Panduan Wisata & Liburan Ke Solo : Mulai Dari Itinerary Hingga Tempat Wisata Solo Menarik

Sebagai warga Solo, kurang lengkap kalau saya tidak memberikan panduan wisata dan liburan di Solo. Kota di mana saya lahir dan dibesarkan.

Di kota ini pula, saya mengenyam keseluruhan pendidikan formal sampai universitas.

Selain terkenal dengan batik, kini, Solo menjadi kota kecil yang patut diperhitungkan untuk Anda kunjungi. Siapa tahu suatu saat malah ingin tinggal di Solo karena ketenangannya.

 

Menurut pendapat saya, Solo itu nyaman dan sedang bertumbuh. Cari makan mudah & murah. Letaknya strategis karena berada di dua kota yang sering dikunjungi yakni Jogja dan Semarang.

 

Jangan bingung jika ingin backpackeran ke Solo dari Jakarta (nasihat untuk Anda yang dari kota besar). Uang saku yang Anda bawa bisa untuk membeli banyak hal, apalagi saat wisata kuliner di Solo.

Kota ini terkenal dengan makanan-makanan enak dengan harga terjangkau. Termasuk bisa menjelajah ke beberapa destinasi wisata Solo yang kental dengan budaya.

Berkunjung ke Solo dari Yogyakarta sangatlah mudah. Hanya perlu waktu 1,5 jam dengan mobil atau bisa mencoba naik kereta Prameks.

Sebetulnya, Yogyakarta dan Surakarta merupakan Mataram yang dipaksa terpisah oleh Belanda.

Penandatanganan Perjanjian Giyanti 13 Februari 1775 membawa wilayah Mataram bagian timur Sungai Opak dikuasai oleh Sunan Pakubuwana III yang menetap di Surakarta atau kalau saat ini kita lebih mengenal dengan Solo.

Sedangkan sebelah barat dikuasai oleh Pangeran Mangkubumi yang menetap di Yogyakarta.

Bisa dikatakan Solo kalah pamor soal obyek wisata dibandingkan dengan Yogyakarta. Begitu pula dengan banyaknya universitas. Akan tetapi, Solo punya kelebihan dalam bidang batik dan perkembangan tekstil.

Serikat Dagang Islam berdiri di Sala yang diprakarsai oleh Haji Samanhudi. Sampai saat ini, Solo masih terus berkembang dengan industri batik lokal dan melahirkan merek batik legenda seperti Batik Keris dan Batik Danarhadi.

Banyak sekali informasi dan panduan wisata ke Solo yang bisa saya bagi untuk Anda, agar perjalanan dan liburan menjadi lebih nyaman serta terencana.

#1 – Backpacker-an Ke Solo Dari Jakarta Enaknya Naik Apa ?

Jika sebagian dari kalian masih bertanya-tanya tentang cara pergi menuju ke Solo. Mari kita lihat transportasi yang bisa Anda gunakan untuk mengunjungi kota ini.

Pesawat – Solo bisa dijangkau dengan pesawat terbang. Meskipun bukan kota besar, Solo memiliki bandara sendiri yaitu Adi Sumarmo.

Bahkan bandara ini masuk ke dalam bandara internasional lho.

Kota Solo juga memiliki rute domestik ke kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Mengenai keberadaan Solo yang memiliki bandara sendiri, sebenarnya ada sejarah yang menyertainya. Presiden kedua Indonesia, Soeharto, menikah dengan Raden Ayu Siti Hartinah, atau yang biasa kita kenal dengan nama Ibu Tien Soeharto.

Ibu Tien merupakan orang Solo.

Dengan asal usul tersebut, tentu saja memberikan kemudahan untuk kota ini memiliki beberapa fasilitas layaknya kota besar. Kan istri presiden pasti sering ke Solo, maka dibangunlah bandara tersebut.

Kereta – Solo memiliki stasiun legendaris bernama Stasiun Balapan, yang menjadi stasiun utama. Selain itu ada juga, Stasiun Jebres dan Stasiun Purwosari.

Beberapa kereta yang lewat di ketiga stasiun tersebut seperti Bima, Gajayana, kereta api Argo Lawu, Argo Dwipangga. Sedangkan untuk kelas ekonomi ada kereta Matarmaja.

Dulu ketika melakukan perjalanan Jakarta ke Solo saya sering menggunakan kereta ini atau beli tiket kereta kelas bisnis yaitu Senja Utama Solo.

Bus Antar Kota – Terminal Tirtonadi merupakan terminal yang ada di kota Solo. Ada sebuah jembatan yang menghubungkan Stasiun Balapan dan terminal Tirtonadi padahal jarak antar kedua lokasi ini sekitar satu kilometer.

Banyak sekali bus jurusan kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota lainnya yang membuka jalur ke Solo. Jadi kalau mau wisata ke Solo sebenarnya gampang-gampang saja.

Apalagi kalau mau pilih bus yang standar eksekutif, fasilitasnya memang sangat baik saat ini.

Selain itu, dengan dukungan jalan tol yang sudah menghubungkan beberapa kota besar. Durasi perjalanan juga semakin pendek.

Naik mobil pribadi. Entah mau sewa mobil di ibukota atau beneran naik mobil pribadi milik sendiri. Anda akan sangat mudah pergi ke Solo lewat jalan tol.

Dari Surabaya ke Solo, Jakarta ke Solo, Semarang ke Solo bisa melalui jalan tol yang menyingkat durasi perjalanan.

#2 – Jelajah Kota Solo

Jalan kaki di Kota Solo apakah memungkinkan ? Bisa banget.

Dalam rangka liburan, rasanya apa saja bisa kita coba, meski tidak biasa untuk orang Indonesia.

Jalan kaki untuk sightseeing berkilo-kilometer sering kali menjadi momok, apalagi jika kegiatan ini dilakukan di destinasi wisata dalam negeri. Kenapa ? Alasannya karena panas.

Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk para bule yang sedang singgah di Solo. Saya sering melihat mereka berjalan kaki, menyusuri trotoar untuk mengunjungi tempat wisata Solo.

Apalagi saat ini pemerintah kota Solo sudah banyak melakukan perubahan tata kota yang memudahkan wisatawan bahkan warga lokal untuk citywalk.

Trotoar-trotoar diperlebar dan memiliki kelengkapan kursi taman yang diperuntukan bagi khalayak umum. Trotoar pun sudah tak lagi menjadi area tempat parkir seperti dulu.

Jadi, kalau wisatawan dari luar bisa melakukannya. Kenapa kita orang lokal tidak mencoba untuk mencoba jalan kaki untuk menjelajahi Solo ?

Jalan-jalan ini bisa dimulai dari Keraton Surakarta yang letaknya masih di pusat kota. Setelah mengunjungi keraton, Anda bisa menyusuri jalan ke arah barat untuk mengunjungi pusat batik terbesar di Indonesia yaitu Pasar Klewer.

Tak jauh dari sana ada Masjid Agung Surakarta, Kampung Kauman, serta Alun-Alun Utara.

Dari alun-alun bisa menuju ke arah utara dan menyusuri pinggir jalan menuju satu benteng terkenal peninggalan Belanda yaitu Benteng Vastenburg. Saat saya kecil, benteng ini terbengkalai dan ditutup. Semak-semak belukar menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Sampai akhirnya, benteng yang usianya sudah ratusan itu dibuka untuk umum dan sering menjadi lokasi untuk event-event nasional.

Sekarang, area sekitar benteng juga ramai, apalagi saat malam hari karena digunakan sebagai tempat nongkrong. Ada angkringan-angkringan sederhana dan makanan pinggir jalan yang mangkal di sana.

Begitu pula, Galabo (Gladag Langen Bogan), tempat di mana bisa mendapatkan makanan tradisional khas Solo.

Tak jauh dari Benteng Vastenburg ada kompleks Balaikota Solo yang bangunan bagian depannya mengadopsi rumah tradisional Jawa yaitu joglo.

Setelah pembaharuan tata kota, banyak sekali perubahan positif dari area-area publik di Solo yang memang dibuat tanpa sekat. Bangunan-bangunannya tanpa pagar, seolah-olah memberi kesan terbuka untuk warganya sendiri.

Jelajah Solo bisa dilanjutkan lagi dengan mengunjungi Pasar Gede yang tak jauh dari sana. Ada beberapa makanan tradisional yang bisa Anda beli saat berkunjung ke pasar tua di Solo ini.

Dawet dan lenjongan adalah dua diantaranya.

Satu lagi yang tidak boleh terlupakan, ketika Anda mengunjungi Kota Solo menjelang tahun baru imlek. Area ini dipenuhi dengan lampion dan pasar malam.

Yuk… Lanjutkan perjalanan…

Destinasi wisata berikutnya yang bisa Anda kunjungi di Solo yaitu Pura Mangkunegaran.

Tempat ini jaraknya sekitar setengah kilometer dari Pasar Gede. Jika sudah tidak tahan dengan cuaca dan merasa agak lelah. Anda bisa naik becak saja. Ongkosnya pun tak terlalu mahal, sekitar Rp 15.000 – Rp 25.000 sekali jalan.

Selepas dari Pura Mangkunegaran, jangan lewatkan ke Pasar Triwindu, pasar loak yang menjual barang-barang antik.

jalan-jalan-ke-solo
Becak, transportasi lokal yang bisa dicoba saat liburan di Solo.

#3 – Jalan-jalan murah, mengunjungi tempat wisata Solo

Banyak orang, terutama wisatawan dari kota besar, yang ternganga ketika menghabiskan waktu ke Solo. Terutama saat bersinggungan dengan makanan dan harganya. Murah banget.

Itulah pendapat mereka, jika membandingkan harga dengan kualitas makanannya.

Yup, biaya hidup di Solo tergolong murah.

Mau makan sampai klenger pun, uang yang dihabiskan pasti tak lebih dari Rp 50.000 per porsi.

Bahkan untuk tiket masuk ke beberapa museum dan tempat wisata Solo dan sekitarnya cenderung terjangkau di kantong.

Berikut ini, saya rekomendasikan beberapa tempat wisata hits di Solo yang perlu dikunjungi. Tempat wisata Solo yang saya tulis ini cocok untuk dijelajahi bersama keluarga dan anak, atau dengan sahabat-sahabat Anda.

Tapi jangan salah juga, ketika memutuskan untuk solo backpacking ke kota saya, perjalanan Anda juga masih seru.

1>> Museum Danar Hadi

Kunjungan ke museum ini perlu ditemani seorang pemandu agar kita lebih tahu tentang batik serta filosofi dari motif yang ada dibaliknya.

Saya terkesan dengan semangat Santosa Doellah dalam mengumpulkan koleksinya selama puluhan tahun. Saking banyaknya, tak semua koleksi bisa ditampilkan di museum. Sehingga ada jadwal bergilir untuk mengganti koleksi batik dalam museum.

2 >> Pura Mangkunegaran

Usia istana ini sudah lebih dari 250 tahun. Kediaman dari Kadipaten Praja Mangkunegaran dan keturunannya.

Pura Mangkunegaran memiliki halaman luas yang dilengkapi kolam di bagian depannya. Ketika mengunjungi tempat wisata Solo yang bersejarah ini, sebaiknya bersama pemandu karena akan menjelaskan tentang bagian-bagian bangunan.

Termasuk pabrik gula milik Mangkunegaraan saat masa jayanya yaitu pabrik gula Colomadu. Pabrik gula yang sudah ada sejak 1861 tersebut, saat ini beralih menjadi museum serta tempat menggelar event di Kota Solo.

Di Pura Mangkunegaran juga terdapat sangar tari yang diperuntukkan bagi umum.

Kursus menari tradisional memang dipilih sebagain orang tua sebagai kegiatan di luar sekolah untuk mengisi waktu & melatih bakat anak.

3 >>Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton ini memang sarat konflik, karena Paku Buwono XII tak memilih permaisuri. Sehingga ketika beliau mangkat, tahtanya jadi rebutan anak selir.

Tapi, kita lupakan tentang urusan politik keraton. Lebih baik menikmati peninggalan bangunan tua serta sejarahnya.

Keraton Surakarta Hadiningrat memiliki kompleks yang jauh lebih luas jika dibandingkan Pura Mangkunegaran.

Letak bangunannya terpisah jalan yang kini menjadi jalan umum. Ketika menyinggung keraton saya selalu teringat dengan Menara Sanggabuana. Sebuah menara yang dipercaya menjadi tempat pertemuan raja dengan penguasa laut selatan.

Menara ini pun juga memiliki kedudukan yang istimewa. Di mana bangunan sekitar kraton tak boleh melebihi tingginya dari menara tersebut.

Tradisi kraton juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Solo dan orang dari luar daerah.

Acara Sekaten, Grebeg Maulud, dan arak-arakan Kebo Bule saat malam 1 suro menjadi momen yang dinantikan.

4>> Naik Kereta Uap Kuno

Wahana wisata di Solo untuk mengenal transportasi kuno yaitu dengan naik Sepur Kluthuk Jaladara.

Kereta uap ini melewati rel kereta yang ada di tengah kota. Perlintasannya sekitar 7 kilometer dan bisa menampung sekitar 80 penumpang.

Sayangnya, untuk bisa naik kereta uap ini harus merogoh kocek cukup dalam. 3,5 juta rupiah biaya yang harus dikeluarkan sekali beroperasi. Sehingga, memang lebih cocok jika disewa dalam bentuk rombongan.

5>> Naik kereta Batara Kresna, Solo ke Wonogiri dan sebaliknya

Jangan berkecil hari dulu jika tak ada budget liburan yang besar. Jelajah wisata Solo bisa dilakukan dengan naik kereta Batara Kresna hingga mengantarkan kita ke Wonogiri.

Saya pernah mencobanya sebanyak dua kali. Dan terkesan dengan kereta wisata yang satu ini. Cerita dan pengalaman naik kereta Batara Kresna bisa Anda baca di sini ya.

Mlipir dulu ke tempat wisata Solo yang sejuk.

Secara wilayah beberapa destinasi ini memang masuk Karisidenan Surakarta, tetapi lebih tepat masuk dalam wilayah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen.

Namun, ketika ke Solo, sayang rasanya melewatkan untuk tidak pergi mengunjungi tempat-tempat berikut :

6>> Air Terjun Grojogan Sewu

Terletak 27 kilometer sebelah timur pusat kota Solo. Air terjun ini berada dalam kawasan hutan wisata Grojogan Sewu.

7>> Kebun Teh Ngargoyoso

Kalau lagi penat di Solo, saya dan Rudy biasa melipir ke Karanganyar. Naik motor selama 1,5 jam dan menyusuri jalan yang meliuk-liuk di tengah kebun teh.

Ngargoyoso memang jadi tujuan wisata lokal yang sering disambangi baik rombongan atau hanya sekedar plesiran singkat.

Saya biasanya menghabiskan satu hingga dua jam di warung-warung warga yang letaknya di atas bukit.

Hijaunya daun teh memberikan kesegaran pikiran dan menenangkan. Sembari menikmati udara yang sejuk dan dingin, lalu memesan segelas kopi panas dan mie instan.

Di Ngargoyoso, Anda juga bisa menyambangi Rumah Teh Ndoro Donker untuk mencoba berbagai macam teh dan membeli teh lokal hasil perkebunan.

8>> Candi Sukuh

Berbentuk seperti piramid, Candi Sukuh memang terlihat jauh berbeda dari kebanyakan candi di Indonesia.

Bangunan utamanya merupakan susunan bebatuan polos. Sedangkan relief-relief bisa ditemukan pada bebatuan yang saat ini tersisa dan letaknya ada di bagian candi utama.

Candi Sukuh merupakan candi Hindu. Relief paling utama yaitu bercerita tentang kesuburan.

9>> Candi Cetho

Candi yang masih berfungsi sebagai tempat pemujaan umat Hindu di Jawa Tengah ini, juga sebagai tujuan wisata andalan Solo dan Karanganyar.

Candi Cetho cukup ramai dikunjungi saat akhir pekan, sebagian besar wisatawan menggunakan motor untuk mencapai lokasi ini. Jalan utama menuju candi begitu menanjak, sehingga lebih mudah untuk dicapai dengan motor roda dua.

Suasana Candi Cetho mirip di Bali. Gapura utama mirip dengan gapura yang ada di Pura Besakih Bali.

Terdapat beberapa tingkatan dalam satu kompleks candi, sebagian dilengkapi pendopo, sedangkan yang lainnya berupa taman dan beberapa arca.

Bagian puncak dari candi hanya bisa dimasuki oleh penjaga atau beberapa orang khusus yang ingin melaksanakan ibadah.

Tiket masuk Candi Cetho : Rp 5.000

10>> Sangiran

Sangiran secara resmi masuk ke dalam wilayah Sragen. Tempat ini menjadi dikenal karena penemuan Eugene Dubois pada tahun 1930-an mengenai Homo Erectus.

Penelitian dan penggalian dilakukan sejak saat itu, sehingga memberikan temuan bahwa setengah dari tengkorak-tengkorak Homo Erectus yang ada di dunia berada di Sangiran.

Tak hanya sebagai tujuan wisata Solo, Sangiran juga menjadi salah satu area pendidikan masyarakat untuk mengetahui perihal evolusi manusia.

Tahun 1996, Sangiran sudah terdaftar menjadi warisan dunia UNESCO nomor 593.

11>> Rekomendasi paket wisata Solo one day tour

Liburan ke Solo sekaligus menambah wawasan dengan mengikuti paket wisata satu hari bersama komunitas sejarah.

Kegiatan mereka biasa dilakukan pada hari Sabtu atau Minggu, dengan mengunjungi lokasi-lokasi yang sarat dengan latar belakang berdirinya kota Solo dan perjalanannya.

Untuk semakin membuat kunjungan ke Solo menyenangkan. Penginapan yang dipilih pun juga harus dipikirkan terlebih dahulu. Ada beberapa hotel yang bisa Anda booking sebelum kedatangan di Solo.

#4 Rekomendasi hotel di Solo yang nyaman

Petit Boutique Hotel Solo

The Sunan Hotel Solo

Lor In Solo

Amarelo Hotel Solo

Grand Amira Hotel

#5 Tips Wisata & Liburan Ke Solo

Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman

Cobalah transportasi lokal seperti becak dan bus tingkat Werkudara

Keliling Solo dengan ikut paket wisata one day tour untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah Solo.

Act like local. Mencoba makanan tradisional Solo dan berinteraksi dengan warga.

Abadikan momen berkesan di Solo dengan jepretan kamera. Beberapa lokasi di Solo sudah memiliki mural yang menceritakan tentang budaya, bahkan gambar dari publik figur yang kita kenal seperti Susi Pudjiastuti.

Kunjungi Solo saat festival berlangsung. Solo Menari, Solo Batik Karnival, Semarak Jenang Solo, hingga International Mask Festival.

keraton-solo
Kebo bule keturunan Kyai Slamet yang sering diarak saat malam 1 Suro.

#6 Daftar makanan khas Solo yang wajib dicoba

Nasi liwet merupakan makanan berat yang saya rekomendasikan karena nasinya yang legit dan gurih. Serta olahan lauknya dibuat beragam.

Kombinasi secara keseluruhan cocok untuk sarapan(buat Anda yang suka sarapan berat) atau makan di sore hari.

Tengkleng, makanan berkuat yang berisi jeroan serta tulang kambing. Bahan makanan ini memang sering disingkirkan, tetapi bagi orang Solo, apa pun bisa diolah. Dan tengkleng merupakan sajian berkuah yang kaya rempah dan cocok dimakan tanpa karbohidrat.

Untuk yang gemar minuman segar, silahkan coba dulu gempol pleret.

Saya termasuk penggemarnya. Bulatan-bulatan putih yang terbuat dari tepung beras, kuah dari santan encer, dan pleret merupakan adonan tepung beras & tapioka yang diberi gula merah.

Tambahan es batu akan semakin membuat minuman ini nikmat disantap saat siang hari.

Timlo Solo wajib dicoba karena kuah segarnya yang bisa menjadi menu sarapan. Selain itu, timlo memiliki isian yang pas untuk membuka hari.

Makanan yang cukup ringan dengan soon, sosis goreng, telur pindang yang dipotong kecil-kecil, dan taburan kentang goreng. Nyam…

Makan di angkringan atau wedangan

#7 Itinerary Liburan Ke Solo 2 Hari 1 Malam

Liburan di Solo lebih seru jika sudah merencanakan mau pergi ke mana saja. Agar semakin memudahkan, saya akan berbagi itinerary wisata dan liburan ke Solo selama 2 hari 1 malam.

Jadwal ini memang tidak terlalu lama tetapi karena semua lokasi mudah dijangkau, sehingga memudahkan Anda untuk pergi dari tempat satu ke yang lain tanpa memakan banyak waktu.

Day 1

Asumsi kedatangan Anda saat pagi hari. Alangkah baiknya setelah sampai di Solo, langsung bergegas ke hotel untuk check in atau sekedar menitipkan barang bawaan ke resepsionis.

Mengawali hari rasanya sangat pas untuk sarapan di Soto Gading. Warung soto ini sangat ternama di Solo dan sering disambangi masyarakat lokal maupun wisatawan atau pejabat yang mengunjungi Solo.

Setelah sarapan usai, bisa lanjut menuju Pura Mangkunegaran untuk mengetahui sejarah peninggalan pecahan Mataram Islam ini. Anda hanya perlu waktu 1-2 jam untuk berkeliling dan mendapatkan informasi detil dari pemandu wisata.

Itinerary Solo selanjutnya yang bisa Anda lakukan yaitu mengunjungi Museum Danar Hadi yang terletak di Jalan Slamet Riyadi.

Di sana bisa melihat berbagai macam koleksi batik, sekaligus berbelanja beberapa aksesoris dari batik maupun pakaian batik ready to wear.

Dua destinasi wisata di Solo sudah disambangi. Ketika masuk makan siang, silahkan mencoba selat Viens yang terkenal.

Anda perlu bersabar jika harus mengantri untuk membeli. Tempat ini ramai dikunjungi untuk makan di tempat ataupun para driver ojol yang mendapatkan pesanan dari masyarakat sekitar.

Jangan lupa juga mencicipi cemilan yang juga sering dijual di Selat Viens.

Setelah makan siang, boleh menuju Karanganyar untuk ngadem terlebih dahulu, menyambangi Grojogan Sewu yang sepanjang undakan dipenuhi monyet.

Mirip dengan Uluwatu di Bali, monyet-monyet akan bergelantungan dan mengamati para pengunjung. Jika mereka melihat Anda membawa bawaan, bisa saja mereka akan tiba-tiba merebutnya.

Jadi ketika ke sana memang perlu sedikit waspada. Tempat wisata Karanganyar ini pun saya rekomendasikan karena keindahan dan derasnya air terjun.

Setelah  ke Grojogan Sewu, jangan lewatkan ngeteh dulu di Ngargoyoso, sambil melanjutkan jalan-jalan ringan menyusuri kebun teh.

Pemandangan di sana sangat bagus dan cocok untuk Anda yang hobi dengan wisata alam. Sempatkan untuk melewatkan sore hingga matahari terbenam.

Barulah setelah jam enam sore, Anda bisa balik ke Kota Solo untuk beristirahat di hotel dan melanjutkan wisata malam seperti mengunjungi Galabo, area Keprabon untuk mencoba nasi liwet, dan santai-santai melihat peninggalan Gedung Djoeang 45.

Day 2

Sugeng Enjing…

Masuk hari kedua, enaknya ngapain ya kalau di Kota Solo ?

Jalan-jalan yuk sambil cari sarapan enak di Solo. Anda bisa mencoba timlo Solo, makanan berkuah yang diisi sosis goreng dan soon.

Santapan pagi hari yang begitu ringan, tetapi tidak boleh terlewatkan selama mengunjungi kota batik ini.

Berhubung hari kedua adalah hari terakhir menjelajahi wisata Solo dan sekitarnya. Jadwal kali ini cukup yang ringan-ringan dan tidak terlalu padat.

Kunjungan ke Kraton Surakarta bisa jadi pilihan karena ada di pusat kota. Dilanjutkan masuk ke Pasar Klewer untuk membeli beberapa oleh-oleh pakaian maupun batik yang harganya beraneka ragam.

Ada dua tempat yang mesti disambangi dan berkaitan dengan gula.

Yang pertama, The Heritage Palace, sebuah bekas pabrik yang saat ini dirombak menjadi tempat wisata keluarga di Solo. Dengan luas 2,2 hektar, saat ini hanya ada tiga lokasi yang dibuka untuk umum.

Di sana kita bisa melihat bangunan colonial peninggalan Belanda serta beberapa koleksi mobil klasik.

Bekas pabrik gula lainnya yang dibuka untuk umum yaitu De Tjolomado. Pabrik gula yang didiriikan sejak 1861 di Karanganyar tersebut telah beralih fungsi menjadi museum sekaligus kawasan bisnis.

Dengan itinerary liburan di Solo 2 hari 1 malam, rasanya sudah cukup untuk mengetahui seluk beluk Solo dan mencoba beberapa kulinernya. Perjalanan ke Solo biasanya sering dilakukan satu paket ketika berwisata ke Yogyakarta.

Jadi, kapan nih berkunjung ke kota kelahiranku ?

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *