Wisata Kuliner Cirebon Yang Enak dan Murah

Saya sudah merencanakan weekend getway ke Cirebon sebelumnya. Kebetulan kami berdua punya waktu yang tepat untuk berkunjung saat anniversary pertama pernikahan. Rencana liburan singkat untuk mengunjungi salah satu kota di pantai utara Jawa Barat tanpa ekspektasi berlebihan.

Bagi pecinta kuliner dan street food seperti saya. Cirebon menjadi sumber makanan enak yang tidak terbantahkan. Pengalaman wisata kuliner khas cirebon untuk mencicipi menu tradisional kami tuntaskan dalam waktu 3 hari 2 malam. Kunjungan saya tidak sia sia, meski menginap hanya dalam waktu singkat.

Makanan cirebon pantas diacungi jempol dari segi rasa dan harga. Semuanya sepadan dan tidak mengecewakan. Ada 7 kuliner khas Cirebon yang berhasil saya coba, antara lain :

Empal Gentong Mang Darman

empal gentong, wisata kuliner khas cirebon
Empal Gentong Mang Darma

Pertama kali makan empal gentong langsung di Cirebon. Lidah saya jadi punya patokan tentang kuliner cirebon yang satu ini. Sarapan di warung pinggir jalan dengan semangkuk lontong dan daging sapi serta beberapa potong jeroan. Biasanya saya menghindari jeroan untuk dikonsumsi. Maksimal makan ati ampela ayam yang digoreng atau dimasak dengan bumbu pedas seperti sambal goreng. Saya pilih pilih, karena berbagai alasan kesehatan sekaligus merasa yikes dengan isi perut binatang yang diolah. Tapi empal gentong Mang Darman membuat saya tidak bisa menolaknya. Satu mangkok habis saya tandasakan berikut kuah santan yang segar.

Jeroan yang digunakan berupa usus sapi yang dibumbu kuning. Semua dimasak dalam satu gentong dan dipotong-potong jika ada pembeli yang memesan. Menurut saya harganya relatif terjangkau dengan banyaknya daging sapi yang dihidangkan salam satu porsi. Apalagi kuahnya nikmat dan segar dengan kucuran jeruk nipis, membuat lahap saat sarapan. Bagi yang tidak suka lontong, dapat menggantinya dengan nasi putih.

Ada beberapa penjual empal gentong di Kota Cirebon. Saya merekomendasikan warung miliki Mang Darman untuk dikunjungi karena sudah ada sejak lama dan kualitas makanannya yang te o pe, be ge te alias top banget.

Harga satu porsi empal gentong Rp 24.000,00.

Nasi Lengko

Berburu makanan tradisional menjadi menarik, apalagi di warung pinggir jalan. Selain dapat mencicipi cita rasa asli makanan suatu daerah. Harganya jelas tidak bikin kantong bolong. Sepiring nasi lengko yang sangat mengenyangkan hanya Rp 8.000, 00.

Dengan bumbu kacang yang tumpah ruah di atas tahu, tempe, dan tauge serta sepiring nasi. Bumbu ini begitu nglawuhi, (mampu menjadi lauk). Meski tidak ada protein hewani seperti ayam atau ikan yang menjadi lauk-pauknya. Nasi lengko mudah ditemukan di warung-warung pinggir jalan. Penjual biasa menggunakan gerobak dan mangkal di suatu tempat. Biasanya penjual nasi lengko juga menjajakan menu masakan lainnya seperti bubur sop ayam, gado gado ayam, sup ayam, atau makanan harian lainnya.

Nasi Jamblang

nasi jamblang khas cirebonSecara tampilan, saya paling tertarik dengan nasi jamblang. Pilihan menu yang beraneka ragam serta porsi nasi yang super duper mini, begitu menarik dan menggoda selera. Awalnya saya mengernyit. Kok dikit amat ya nasinya. Nasi yang besarnya lebih kecil dari gengaman tangan dibungkus dengan daun jati. Mirip seperti nasi kucing yang terkenal di angkringan Solo dan Jogja. Tetapi, dalam bungkusan hanya berisi nasi saja tanpa sambal atau bandeng. Ternyata ukuran dan kemasan nasi jamblang punya sejarah tersendiri terkait pembangunan jalur Deandles zaman Inggris menjajah Hindia Belanda. Seporsi nasi jamblang harganya bervariasi, tergantung seberapa banyak nasi yang dimakan dan lauk pauk yang dipilih.

Saya menghabiskan dua porsi nasi jamblang dengan lauk ikan tongkol, tempe goreng, dan perkedel kentang.

Bubur Sop Ayam

bubur sop ayam khas cirebon
Bubur Sop Ayam

Jangan bingung dengan namanya. Ini bukan murni bubur ayam, tetap juga tidak bisa disebut sop ayam. Soal rasa jangan ditanya deh. Uenak pake banget. Saya suka karena kuahnya yang segar dan tidak bikin eneg. Pertama kali, saya mengenal bubur sop ayam, ya di Cirebon.

Semangkuk bubur ayam harganya Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00. Sesuai dengan namanya bubur, karbohidrat yang digunakan yaitu bubur nasi putih. Sedangkan taburan lauknya berupa suwiran ayam, mie soon, tauge, dan seledri. Saya sampai dua kali makan bubur sop ayam di waktu yang berbeda saat kemarin wisata keliling kota Cirebon.

Tahu Gejrot Khas Cirebon

tahu gejrot khas cirebon
tahu gejrot

Saya sudah berkali kali makan tahu gejrot. Cemilan khas cirebon berbahan dasar tahu ini sebenarnya punya rasa yang tidak jauh beda dari tahu gejrot pinggir jalan yang ada di Jakarta. Meski pernah makan tahu gejrot sebelumnya. Rasanya saya masih perlu mencoba kuliner khas cirebon satu ini saat berkunjung langsung di kota penghasil terasi.

Ketika main ke alun alun, saya sempatkan pesan satu porsi tahu gejrot yang penyajiannya di letakkan pada piring gerabah. Hal ini yang paling membedakan saat makan tahu gejrot di Jakarta dan Cirebon.

Saat di ibukota, beli tahu gejrot wadahnya plastik dengan tusukan lidi. Atau yang lebih rapi menggunakan cup plastik minuman. Di Cirebon, penyajiannya masih sangat tradisional, termasuk si penjual yang memanggul wadah tahu dan perlengkapannya. Seporsi tahu gejrot Rp 7.000,00. Jajan cemilan asli Cirebon di tempat warga lokal sering berkumpul dan menghabiskan waktu bermalam minggu.

Es Durian Khas Cirebon

kuliner khas cirebon
Es durian khas Cirebon

Durian tidak bisa ditolak, apalagi disajikan dengan es krim. Jajanan yang juga saya temui di sekitar alun-alun Cirebon. Saya pesan satu porsi untuk dimakan berdua dengan Rudy. Bukan sok romantis, mau semangkuk berdua. Tapi, kami sebenarnya sudah kenyang karena habis makan berat. Cuma mulut saya pengen merasakan dessert manis.

Ini bukan es krim durian biasa, yang menggunakan essence durian dan buahnya hanya sejumput. Saya benar-benar mendapatkan daging durian tiga pongge (tiga biji durian) dalam satu mangkuk. Ditambah dengan tiga scoop es krim vanilla. Selevel makanan pinggir jalan, saya akui es krim durian terbaik yang pernah saya coba. Harga satu mangkuk Rp 15.000,00.

Seblak Bakso

Meski perut kami sudah kenyang. Entah kenapa, pengen terus ngunyah. Seblak jadi kuliner selanjutnya yang kami beli dari salah satu gerobak, yang mangkal di alun-alun. Saya hanya icip-icip dan semuanya dimakan Rudy.

Seblak memang berasal dari Bandung. Namun, jarak Cirebon dan Bandung sejauh 215,9 kilometer membuat cemilan ini bermigrasi ke pantura. Jika biasanya seblak menggunakan bahan dasar kerupuk. Kali ini, si babang penjual seblak menggunakan mie telur sebagai bahan utama. Rasanya biasa saja seperti seblak-seblak lain yang pernah saya coba. Harganya Rp 8.000,00 saja dnegan porsi yang pas untuk makan malam.

Molen Aneka Rasa

Meski hanya berjualan kudapan pinggir jalan murah meriah, inovasi dan kreatifitas tetap perlu diterapkan. Tujuannya agar makanan tetap laris manis dan tidak membosankan. Biasanya kita makan molen isi pisang dalam ukuran kecil.

Sekelas cemilan Cirebon pun sudah punya inovasi dengan mengkreasi isian molen dengan macam-macam makanan baru yang tak melulu pisang. Dengan Rp 15.000,00 saya sudah bisa mendapat 25 molen ukuran mini aneka rasa yang isinya bervariasi. Mulai dari pisang, ketan hitam, coklat, kacang hijau, dan selai bluberry.

Bagaimana ? Tertarik untuk berkunjung dan wisata kuliner ke Cirebon?

Incoming search terms:

  • seblak daerah cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *