Murahnya Transportasi di Penang Manjakan Wisatawan

Tak sampai satu jam perjalanan dari Sepang menuju Pulau Pinang. Kedatangan kami disambut hujan rintik-rintik yang membuat pendaratan pesawat sedikit lama. Setelah semua urusan imigrasi rampung, saya langsung menuju loket penjualan sim card Malaysia.

Keluar dari bandara sebenarnya ada banyak pilihan transportasi menuju George Town. Lokasi yang menjadi tujuan saya dan Rudy liburan di Penang.  Seperti biasa juga, kalau ada transportasi umum kenapa tidak dipilih daripada menggunakan taksi atau sewa mobil. Act like local, dengan naik bus rapid penang, saya langsung bisa berbaur dengan warga setempat dan beberapa wisatawan lain yang baru tiba di Penang dan ingin pergi ke kota.

rapid penang dari airport ke komtarTransportasi Mudah dan Murah Dengan Rapid Penang

Usut punya usut, pemerintah Pulau Pinang memang sangat mempersiapkan Penang menjadi destinasi wisata Malaysia. Selain memperkaya George Town dengan mural dan street art. Hal paling penting yang harus dibangun yakni sarana transportasi untuk mempermudah mobilitas wisatawan asing sekaligus penduduk lokal mengakses seluruh wilayah Penang. Termasuk menyiapkan bus rapid penang sebagai bis andalan yang murah meriah dari airport ke pusat kota, George Town, dan sebaliknya.

Saya pun menunggu di halte bus bersama beberapa wisatawan mancanegara lain. Tak sengaja pula bertemu orang Jakarta yang liburan di Penang dan ingin bertemu rekannya di sana. Awalnya kami bingung dengan pilihan bus yang akan digunakan. Di halte terdapat beberapa informasi bus, tapi lumayan membingungkan. Setiap ada bus rapid Penang yang melipir, kami bertanya ke sopir dan ia menjawab jika itu bukan jurusan ke George Town.

Akhirnya, seorang petugas memberi tahu jika ingin ke pusat kota ada beberapa nomor bus yang bisa dinaiki. Namun, saya disarankan menunggu nomor 102 yang jalurnya dari airport Penang ke terminal bis Komtar.

Rapid Penang sama seperti trans Jakarta yang memiliki jurusan tertentu. Trayek busnya menggunakan nomor untuk menentukan wilayah-wilayah yang disambangi. Berikut rute bus rapid Penang, beserta nomor, dan jurusannya.

Daftar Rute Bis Rapid Penang

10           George Town (Weld Quay – Penang General Hospital – Penang Botanic Gardens)

11           George Town (Weld Quay – Perak Road) – Jelutong – Gelugor – Batu Lanchang

12           George Town (Weld Quay – Macallum) – Jelutong (Bandar Sri Pinang)

13           Paya Terubong – Farlim – Batu Lanchang – Gelugor (Tesco)

101         George Town (Weld Quay – Komtar) – Pulau Tikus (Burmah Road – Kelawai Road) – Tanjung Tokong –   Tanjung Bungah – Batu Ferringhi – Teluk Bahang

102         Penang International Airport – Bayan Baru – Sungai Nibong – Gelugor – George Town (Dato Keramat Road – Komtar) – Pulau TIkus (Kelawei Road) – Tanjung Tokong – Tanjung Bungah – Batu Ferringhi – Teluk Bahang

103         George Town (Komtar) – Pulau Tikus

104         George Town (Komtar – Northam Road) – Pulau Tikus (Kelawai Road) – Bagan Jermal – Mount Erskine – Fettes Park – Tanjung Bungah

200         George Town (Weld Quay – Chulia Street – Penang Road – Komtar – Dato Keramat Road) – Air Itam (State Mosque)

201         George Town (Weld Quay – Komtar – Dato Keramat Road) – State Mosque – Air Itam (Rifle Range – Air Itam Market) – Paya Terubong

202         George Town (Weld Quay – KOMTAR – Dato Keramat Road) – State Mosque – Air Itam (Rifle Range – Farlim) – Paya Terubong

203         George Town (Weld Quay – Komtar – Dato Keramat Road) – State Mosque – Air Itam (Farlim – Air Itam Market)

204         George Town (Weld Quay – Light Street – Farquhar Street – Penang Road – Komtar – Magazine Road – Dato Keramat Road) – State Mosque – Air Itam (Rifle Range – Kampung Melayu – Air Itam Market – Penang Hill Railway Station)

206         George Town (Weld Quay – Komtar – Dato Keramat Road – Sungai Pinang) – Batu Lanchang – Green Lane – Gelugor (Tesco)

301         George Town (Weld Quay – Komtar – Dato Keramat Road – Sungai Pinang) – Jelutong – Gelugor – Sungai Dua – Bukit Jambul – Relau

302         George Town (Weld Quay – Komtar – Brick Kiln Road) – Jelutong – Gelugor – SPICE Arena – Bayan Baru – Sungai Ara – Bayan Lepas – Batu Maung

303         George Town (Weld Quay – Komtar – Macallum) – Jelutong – Gelugor – Sungai Dua – Sungai Nibong – SPICE Arena – Bayan Baru – Bukit Gedung

304         Bukit Gedung – Bayan Baru – SPICE Arena – Queensbay Mall – Sungai Nibong – Sungai Dua – Gelugor – Green Lane – State Mosque – George Town (Penang General Hospital – Dato Keramat Road – Komtar – Burmah Road) – Pulau Tikus (Kelawei Road) – George Town (Gurney Drive)

305         Sungai Nibong – SPICE Arena – Bayan Baru – Sungai Tiram – Batu Maung (War Museum) – Teluk Tempoyak

306         Penang International Airport – Bayan Baru – Queensbay Mall – Bukit Jambul – Relau – Paya Terubong – Air Itam (Farlim) – George Town (Penang General Hospital)

307         George Town (Weld Quay – Komtar – Queensbay Mall – SPICE Arena – Bayan Baru – Bukit Gedung – Batu Maung

308         Sungai Nibong – Queensbay Mall – SPICE Arena – Bayan Baru – Sungai Ara – Bayan Lepas – Teluk Kumbar – Gertak Sanggul

401         George Town (Weld Quay – Komtar – Brick Kiln Road) – Jelutong – Gelugor – Sungai Nibong – Bayan Baru – Penang International Airport – Bayan Lepas – Teluk Kumbar – Balik Pulau

401E       George Town (Weld Quay – Komtar) – Tun Dr Lim Chong Eu Expressway – Queensbay Mall – SPICE Arena – Bayan Baru – Penang International Airport – Bayan Lepas – Teluk Kumbar – Balik Pul

403         Balik Pulau – Sungai Nipah – Pulau Betong

404         Balik Pulau – Pantai Acheh

501         Balik Pulau – Teluk Bahang (Tropical Fruit Farm – Teluk Bahang Dam – Penang Butterfly Farm – Penang National Park)

502         George Town (Weld Quay – Light Street – Farquhar Street – Penang Road – Komtar – Dato Keramat Road) – Air Itam – Paya Terubong – Balik Pulau

Airport Transit (AT)         George Town (Weld Quay – Komtar – Brick Kiln Road – Macallum) – Tun Dr Lim Chong Eu Expressway – Gelugor – Sungai Nibong – Bayan Baru – Penang International Airport

Keunikan transportasi umum khususnya bus di Malaysia yaitu self service para penumpang. Di dalam bus tidak ada kondektur, melainkan hanya sopir saja. Jadi, sudah sebuah keharusan kalau para penumpang harus patuh pada aturan yang sudah ditetapkan seperti :

Penumpang bis membawa uang pas untuk pembayaran tiket.

Ada dua pintu di tiap bis rapid Penang. Pintu masuk di bagian depan dan setiap orang wajib antri karena sembari masuk, setiap penumpang akan memberitahukan tujuan mereka. Dari informasi ini, sopir memberi tahu berapa yang harus dibayar. Mengapa uang receh penting disiapkan saat jalan-jalan ke Penang ? Karena, penumpang disarankan membayar dengan uang pas, yang dimasukkan ke dalam sebuah tempat berbentuk kotak. Letaknya berada di sebelah kiri sopir. Ketika kita tak punya uang pas, terpaksa harus membayar lebih, soalnya sopir pun tidak akan memebri uang kembalian.

Setelah selesai membayar, sopir memberi tiket kertas berwarna sesuai dengan tujuan kita. Proses bayar membayar ini mesti cepat lho. Karena sistemnya self service, ada penumpang lain yang antri di belakang kita menunggu. Apesnya, kalau lagi hujan, harus super cepat dan siapkan uang pas, daripada dimaki-maki penumpang lain. 😀

Pintu tengah hanya untuk keluar penumpang.

Tiap perjalanan punya harga yang berbeda. Meskipun dalam trayek yang sama. Alasannya karena jarak perjalanan yang ditempuh. Selain itu harga yang diberikan juga dibedakan antara orang dewasa, anak sekolah, lansia dan orang berkebutuhan khusus. Tiga penumpang terakhir diberikan tarif istimewa yang lebih murah. Lalu bagaimana dengan wisatawan ? Kita mengikuti tarif orang dewasa pada umumnya.

Di tabel ini bisa dilihat tarif yang diberlakukan sesuai dengan jarak tempuh :

harga tiket bus rapid penang
Harga tiket bus Rapid Penang.

Pengalaman Naik Bus Rapid Penang Dari Airport ke Komtar

Semakin sore, langit semakin mendung. Asumsinya bisa hujan deras ketika sampai di George Town. Angan-angan ingin langsung jalan-jalan tampaknya musnah dengan cuaca yang tidak bersahabat. Ketika bis yang dimaksud sudah datang, semua orang yang sedang menunggu di halte tadi pun langsung berlarian ingin masuk, karena gerimis.  Intinya, harus serba cepat untuk urusan mengambil antrian.

Ketika kami semua berurutan masuk dan bayar tiket, ada seorang bapak tua yang ingin nyelonong untuk masuk duluan. Dan mayoritas dari kami pun menghadang, agar ia mau ikut aturan juga. Sedihnya, sebagian yang antri di luar bis, jadi kehujanan.

Setelah semua sudah masuk dan membayar, bis pun bergegas berangkat.

Jika dibandingkan dengan Trans Jakarta, Rapid Penang ini ukurannya jauh lebih kecil. Tempat duduk untuk penumpang pun terbatas dan sisa tempat lain digunakan bagi penumpang yang berdiri. Suasanannya pun tidak seramai TransJakarta yang padat. Maklum saja, penduduk di Pulau Pinang ini jauh lebih sedikit daripada Jakarta. Ditambah lagi, kedatangan bus dengan waktu yang terjadwal tidak membuat banyak penumpang tumplek di satu bis.

Perjalanan dari airport ke komtar memakan waktu sekitar satu jam. Menggunakan bis umum membuat pengalaman jalan-jalan saya semakin bertambah, minimal mengamati kebiasaan warga lokal, cara berpakaian, komunikasi antar orang, hingga bagaimana perlakuan mereka ke orang asing terutama wisatawan.

Umumnya mereka menerima pendatang seperti turis dengan tangan terbuka dan sudah terbiasa berinteraksi dengan orang baru. Ketika membawa ransel dan modal muka jawa seperti saya. Mereka sudah bisa menebak kalau saya berasal dari Indonesia. Jadi, naik bis umum di Penang sangat aman, nyaman, dan mudah dilakukan.

Fasilitas Bis Rapid Penang

Ditambah lagi fasilitas yang cukup informatif, membuat perjalanan menuju Komtar menjadi mengasyikkan, meski di sepanjang perjalanan saya harus terus berdiri.

Di dalam Rapid Penang terdapat televisi khusus yang berisi informasi area yang akan dan sedang dilewati bis. Jika akan sampai ke halte selanjutnya, layar televisi mengeluarkan tulisan bahwa penumpang sedang berada di lokasi X, sehingga yang ingin turun bisa segera bersiap diri. Sama persisi seperti Trans Jakarta. Bis ini pun dilengkapi dengan pendingin udara, sehingga ketika di luar hujan. Suhu udara pun turun dan terasa bertambah dingin.

Melihat jalanan yang kami lewati menunjukkan Penang merupakan pulau terpisah dari Semenanjung Malaysia yang modern. Meski waktu yang saya habiskan selama empat hari-an di kawasan George Town sering menemui hal-hal dengan kesan klasik dan tua.

Kawasan pinggiran yang dekat dengan airport merasakan  pembangunan modern. Mall, rumah sakit, apartemen mewah, perumahan warga yang bersih dan tertata, saya jumpai di sepanjang jalanan menuju George Town, Penang.

Terminal Bis Komtar, George Town, Penang.

Tak berapa lama, sopir berteriak memberi tahu bahwa kami akan sampai Komtar. Sekilas saya paham, jika ia juga berbicara pada saya. Karena beberapa menit sebelumnya, saya bertanya apakah kawasan Love Lane letaknya jauh dari Komtar ?

Jawabannya iya. Duh, detik itu, saya merasa seperti salah lokasi memilih penginapan. Setelah, Rudy cek kembali di google maps, ternya jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari terminal.

Memasuki komtar, beberapa penumpang berbondong-bondong turun. Kami berdua pun celingukan harus ngapain. Hujan masih rintik-rintik, kalau mau jalan kaki bisa basah kuyup. Kemudian kami putuskan istirahat dulu dan memberi sambutan kedatangan sendiri dengan makanan yang bisa kami beli di kantin Komtar. Hehe.

Selesai makan, kami harus melanjutkan perjalanan. Mau naik apa dan arahnya ke mana pun tidak tahu. Tiba-tiba, hujan turun deras sekali dan sudah menunjukkan jam 5 sore. Untung saja, ada grab di Penang. Tak perlu lama, saya pesan lewat aplikasi menuju Love Lane dan tarifnya hanya RM 4 saja (sekitar Rp 14.000).

10 menit menunggu, mobil pun datang. Sopirnya cewek peranakan yang sepertinya habis pulang kerja. Dari kostum saya dan tujuan kami pergi, sudah terlihat kalau kami ini wisatawan. Ia pun membawa saya menerjang hujan, sambil memutar lagu-lagu Korea yang sekilas saya pernah dengar musiknya. Meski nggak tahu, penyanyi dan judul lagunya apa. Enjoy saja, perjalanan menuju penginapan karena meski jaraknya 1,5 kilometer saja. Saya dan Rudy diajak berputar-putar karena ia lupa jalan pintas menuju Red Inn Heritage Guest House.

Heng Seok Min, sang sopir, memberi informasi kalau penginapan saya ini merupakan waralaba dan punya beberapa cabang di Penang. Saya pun diajak melewati jalan yang sama untuk kedua kali dan diturunkan tepat di depan guest house.

naik becak di george town.
Di george Town juga bisa mencoba naik becak untuk menyusuri beberapa area yang ada street art.
sewa sepeda di penang
Tempat sewa sepeda di Penang.

Sewa Sepeda Keliling Kota

Menjelajahi Penang sebenarnya lebih nyaman dengan jalan kaki. Santai dan bisa melihat suasana kota. Tapi ada sebagian yang mungkin tidak kuat jalan jauh. Alternatifnya bisa sewa sepeda saja. Pergi ke penyewaan sepeda yang banyak bertebaran di George Town. Beberapa penginapan malah menyediakan fasilitas ini. Harga sewa sepeda mulai dari RM 5 per jam. Saran saya, coba tawar, karena bisa saja mereka akan memberi harga lebih rendah mulai dari Rm 3 per jam.

Sewa Link Bike

Ingin lebih modern dan murah ? Coba saja pakai link bike dengan pembayaran elektronik. Link bike merupakan layanan penggunaan sepeda umum yang ada di George Town, Penang yang sudah ada sejak 2016. Ada 250 sepeda di 25 tempat di Penang dan mayoritas berada di area George Town.

bus hop on hop Penang
Bus Hop On Hop Off penang.

Hop on Hop Off
Bus khusus untuk tur keliling Penang memberikan pengalaman berbeda untuk melihat pemandangan dan suasana Penang.

Dalam sehari layanan dibuka mulai jam sembilan pagi sampai delapan malam. Setiap 20-30 menit terdapat bis yang akan datang ke terminal Hop On Hop Off yang sudah ditentukan. Sekedar informasi, jam empat sore pengguna bus ini sangat padat. jadi, harus pandai-pandai memilih waktu untuk tur. Dilengkapi dengan open deck view, penumpang bisa merasakan naik bis tingkat dengan atap terbuka. 70 tempat wisata dilewati Hop On Hop Off dan dipandu pemandu yang akan menjelaskan tempat-tempat wisata yang dilewati.

Sudah siap ke Penang dan wisata murah di sana ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *