Cara Mengurus Visa On Arrival Nepal

Ke Nepal ? Buat yang hobi mendaki gunung, Nepal menjadi salah satu destinasi impian. Minimal ke ABC katanya, Annapurna Base Camp yang ketinggiannya mencapai 4130 mdpl. Buat yang tidak hobi mendaki gunung, Nepal tetap menarik dikunjungi karena menawarkan banyak situs warisan dunia yang sudah diakui UNESCO.

Setelah pulang dari Nepal, sebagian teman-teman saya bertanya why Nepal ? Saya mengaku bukan anak gunung, penggila gunung, atau terlalu hobi mendaki gunung. Tapi Nepal menjadi salah satu destinasi yang masuk dalam wishlist dan akhirnya kesampaian mengunjunginya pada akhir September hingga awal Oktober 2018 ini.

Nepal jadi negara wisata yang mengasyikan tak hanya bagi pecinta gunung, tapi yang suka wisata budaya, hobi menjajal kuliner, dan berbelanja barang-barang seni nan unik. Nepal sangat menarik dengan keberagaman masyarakat dan cantiknya para wanita dengan keunikan masing-masing. Yap, Nepal didominasi suku Newar, Brahmin, hingga Tamang. Ketika pergi ke negara itu, kita akan menemukan wajah dengan khas yang berbeda mulai dari bermata sipit, hidung mancung ala India, sampai bermata kebiruan.

cara membuat visa nepal
Ambil sebuah form dan segera isi data sebelum mengajukan VOA Nepal.

Pergi ke Nepal dan mengurus surat izin masuknya mudah sekali. Berikut cara mengurus visa on arrival Nepal yang hanya dilakukan kurang dari satu jam saat di bandara internasional Tribuvan.

Hal yang perlu disiapkan saat di Indonesia untuk mengurus visa Nepal.

Siapkan uang USD sebelum berangkat. Jangan membawa rupiah, karena di Nepal tidak ada yang menerima rupiah untuk ditukar dengan Nepalese Rupee. Pembayaran visa Nepal juga tidak menggunakan mata uang lokal. Malah, bagian imigrasi menerima beberapa mata uang lain seperti :

  • Australia Dollar
  • Poundsterling
  • Euro
  • Swiss Franc
  • Canada Dollar
  • Singapore Dollar
  • Japanese Yen
  • Chinese Yen
  • HKD Dollar
  • Danish Kroner
  • Malaysian Ringgit
  • Gatari Riyal
  • Saudi Arab Riyal
  • UAE Dirham
  • Kuwait Dinar
  • South Korean Won
  • Thai Bhat
  • Bahrain Dinar

Setelah turun dari pesawat langsung masuk ke dalam bandara. Saat membandingkannya dengan bandara internasional Soekarno Hatta di Indonesia untuk ukuran airport internasional, jauh lebih bagus di negara kita. Penumpang pesawat akan melewati sebuah lorong yang tidak berapa lama masuk ke ruangan untuk pembuatan visa. Ambil form disembarkation card lalu segera isi secara manual kolom-kolom yang ada di dalamnya. Selalu bawa pulpen kemana pun pergi ya, termasuk saat jalan-jalan karena akan memudahkan untuk mengurus administrasi jika pengisiannya masih dengan tulisan tangan.

cara mengurus visa nepal
Form informasi kedatangan wisatawan di Nepal.
kedutaan nepal di Jakarta
Mengantri untuk pengajuan VOA Nepal lewat mesin.
cara membuat visa nepal
Mengisi beberapa data dibantu dengan petugas untuk pengajuan VOA Nepal.

Sambil mengisi bisa sambil antri di depan mesin yang mirip dengan mesin ATM. Beruntung yang waktu itu datang masih satu pesawat dan saya bergegas masuk ke bandara, untuk menghindari antri yang panjang. Mesin ATM ini berfungsi untuk mengajukan sejumlah data berapa lama kita berada di Nepal, tempat selama menginap di Nepal, serta untuk foto visa. Jika mengalami kesulitan dalam pengoperasian mesin, ada petugas yang membantu untuk memberitahu apa saja yang harus diisi. Hal paling penting yakni menentukan berapa lama tinggal di Nepal. Antara 15 hari, 30 hari, atau sampai 90 hari. Isi dengan teliti setiap kolom. Proses selanjutnya, yaitu mengambil selembar kertas yang sudah keluar dari mesin untuk dibawa ke loket pembayaran visa.

cara mengurus visa nepal mudah
VOA Nepal sudah ditangan tinggal mengantri untuk pembayaran.

Lembar visa on arrival sudah saya dapatkan. Lebih mirip dengan kertas antrian tetapi di sana tertulis data diri kita dan semacam barcode yang mungkin bersisi data diri lebih lengkap. Saya pun melanjutkan antri ke bagian pembayaran visa. Sembari mengantri, segera siapkan uang yang akan digunakan untuk membayar. Terdapat keterangan yang menjelaskan tarif visa kunjungan ke Nepal :

  • 1-15 hari = $25 per orang
  • 30 hari = $40 per orang
  • 90 hari = $100
  • Transit = $ 5

Siapkan uang untuk pembayaran secepat mungkin agar antrian tidak terlalu lama. Perlu diketahui, jika bagian imigrasi tidak menerima pembayaran dengan uang receh atau koin. Dan bisa melakukan pembayaran dengan pendebetan.

Saat proses pembayaran sering kali agak menunggu, karena beberapa turis kurang mempersiapkan uang mereka. Sebagian juga bertanya beberapa hal dan harus menunggu mereka mengambil uang terlebih dahulu dari dalam tas lalu menghitung. Dan setelah uang diterima petugas, mereka akan memberikan tanda bukti jika visa on arrival diterima sesuai dengan jumlah hari yang kita tentukan selama tinggal di Nepal.

Urusan memperolah visa on arrival Nepal sudah selesai dan waktunya cukup singkat. Tapi ada satu rangkaian lagi yang perlu diperhatikan sebelum benar-benar bisa masuk kawasan Nepal, yakni berurusan dengan bagian izin masuk negara alias mendapatkan cap imigrasi Nepal.

Selesai Mengurus Visa On Arrival Nepal, Lanjut Mengantri di Bagian Imigrasi

Perlu super sabar ketika masuk bagian imigrasi untuk mendapatkan stempel dan izin masuk. Prosesnya memakan waktu cukup lama yang membuat saya, Rudy, dan wisatawan lain harus mengantri lebih dari satu jam berdiri di depan loket petugas. Padahal satu loket waktu itu hanya perlu mengurus maksimal 7 orang.

Ceritanya setelah pembayaran visa saya mengantri lebih dulu di salah satu loket imigrasi. Loket-loket ini terbagi menjadi beberapa bagian yang dikhususkan untuk wisatawan sesuai dengan durasi tinggal selama di Nepal. Termasuk ada dua loket yang mengurus free visa untuk negara-negara tertentu. Saya pun berbaris di belakang dua warga Tiongkok yang masih remaja. Sedangkan Rudy masih melakukan pembayaran visa.

Barisan saya tak lebih dari sepuluh orang. Dan kebetulan wisatawan yang datang pada jam juga tidak terlalu banyak, sehingga tidak ada penumpukan kedatangan penumpang di bagian imigrasi. Tapi, setelah menunggu sepuluh menit, bahkan Rudy menyusul saya di barisan belakang. Posisi saya pun tak beranjak cukup signifikan. Bagian-bagian depan merupakan bule-bule yang tinggal dalam waktu cukup lama., yakni 30 hari. Bahkan ketika saya perhatikan untuk mengurus satu penumpang saja mendapatkan stampel di paspornya. Bisa memakan waktu lebih dari lima menit.

Coba perhatikan di bagian imigrasi ketika paspor kita diperiksa. Tinggal maju, cek paspor, cek visa, foto badan, scan paspor (jika ada), sedikit wawancara dengan petugas imigrasi dan selesai. Cap pun mendarat di lembaran paspor dan sudah bersiap masuk ke sebuah negara. Tak lebih dari lima menit bukan ?!

Banyak sekali kejadian yang cukup membuat kami para wisatawan dari luar wilayah Asia Selatan yang tercengang dengan lamanya proses ini, khusunya bagi yang datang pertama kali ke Nepal.

Ada beberapa dokumen atau kertas-kertas penting yang perlu dibawa saat pemeriksaan dan akan mempercepat mendapatkan izin masuk :

  • Paspor
  • Kertas visa on arrival
  • Tanda bukti pembayaran visa on arrival
  • Boarding pass pesawat dari bandara sebelumnya menuju Tribuvan International Airport

Beberapa bule bahkan sampai bolak balik kembali ke mesin ATM dan mengurus printilan dokumen yang berupa kerta-kertas kecil yang terjatuh atau hilang.

Setelah mendapatkan lembaran visa on arival dari mesin, kita pergi ke loket pembayaran visa. Kebanyakan setelah merasa sudah membayar visa, mereka mengabaikan kertas kecil tadi. Entah membuangnya atau terjatuh begitu saja. Padahal kertas ini penting sekali.

Dokumen berikutnya yang hilang, terselip, atau tidak disertakan yakni boarding pass pesawat yang kita tumpangi.

Setelah bule-bule yang sibuk tadi berhasil melengkapi surat-surat yang dibutuhkan, mereka akhirnya menyelesaikan proses pemeriksaan dan sudah diizinkan masuk Nepal. Kemudian lanjut ada tiga orang kakek nenek dari Cina yang surat-suratnya diperiksa sangat lama. Ada sekitar 20 menit.

Saya cukup bete dengan lamanya pemeriksaan ini, karena sepertinya kurang praktis dan memakan banyak waktu.

Untungnya ketika dua remaja dokumennya diperiksa tak perlu banyak waktu yang dibutuhkan. Sehingga saya cukup girang karena hampir tiba giliran saya dan Rudy. Tapi tahukah apa yang terjadi ?!

Seorang petugas keamanan maju mendahului kami  dan membawa satu paspor bersama seseorang yang entah kami tak tahu siapa dia. Nyelonong maju melebihi garis batas untuk antrian. Padahal itu sudah giliran saya. Dan pejabat imigrasi yang mengurusi itu pun, tidak melarang atau memperingatkan dia untuk antri.

Hal yang tidak menyenangkan. Ditambah lagi, petugas yang ada di loket tempat saya mengantri, tiba-tiba keluar dari ruangan kecilnya dan berjalan menuju sebuah kantor yang berada di pojok. Huh… tambah lama lagi nunggunya. Saya pikir ia perlu pergi ke toilet atau memang ada pergantian petugas.

Tapi, dari kejauhan Rudy melihat jika si bapak petugas tadi, sedang ngeteh dan mondar mandir di ruangan itu. Ya ampun… tepok jidat saya dengan sistem imigrasinya.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, bapak petugas tadi kembali dan menyelesaikan pemeriksaan pada orang yang nyelonong mengambil antrian. Barulah giliran saya dan Rudy yang sudah mempersiapkan dokumen yang sekiranya dibutuhkan dan prosesnya pun lebih cepat dari yang lain.

Dan… Selamat datang di Nepal.

wisata ke nepal

 

 

Incoming search terms:

  • loket menfurus visa on arrival soekarno hatta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *