Mencari Holy Guacamole Penang, Malah Bertemu Nachos dan Burritos Enak

Cuaca yang cerah, matahari yang hangat, langit biru mempercantik mural tengkorak-tengkorak yang digambar tepat di tembok samping sebuah bangunan. Foto ini saya ambil ketika pagi hari secara tidak sengaja melewati gang utama Love Lane. Tepat di sebuah parkiran yang luas, Fiesta  Everyday mencuri perhatian mata.

Rupanya mural tak hanya membicarakan sejarah. Di Penang, mural jadi pilihan untuk menciptakan identitas  suatu tempat. Tengkorak dikemas dengan warna-warna yang berlawanan dengan kata menyeramkan. Meriah. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Holy Guacamole. Tak hanya makanan, tapi membawa saya benar-benar sedang makan di kedai-kedai di Mexico.

tempat nongkrong di penang
Mengadopsi film Coco, dinding Holy Guacamole dihiasi tengkorak warna-warni.

Mengadopsi ciri khas film Coco (film kartun Disney), mereka mengambil plot peringatan Dia de Muertos. Ini hari penting di Mexico untuk memperingati orang-orang yang telah meninggal. Dan interior tempat makan yang sempit ini tak kalah ramai. Karena semua tembok benar-benar dilukis dengan tengkorak warna-warni. Di antara tengkorak-tengkorak yang digambar dengan arstistik,  tempat ini menawarkan kenyamanan untuk nongkrong setelah seharian berkeliling George Town.

holy guacamole penang Menggunakan bangunan lama untuk membuka restoran menu Mexico. Holy Guacamole memanfaatkan jalanan sebagai bagian dari ruang makan mereka. Di dalam, mungkin hanya cukup menampung sekitar 20-an pengunjung dan kami harus duduk dalam jarak dekat.

Sayangnya, malam itu hujan lumayan lebat. Sehingga tak banyak pengunjung yang terakomodasi untuk bisa makan malam di Holy Guacamole. Kami yang datang cukup awal, beruntung masih bisa memilih tempat duduk nyaman di bagian tengah. Di sisi kanan dan kiri, wisatawan dari luar Malaysia sedang makan malam bersama anak-anak mereka. Bayangkan, jika anak Anda penggemar Coco, betapa senangnya bisa mendapatkan pengalaman makan di tempat seperti ini.

Tapi jangan tanya di mana Miguel, si tokoh utama yang ada di film Coco. Rupanya tidak digambarkan secara jelas di dinding. Apalagi sosok nenek Imelda, neneknya Miguel yang punya aturan kalau cucunya tidak boleh bermain musik. Di Holy Guacamole, kita tidak akan menemukannya. Meskipun secara samar muka Imelda dalam bentuk tengkorak menghiasi dinding luar tempat makan dengan menu-menu Mexico ini. Di tambah lagi beberapa atribut khas Mexico yang bisa dikenakan pengunjung untuk berfoto. Ini menjadi pengalaman seru-seruan untuk menarik perhatian wisatawan mampir ke sini.

Jadi ketika di Penang bingung mau nongkrong di mana. Saya merekomendasikan pergi ke Holy Gucamole Penang karena 3 hal penting ini :

Tempat

Selain ambiance Mexico yang lumayan kental. Enaknya menghabiskan malam hari di restoran kecil ini karena lokasinya yang strategis berada di jalan Love Lane. Sebagai kawasan backpacker, Holy Guacamole dijadikan salah satu pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu saat makan malam bersama teman traveling atau keluarga yang kita ajak.

Memang tempatnya sempit, jadi perlu buru-buru pesan tempat atau datang sore hari. Biar dapat kursi di dalam restoran. Dengan alasan kecilnya tempat makan ini, Holy Guacamole juga menggunakan jalanan sebagai tempat makan malam untuk tamu dengan memasang beberapa kursi meja kecil. Kalau saya sih, lebih suka di dalam karena sambil menikmati wall art warna-warni di semua tembok.

Makanan

Sebelum membahas makanan, saya mengawalinya dengan harga. Makan di Holy Guacamole jangan takut harga mahal. Meski membawa masakan internasional, harganya cukup bersahabat karena rata-rata sekitar Rp 50.000 sampai Rp 80.000 per porsi. Dari segi ukuran pun lumayan besar dan bikin kenyang. Kalau minuman harganya juga cukup standar, meski ukurannya cenderung gelas tanggung yang bikin pengen nambah minum.

Rata-rata untuk dua orang makan dengan porsi normal menghabiskan 200-an ribu rupiah. Dan tak perlu khawatir kena tambahan pajak. Karena kita tidak perlu bayar.

Karena sudah familiar dengan nachos, Rudy pun memesan nachos problemo karena asumsi kami ukuraannya besar. Sama seperti ketika makan di Pieda Niegra. Jadi bisa untuk dua orang. Sedangkan saya mencoba buritos isi ayam.

wisata kuliner penang Sambil menunggu, saya bisa melihat-lihat interior bagian dalam yang sambil duduk pun kami bisa melihat sekelilingnya karena luasnya cukup terbatas. Saat penuh, dalam ruangan itu hanya muat sekitar 25 orang dan duduknya pun sanagt berdekatan. Sehingga terasa penuh. Kebetulan ketika kami ke sana, tiba-tiba hujan deras, jadi orang-orang tidak bisa makan di luar dan terpaksa memilih tempat lain untuk makan malam.

Sekitar 15an menit pesanan saya pun datang. Wihhh…. saya semangat sekali mencicipi makanan Mexico ini, karena ketika di Jakarta jarang menyempatkan waktu untuk makan makanan tertentu.

Ketika datang, ada satu piring berukuran besar berisi nachos, keripik jagung yang ditaburi dua jenis keju, jalapeno, frijoles (semacam kedelai hitam yang biasa digunakan pada masakan Mexico). Lalu tiga mangkuk kecil berisi bumbu khas sebagai teman makan nachos. Tinggal dicocol dan siap santap. Jika dibandingkan dengan Piedra Niegra, nachosnya memang berukuran sedikit lebih kecil dan ayamnya berupa suwir ditaburkan di atas keripik nachos dengan bumbu keju. Sedangkan di Piedra Niegra Singapura, nachosnya menggunakan bumbu yang agak kental ditaburkan di atasnya. Sehingga jika tidak dimakan dengan bumbu lainnya pun, sudah memiliki rasa tersendiri.

Dan untuk ukuran buritosnya…wow.. lumayan untuk berdua karena ukurannya buat saya cukup besar. Buritos ayam dan disajikan dengan dibelah dua. Saya dan Rudy pun bisa saling mencicipi pesanan kami satu sama lain.

makanan Mexico
Nachos Problemo dan buritos.
Burritos berukuran besar yang bisa dimakan dua orang.

Menu makanan lain yang bisa dicoba yakni varian taco dan ensalada, salad Spanyol, yang menunya berupa caprese, Mexican Fiesta, Greek, dan Mex-bim-rap. Jika suka makan sup, bisa mencoba gazpacho yang dibuat dari sayuran segar mentimun, tomat, bawang, dan paprika. Masakan khas Mexico lainnya yang layak dicoba yaitu tinga de pollo seperti crepes atau roti kering yang isiannya berupa ayam suwir yang ditaburi bumbu tomat, cabai chipotle, dan irisan bawang.

Untuk menu minuman mulai dari Tiger, Corona, Sommersby, Carlsberg, Asahi. Berbagai cocktails dari long island tea, tequila sunrise, cuba libre, caipiroska, sampai mai tai. Berbagai racikan minuman beralkohol seperti margaritas, holy bulldog, mojitos, daiquiris yang diracik dnegan berbagai buah. Tapi jika ingin yang aman-aman saja, pilih minuman sederhana seperti teh, kopi, atau minuman khas Malaysia yaitu Milo. Layanan

Dari 1-10, layanan saya beri nilai 7,5. Nilai tengah karena semuanya baik, meski tidak ada yang istimewa. Untuk sebuah restoran kecil, cara mereka memperlakukan tamu cukup baik. Durasi menunggu pesanan juga dalam waktu tunggu yang sangat wajar. Cuma, pramusaji-pramusaji di sana sepertinya tidak bisa melihat piring atau gelas yang isinya hampir habis. Saking kekenyangan dan menunggu makanan turun ke perut dulu. Sebenarnya saya masih ingin menghabiskan dua suap makanan yang tersisa. Sambil ngobrol lama dan menikmati suasana di Penang karena belum terlalu malam. Saking sigapnya pramusaji, salah satu yang lewat melihat saya fokus ngobrol daripada makan. Dan mereka menawarkan piring untuk diangkat dan dibereskan. Maksudnya sih baik ya, biar saya lebih leluasa bergerak dan nyaman, bukan bermaksud untuk mengusir, saking banyaknya tamu yang sebenarnya ingin mencoba makanan di sana.

Pasangan di sebelah saya pun melanjutkan obrolan dan kegiatan mereka dengan main kartu meskipun makanan dan minuman sudah habis.

wisata kuliner penang
Dinding restoran Holy Guacamole yang semarak.

Pramusaji Lelaki Yang Ganteng-Ganteng

Selain makanan, tempat yang menarik, ada satu lagi yang membuat Holy Guacamole terasa istimewa. Seluruh pramusaji yanh ada di sana laki-laki dan cakep-cakep. Ada terlihat seperti keturunan India, sebagian Melayu, dan satu orang yang wajahnya seperti orang Amerika Selatan. Paket komplit ketika berkunjung dan mencoba makanan Mexico yang ada di Holy Guacamole.

Alamat : 65, Love Lane, 10200, Georgetown, Penang.

Jam buka : 12 pm to 2 am. Buka setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *