Tips Wisata Bergaya Backpacker Ke Melaka

Sama seperti Penang, Melaka juga menyandang kota warisan dunia dari UNESCO. Melaka menyatu dengan semenanjung Malaysia dan memiliki arti penting bagi pertumbuhan dagang bagi Inggris mulai 1824. Kini wisata Melaka seperti menyatu menjadi rangkaian kunjungan setelah ke Penang maupun dari Kuala Lumpur.

Saya menyukai Melaka dengan keheningannya. Pagi yang tenang bisa dimulai lebih santai saat liburan di kota bersejarah ini. Saat petang tiba, malam-malamnya begitu menghipnotis dan terkesan romantis. Bagaimana tidak ? Ketika pengalaman jalan-jalan saya ke Melaka termasuk mencoba makan malam di tepi sungai yang menjadi mulut pembuka menuju kerajaan-kerajaan di masa itu. Sungai yang kini difokuskan sebagai salah satu tempat wisata.

Apalagi dengan maraknya wisata mural yang ramai di berbagai kota di seluruh dunia. Melaka semakin lebih ramai dengan lukisan-lukisan cantik yang mewarnai tembok bangunan. Melaka dan Penang bagi saya seperti kakak adik di Malaysia. Beberapa hal tampak sama, tapi juga memiliki banyak perbedaan. Biaya backpacking ke Penang dan Melaka tak jauh berbeda. Sama-sama murah dan sama-sama menarik, asalkan tahu caranya.

Ada banyak kesamaan antara lain mural.  Wisata Penang menyuguhkan mural yang bercerita tentang sejarah wilayahnya. Sedangkan di Melaka lebih beragam dan bermain warna. Wisata kuliner Penang lebih terkenal jika dibandingkan dengan Melaka dari segi keragamannya. Tapi, jika ingin mencoba jajanan yang lucu dan unik, Melaka jauh lebih juara. Apalagi dengan cendol Melaka yang sangat khas.

Di Melaka saya menjumpai penginapan-penginapan yang nyaman jauh lebih mudah dengan harga lebih terjangkau. Nama-nama penginapan di sana pun menggunakan kata berulang seperti Tidur-Tidur, Sama-Sama,  Jalan-Jalan Emas, atau Layang-Layang Guest House.

Kehidupan di Melaka terasa lebih lambat jika dibandingkan Penang. Ketika pagi tiba, tak banyak tempat makan yang buka untuk sarapan. Kalaupun ada mereka menjual sejenis jajan pasar dan cepat habisnya. Tapi, di Melaka lebih homy. Menjangkau tempat wisata satu dengan lainnya begitu mudah, karena jaraknya berdekatan. Sayang sekali jika sudah ke Malaysia tapi lupa mengunjungi Melaka.

peta melaka
Atraksi anak muda di depan Hard Rock Melaka.

wisata murah melaka

tempat wisata di melaka
Taman di Dutch Square Melaka.

Transportasi Hemat Menuju Melaka

Bus menjadi cara terbaik untuk perjalanan ke Melaka via darat jika berasal dari kota lain di Malaysia. Transportasi ini cocok buat Anda yang lebih suka terima beres tapi tetap ingin menghemat kantong. Sejak dari Indonesia, bisa membeli tiket via online atau pergi ke terminal Pudu Raya atau Kuala Lumpur Sentral untuk mendapatkan tiket secara langsung(Jika kota pertama yang Anda kunjungi Kuala Lumpur). Durasi perjalanan sekitar 2 jam dengan bus biasa atau memilih yang double decker.

Jika ingin lebih menantang juga bisa dengan menyewa mobil dari Kuala Lumpur ke Melaka. Cara ini bisa dibilang lebih menantang karena bagi yang suka berkendara sendiri jadi punya pengalaman menyusuri jalanan Kuala Lumpur – Melaka. Siapkan dulu SIM internasional sebelum melakukannya.

Yang terakhir yaitu dengan taksi. Anda bisa pergi ke Melaka menggunakan taksi dengan biaya lebih mahal.

jonker street
Area Jonker Street saat sore hari, yang diselenggarakan tiap weekend.

wisata di melaka malaysia

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan Saat Wisata ke Melaka ?

Wisata kuliner di Melaka bisa dimulai dari Jonker Street. Area yang direkomendasikan untuk dikunjungi saat hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Memuaskan lidah dan perut dengan berburu makanan enak serta berinteraksi dengan warga lokal. Cendol, laksa Melaka yang khas, dan nasi lemak menjadi tiga makanan utama yang wajib dicoba saat di sana. Tempat makan murah hingga cafe mahal yang memanfaatkan bangunan tua di Melaka juga ada di Jonker Street. Rata-rata makanan street food di pasar malam berkisar antara RM 2 – RM 10. Sedangkan untuk tempat makan bergaya kafe, harganya sekitar RM 10 – RM 30 per porsi.

Menjelajahi restoran di gang-gang kecil menjadi petualangan tersendiri karena bisa menemukan kuliner dengan cita rasa tak terduga. Yang menarik dari Melaka bagi saya adalah sisi kewirausahaan yang tinggi dari kaum muda untuk meneruskan usaha keluarga. Ketika datang waktu itu, saya berkunjung ke tempat makan yang salah satu pengelolanya merupakan remaja pria tanggung. Ia sebagai penerima tamu, sedangkan ibunya memasak di dapur.

Begitu pula ketika jajan di kios-kios yang ada di pasar malam Jonker Street. Banyak dari remaja yang ikut berjualan dan turun tangan langsung melayani pembeli. Mereka melakukannya seperti suatu kebiasaan harian.

Di hostel pertama yang saya tinggali. Anak laki-lakinya menjadi pengelola hostel, meneruskan usaha orang tua. Sekaligus mendesain kaos yang dia jual sebagai souvenir dan ditujukan kepada wisatawan yang menginap di hostelnya.

Kedai Kopi Chung Wah di ujung Jonker Street jangan sampai dilewatkan. Dengan menu chicken rice balls yang istimewa, kedai ini selalu memikat wisatawan sehingga antriannya bisa panjang mengular. Tempat ini sudah buka jam setengah delapan pagi waktu Melaka dan tutup sekitar jam tiga sore. Harganya pun lumayan terjangkau dengan porsi cukup besar RM 11 per porsi.

Kota bersejarah yang punya daya tarik pada wisata malam dengan memaksimalkan sungai Melaka sebagai pusat utamanya. Menikmati malam di Melaka bisa dilakukan dengan banyak cara mulai dari makan atau jalan-jalan di area Dutch Square yang menawan dengan lampu-lampu temaram.

biaya jalan jalan ke melaka
Kedai kopi ternama di Melaka.

Kunjungan Ke Tempat Bersejarah

Melaka merupakan pelabuhan tua yang ada di Malaysia. Jauh sebelum berkunjung ke Indonesia, pelaut Portugis bernama Cornelis de Houtman melabuhkan kapalnya ke tempat itu. Sungai Melaka  menjadi saksi perjalanan bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris menancapkan kekuasaan bangsa-bangsa Eropa yang haus penjelajahan, keuntungan, dan akhirnya membuat kolonisasi. Kampung Morten yang berisi komunitas keturunan Portugis menjadi salah satu daerah wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi saat wisata ke Melaka. Kita bisa melihat sekilas bagaimana budaya Portugis berasimilasi di sana.

Kekuasaan Inggris merupakan yang terlama dan meninggalkan bukti berupa air mancur Victoria sebagai simbol kedigdayaan Britania Raya di tanah Melayu. Mudah menemukan peninggalan Inggris di sana.

Kunjungi Dutch Square & Stydhus yang letaknya berdekatan. Tempat ini juga berfungsi sebagai pusat administratif di Melaka yang sampai sekarang masih digunakan. Gereja kuno juga menjadi bangunan bersejarah yang tidak banyak perubahan dari sisi arsitekturnya.

Campuran budaya di Melaka pun beragam. Mulai dari Melayu, Eropa, India, hingga Peranakan. Keselarasan dan toleransi antar agama sangat terjaga di sini. Buktinya tempat ibadah seperti Masjid Kapitan Keling dan Sri Mariamman Temple

letaknya bersebelahan. Selain itu, beberapa bangunan yang digunakan sebagai tempat peribadatan umat Budha. Detil bangunannya begitu unik dan hampir sepanjang hari dibuka untuk peribadatan. Yang menarik lainnya Malacca Straits Mosque, masjid yang terletak di pinggir pantai dan terlihat seperti terapung.

wisata melaka
Menara Masjid Kapitan Keling.
transportasi ke malaka
Kincir air replika yangmenjadi salah satu ikon pusat kota Melaka.
cara menuju malaka
Di depan replika kapal Portugis yang dijadikan sebagai museum maritim.

Kegiatan mengasyikan yang bisa dilakukan untuk meng-explore Melaka antara lain :

  • Mengunjungi Museum Maritim, sebuah replika kapal Portugis yang letaknya ada di tengah kota.
  • Baba & Nyonya Museum untuk melihat secara langsung kondisi rumah peranakan.
  • Museum Cheng Ho yang terkenal berkisah tentang kehidupan Zheng He.
  • Menurut saya, Melaka menjadi tujuan wisata di Malaysia yang cocok untuk para backpacker maupun wisata bersama keluarga.
  • Pergi ke Menara Tamiang Sari untuk melihat Melaka dari ketinggian.

Yang tak kalah menarik,mencoba naik trishaw Melaka yang dipoles dengan tampilan unik agar semakin menarik perhatian wisatawan. Sopir becak juga bisa merangkap sebagai pemandu wisata dengan bahasa Inggris yang cukup baik. Mereka akan membantu kita menjelaskan landmark dan bagian-bagian Melaka. Tarif naik trishaw ini berkisar RM 40 – RM 60. Menawar jadi langkah satu-satunya untuk mendapatkan harga terbaik.

itinerary melaka
Becak Melaka yang biasa disebut Trishaw Melaka.

Apakah traveling ke Melaka, Malaysia dalam waktu satu hari cukup ?

Pengalaman pertama jalan-jalan ke Melaka tahun 2015 perlu waktu paling tidak tiga hari dua malam. Maklum, dengan label pelancong backpacker yang suka malas-malasan. Saya tak ingin buru-buru mengunjungi satu tempat ke tempat lain saat liburan. Saran saya, paling tidak perlu dua hari satu malam berada di sana. Alasanya sudah jelas, menginap dan menikmati wisata malam di Melaka memang mengagumkan. Anda bisa menyusuri sungai Melaka di malam hari dengan Flor de Lamar.

Penginapan di Melaka

Mudah menemukan tempat menginap dengan harga terjangkau di Melaka. Kebanyakan memang hostel dan menyatu dengan rumah warga. Dengan nama yang identik dengan pengulangan. Hostel-hostel banyak ditemukan di pusat kota. Biasanya hostel tersebut juga menyewakan sepeda bagi wisatawan. Tak ada salahnya menyewa dan mulai berkeliling sebagian wilayah Melaka untuk mengunjungi daerah pinggir pantai.

Tips & Trik Melakukan Trip Murah Bergaya Backpacker ke Melaka

  • Gunakan transportasi umum menuju ke Melaka dari Kuala Lumpur.
  • Memilih penginapan di hostel yang menyediakan fasilitas sarapan.
  • Beberapa tempat wisata di Melaka menggunakan tiket masuk. Kita bisa pergi te tempat wisata gratis jika memang ingin menghemat pengeluaran. Atau selektif memilih destinasi dengan tarif terjangkau.
  • Makanan di Melaka tergolong murah meriah. Berburu makanan lokal di area Jonker bisa menjadi alternatif.

Itinerary ke Melaka 2 hari 1 malam

Day 1 :

  • Dari Kuala Lumpur ke Melaka dengan bus.
  • Sampai siang setelah sampai di Melaka bisa langsung mengeksplorasi area Red Square.
  • Lanjut mengunjungi St.Paul Church yang letaknya tak jauh dari Red Square.
  • Menjelang sore hari bisa bersepeda dan pergi ke Melaka Starits Mosque sambil menunggu senja tiba.
  • Sore sampai malam hari menghabiskan waktu di Jonker Street untuk wisata kuliner dan menikmati kemeriahan wisata malam.

Day 2 :

  • Jika bisa bangun pagi tak ada salahnya jalan-jalan atau lari pagi menyusuri pinggir sungai. Banyak sekali wisatawan yang berolahraga di sekitar tepi sungai. Melihat sisa reruntuhan A Famosa yang usianya sudah ratusan tahun.
  • Agak siang bisa bepergian ke Kampung Morten untuk mengetahui kebudayaan dan komunitas keturunan Portugis di Melaka.
  • Sekitar jam tiga sore, bisa segera bergegas ke terminal untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Entah Anda ingin balik ke Kuala Lumpur atau lanjut ke Johor Bahru.

 

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *