Punya 24 jam ? Kunjungi 3 Tempat Wisata Gratis Ini Saat di Ho Chi Minh City

Disebut kota motor yang padat, dijejali makanan kaki lima yang menggugah selera, tata kota apik dengan belasan taman, dan kopi yang menjadi identitas.

Paduan tepat persembahan Ho Chi Minh City meninggalkan kesan tak terlupakan. Kesan pertama yang membuat ingin kembali ke kota yang juga dikenal dengan nama Saigon.

Kota ini dekat dengan sungai Mekong serta punya ikatan erat dengan negara di sebelahnya, Kamboja. Dulu, ia disebut Prey Nokor, dalam bahasa Khmer. Karena lokasinya strategis, tempat ini dijadikan pelabuhan utama bagi Kamboja. Namun, keberhasilan Vietnam merebutnya dan memberi nama Saigon pada abad ke-16.

Saigon lekat dengan Perancis karena menjadi koloni dan bagian Cochinchina yakni wilayah Vietnam bagian selatan. Perancis yang sempat menduduki Vietnam bagian selatan ini meninggalkan banyak cerita sekaligus bangunan-bangunan apik yang artistik, yang saat ini masih bisa disaksikan dan dibuka untuk umum.

Bangunan dengan arsitektur bergaya neo-Romanesque menjadi tempat wisata gratis di Ho Chi Minh City yang layak dikunjungi. Tak cuma gratis, lokasinya pun berdekatan dan sangat mendukung untuk membuat foto  instagramable sembari belajar sejarah.

Tempat Wisata Gratis di Ho Chi Minh City

Penjajahan meninggalkan rasa pilu, kesedihan, pertaruhan nyawa, dan penderitaan. Tapi masa penyembuhan setelah perang terutama setelah Perancis hengkang dari Vietnam, membuat negara ini menjadi salah satu negara tujuan wisata favorit di Asia Tenggara. Pendudukan membawa sengsara, tapi tak boleh lupa bahwa budaya dan peradaban barat dibawa serta merta di daerah jajahan dan menjadi peninggalan sejarah yang kini menjadi ikon.

Tak perlu repot-repot menyiapkan uang untuk beli tiket masuk. Kita bisa menikmati arsitektur yang menjadi tempat wisata gratis di Ho Chi Minh City paling favorit.

Gereja Notre-Dame Ho Chi Minh City
Gereja Notre-Dame Ho Chi Minh City

Notre-Dame Basilica Ho Chi Minh City

Memiliki dua menara lonceng di bagian depan setinggi 58 meter. Gereja dengan nama lengkap Basilika-Notredame Saigon ini butuh waktu 17 tahun saat dibangun kolonial Perancis. Tepatnya antara 1863 dan 1880. Dengan tembok berwarna oranye yang senada dengan atapnya. Basilika Bunda Konsepsi Imakulata yang menjadi sebutan gereja ini, letaknya sangat strategis karena berada di pusat kota. Kanan kiri, depan belakang merupakan jalan raya tempat lalu lalang kendaraan.

Menurut saya gereja ini menonjolkan warna sebagai pembeda dari gereja-gereja katedral pada umumnya. Jika di bagian depan dilengkapi menara dan terlihat kecil. Ketika berjalan menyurusinya bentuk gereja terlihat membesar di bagian belakang. Kalau diperhatikan seperti beberapa bangunan yang direkatkan menjadi satu. Bentuk atap-atapnya berlawanan dengan bangunan pertama, tapi terlihat tersusun rapi. Gereja pertama yang dibangun menggunakan area bekas pagoda yang lama ditinggalkan pada masa perang.

Bangunan awal merupakan bagian depan beratap tinggi dan berbentuk menara. Saatika berjalan mengitarinya, saya memperhatikan bagian belakang berupa atap-atap kecil berbentuk kerucut menaungi bangunan-bangunan lebih kecil yang seolah-olah menempel pada bangunan utama.

Dilihat dari berbagai sisi, gereja ini memang benar-benar indah. Warna oranye tembok senada dengan warna atapnya. Batu bata yang digunakan untuk membangun gereja diimpor langsung dari Marseilles. Sedangkan kaca patrinya diproduksi di Provinsi Chartres Prancis. Saat terbaik menikmati arsitektur Cathedral Notre-Dame Saigon sambil duduk santai di April 30 Park yang letaknya di seberang gereja.

Meski lebih enak bersantai di taman, saya tetap meluangkan waktu untuk masuk demi memuaskan rasa penasaran bagaimana desain interior di dalamnya.

Waktu itu, saya sampai sekitar jam sepuluh pagi. Semua wisatawan diperbolehkan masuk melalui pintu gerbang bagian depan. Pengunjung tidak terlalu ramai, tapi kami wajib antri dan mengisi buku tamu. Di sana, orang-orang yang datang memang tidak berdoa, karena memang bukan waktunya.

Ibadah dilakukan sepanjang Minggu dimulai jam 9.30 pagi. Misa diikuti warga Vietnam beragama Khatolik dan banyak juga wisatawan atau ekspatriat.

Area yang diperbolehkan untuk dikunjungi wisatawan hanya 30 meter dari pintu depan. Saya pun hanya bisa melihat altar dari kejauhan.

Pengalaman : Di tengah jalan menuju gereja, saya sempat menanyakan pada beberapa orang tentang lokasi Cathedral Notre-Dame Saigon. Orang-orang yang saya tanyai tadi mengaku tidak mengetahuinya. Ternyata, di Vietnam, gereja ini lebih populer dengan sebutan lokal atau bahasa Vietnamnya Vương cung thánh đường Chính tòa Đức Mẹ Vô nhiễm Nguyên tội.

Alamat : 01 Công xã Paris, Bến Nghé, Quận 1, Quận 1 Hồ Chí Minh.

Kantor Pos Pusat Ho Chi Minh City
Post Office Ho Chi Minh City

Kantor Post Pusat Saigon

Adakah dari kamu yang masih mengirim surat lewat pos zaman sekarang ? Mungkin bisa dihitung, karena kemajuan teknologi sudah menggeser kebiasan orang dalam berkirim pesan. Lalu, apakah Central Post Office Saigon tidak digunakan lagi? Jawabannya, masih digunakan.

Warna kuning yang menelimuti hampir seluruh tembok kantor pos menjadi identitas bangunan sisa Perancis di Vietnam. Jendela yang berwarna hijau menjadi terlihat kontras, namun apik untuk melengkapi warna bangunan yang kini tak hanya sebagai tempat berkirim surat tetapi menjadi tujuan wisata gratis di Ho Chi Minh City yang tak boleh dilewatkan.

Kemegahan karya Alfred Foulhoux seolah-olah membawa saya pergi ke bangunan di Eropa. Tapi gambar besar Ho Chi Minh mengingatkan di mana saya berada.

Dua peta besar di sebelah kanan dan kiri memperlihatkan peta rute pos dari Vietnam ke Kamboja. Terlihat mendominasi di bagian depan dan memberi informasi tentang fungsi dan perjalanan surat menyurat di wilayah Vietnam. Ada juga bilik-bilik telepon umum berwarna merah tua dengan desain klasik. Saya pikir hanya pajangan, ternyata telepon umum memang masih digunakan.

Kantor pos yang dibangun selama lima tahun dari 1886-1891 ini pada masanya menjadi kantor pos tersibuk di Vietnam, maklum saja sesuai namanya menjadi kantor pusat.

Lalu apa lagi yang menarik dari kantor pos pusat di Ho Chi Minh City ini ? Perpaduan gaya arsitektur Gothic, Renaissance, dan Prancis dipadukan dengan apik. Selaras dengan interior di dalamnya yang megah. Buat saya yang hidup di zaman modern seperti sekarang yang lebih sering bertemu dengan hal-hal minimalis. Ketika punya kesempatan mengunjungi bangunan tua yang desainnya rumit. Sekilas membayangkan kalau zaman dulu, tak hanya mengutamakan fungsi dalam membuat sesuatu. Tetapi juga membawa seni dan keindahan di dalamnya. Makanya untuk membuat kantor pos saja, perlu waktu lima tahun.

Layanan Pos

Meski cara mengirim pesan lebih sering lewat surel untuk hal-hal yang lebih formal. Ternyata di sana, masih menawarkan semua jenis layanan pos tradisional dari mengirim surat hingga penukaran mata uang asing.

Yang unik, sampai saat ini hal paling menarik yang sering dilakukan wisatawan berkaitan dengan kantor pos yaitu berkirim kartu pos. Kadang kita menyempatkan untuk mengirim kartu dengan gambar-gambar berkaitan dengan tempat yang kita singgahi ditujukan ke keluarga atau teman dekat di negara kita berasal.

Boleh juga membeli beberapa lembar kartu pos dengan gambar khas ikon-ikon Vietnam.

Untuk kolektor perangko, kantor pos ini bisa jadi surga buat kamu, karena bisa sekalian menambah koleksi perangko asal Vietnam.

Kalau saya, malah menyempatkan membeli beberapa suvenir berupa patung-patung mini gadis Vietnam untuk pajangan. Di kantor pos pusat Ho Chi Minh City ini, sebagian besar areanya saat ini digunakan untuk berjualan berbagai macam suvenir. Bahkan, harganya jauh lebih murah daripada beli di Benh Than Market untuk barang-barang tertentu.

Alamat : Số 125 Công xã Paris, Bến Nghé, Quận 1, Hồ Chí Minh 710009, Vietnam

Ho Chi Minh City Hall

Balaikota. kalau di Indonesia, namanya balaikota memang jadi kantor pemerintahan kota. Mendengar nama balaikota yang terbersit perkantoran dengan bangunan standar yang begitu-begitu saja.

Tapi di Ho chi Minh City, balaikota menjadi istimewa karena memiliki arsitektur tua yang klasik dan instragamable untuk diambil fotonya. Bangunan ini dibangun selama enam tahun dari 1902 sampai 1908. Awalnya diberi nama Hotel de Ville de Saigon yang memang sesuai peruntukannya menjadi tempat menginap. Tapi sejak 1975, fungsinya berubah dan digunakan sebagai kantor yang kemudian sering disebut Ho Chi Minh City People’s Committee.

Temanku, Adilla Chandra yang juga udah ke Ho Chi Minh City mampir untuk sekedar foto-foto bahkan dua kali datang ke sana di siang dan malam hari. Bangunan karya P.Gardes, seorang arsitek Perancis ini memang mengadopsi city hall yang ada di Paris.

melihat Saigon City Hall, sebutan lain untuk bangunan ini sekilas tidak merasa ada di Asia Tenggara. Tapi ketika menyadari ada patung pahlawan nasional Vietnam di taman kecil yang ada di depan gedung. Wisatawan menyadari kalau ini peninggalan Perancis yang tetap dilestarikan.

Alamat : Số 86 Lê Thánh Tôn, Bến Nghé, Quận 1, Hồ Chí Minh 710212, Vietnam

Jadi, kalau ke Ho Chi Minh City jangan lupa mampir juga ke sini ya. Waktu terbaik untuk pergi ke sana saat sore jam lima sampai jam 7 malam. Sehingga bisa mengabadikan bagian luarnya dan pas malam melihat pencahayaan yang dramatik yang membuat bangunan terlihat semakin menakjubkan.

Tiga tempat bersejarah ini sudah bisa mengisi itinerary kunjungan saat wisata ke Ho Chi Minh City. Tak perlu keluar uang, tapi sudah bisa dapat hiburan sembari belajar sejarah Vietnam. Bagaimana ? Sudah siap berlibur ke Vietnam ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *