumbu pada mangga yang kita beli. Setiap meletakkan barang, terlebih makanan, warga lokal ini akan melapisinya dengan lembaran koran bekas. Meski sebenarnya, jalanan sudah bersih. Berbeda sekali ketika melihat orang-orang di ibukota yang ngopi di pinggir jalan.

crepes

crepes ho chi minh city

Banh Xeo

Jajanan kedua yaitu banh xeo, sejenis crepes dengan isi daun bawang dan daging cincang. Penjualnya juga seorang wanita. Ia datang dengan sepeda yang membawa bakul serta beberapa peralatan. Kemudian mencari spot di sudut jalan, membongkar muatan dan menata barang dagangannya. Tidak butuh banyak tempat, sebelum diletakkan, trotoar dialasi kertas koran. Di sampingnya ada keranjang berisi berbagai bahan yang digunakan untuk membuat banh xeo. Ada ebi goreng, daging cincang, telur puyuh mentah, bawang goreng, dan irisan daun bawang yang diletakkan dalam wadah-wadah kecil. Tak ketinggalan rice paper khas Vietnam.

Cara memasaknya pun terlihat mudah. Satu lembar rice paper diambil kemudian berbagai bahan dengan ukuran satu sendok teh diletakkan di bagian atasnya. Lalu rice paper dipanggang di atas bara api, tak lama kemudian satu telur puyuh dipecahkan dan dicampur rata menjadi olesan sekaligus pelekat semua bahan agar menjadi satu. Sedikit margarin juga ditambahkan untuk membuat rasa crepes menjadi lebih gurih. Sambil dibolak-balik, tak lebih dari lima menit banh xeo sudah bisa dihidangkan.

Bungkusannya sama seperti yang digunakan pedagang kaki lima di Indonesia, kertas koran bekas yang dipotong-potong. Harganya hanya 20.000 VND atau sekitar Rp 8.000 saja.

Baca Juga : 5 ALASAN LIBURAN LAGI KE VIETNAM 

kuliner ho chi minh city

Coconut Jelly

Berpapasan dengan pedagang kaki lima yang unik sekaligus lucu. Penjual coconut jelly ini tidak hanya menghibur tapi memaksa kami membeli makanan yang ia jajakan. Dengan gayanya yang kemayu dan menggoda. Ia terus mendekati saya yang asyik duduk di bangku taman April 30 Park, sambil menikmati jajanan banh xeo.

Puding kelapa ini rasanya enak dan tidak terlalu manis. Kenyalnya pas dan terdapat lapisan putih di bagian tengah di antara dua bagian yang berwarna hijau. Saya rasa warna putih itu santan kental dari buah kelapa. Harga satu potong VND 20.000, memang tidak murah untuk ukuran jelly kecil yang harganya Rp 8.000,000 jika dihitung dalam rupiah.

Harga ketiga cemilan tadi sebenarnya bervariasi tergantung di mana dan siapa pembelinya. Berhubung saya wisatawan, sudah sewajarnya harga yang diberikan agak mahal.

Incoming search terms:

  • pedangang kaki lima penjual daging Vietnam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *