ho chi minh city park

Jika pernah ke Saigon atau Ho Chi Minh City, traffic jalanan menyita perhatian. Kota yang terkenal dengan landmark bergaya Perancis ini memang riuh dengan padatnya pengendara sepeda motor. Tapi masih beruntung belum seruwet Jakarta.

Menurut saya, Ho Chi Minh City punya daya tarik yang luar biasa sebagai kota besar di bagian selatan Vietnam. Apalagi soal pemenuhan ruang publik yang layak dan nyaman bagi warga di sana. Bahkan saya yang turis, numpang tinggal tiga hari dua malam di Ho Chi Minh, bisa menikmati taman kota sesuai fungsinya.

taman di saigon

kegiatan warga di ho chi minh cityPertama kali ke Saigon, saya menuju kota naik bus. Melewati beberapa area umum termasuk menyaksikan sendiri bagaimana taman kota menjadi pusat kegiatan positif untuk warganya. Di dekat penginapan kami Saigon Marvel Hostel, ada satu taman kota yang cukup luas, namanya September 23 Park.

Lokasinya di Jalan Pham Lao Distrik 1 Ho Chi Minh City. Taman ini sangat strategis karena dikelilingi kawasan backpacker, dekat dengan Ben Thanh Market dan Quch Thi Trang Square, salah satu pusat perbelanjaan di Ho Chi Minh.

Sekarang ini September 23 Park menjadi salah satu taman yang paling sering dikunjungi saking luas dan banyak fasilitas umum yang tersedia di sana.  Sejarah sebelumnya, tempat ini jadi stasiun kereta ap dari abad ke-19. setelah 1975, stasiun dihancurkan dan dipindahkan ke distrik 3. Sebagian tanah dibangun kembali menjadi taman dan sisanya dikelola menjadi pusat turis De Tham Pham Ngu Lao, area backpacker yang juga jadi tempat saya menginap.

Taman yang bentuknya memanjang ini dimanfaatkan sebagai pusat kebugaran. Senam dan kegiatan olahraga untuk manula dilakukan setiap pagi. Mereka melakukan secara berkelompok dan tersebar di beberapa area taman. Di bagian terluar dilengkapi alat fitnes permanen, yang bisa digunakan siapa saja. Nggak sebagus seperti alat fitnes di pusat kebugaran, tapi cukuplah untuk membantu mengolah tubuh dengan gerakan-gerakan tertentu.

taman di ho chi minh city

wisata vietnam

ke tamanAda juga lapangan badminton di bagian tengah taman. Yang lebih sering digunakan pas sore atau pagi hari. Olahraga lain yang populer yaitu foot shuttlecock game atau orang lokal menyebutnya Da Cau. Olahraga asli dari Tiongkok tepatnya daerah Jianzi, yang terbawa ketika migrasi ke daratan Indochina.  Foot Shuttlecok game ini merupakan permainan kuno di China sejak 2000 tahun, zaman pemerinathan dinasti Han.

Area lainnya sangat multifungsi, bisa digunakan untuk jalur lari atau sekedar tempat kumpul dan meeting point. Banyak tempat duduk bertebaran yang disediakan. Berbeda seperti di Indonesia, taman yang cukup luas ini minim pedagang asongan, terutama makanan. Pedagang kaki lima biasanya menjual mainan atau sekedar air minum. Tempatnya juga bersih dan tertata rapi. Ho Chi Minh City benar-benar memberikan ruang publik yang memadai dan memiliki standar bagus.

Ketika bete di hostel atau sudah tidak ada jadwal kunjungan ke tempat wisata di Ho Chi Minh. Saya dan Rudy lebih memilih pergi ke September 23 Park yang jaraknya hanya 200 meter dari hostel. Dari situ, saya jadi lebih tahu keseharian warga lokal dan bagaimana pemanfaatan taman sebagai ajang sosialisasi serta tempat hiburan di Ho Chi Minh City.

Pas malam hari aktivitas olahraga juga tidak berhenti. Mereka biasanya latihan main Da Cau yang sudah menjadi olahraga nasional di Vietnam. Da Cau dimainkan oleh siapa saja dan dari kalangan mana saja.  Permainan dilakukan satu lawan satu, kalau yang sudah jago bisa dengan satu lawan dua. Main pakai kaki denga menendang shuttlecock yang diarahkan ke lawan. Bolanya beda dengan shuttlecock untuk bulutangkis, meski sama-sama menggunakan bulu binatang.

Permainan ini seru karena nggak cuma laki-laki yang bisa melakukannya. Bahkan pertandingan amatir yang saya lihat. Ada seorang ibu melawan dua orang dan memenangkan permainan.

taman di saigonTaman lain yang sempat saya kunjungi yakni April 30th  Park. Letaknya berseberangan dengan Notre Dame Cathedral.

Taman kota di Ho Chi Minh banyak yang tidak langsung menyatu dalam satu kawasan. Biasanya terdapat jalan besar yang membelah taman dan membagi menjadi dua hingga empat taman kecil. Seperti di taman ini yang desainnya berada di pusat sejarah kolonial Ho Chi Minh. Jalanan utama yang ramai di antara taman-taman penuh pohon. Selain jadi tempat santai, manfaat lainnya sebagai paru-paru kota.

Pohon-pohon besar mendominasi taman dengan area rumput dan jalan setapak yang berisi beberapa deret bangku. April 30th Park punya cerita tersendiri, karena tempat ini menjadi arena penyelenggaraan perayaan di Ho Chi Minh setiap tahun ditanggal yang sama.

Banyak yang bisa dilakukan di taman ini, yang biasanya jadi ajang tempat berkumpul pelajar. Entah untuk belajar kelompok atau sekedar ngerumpi waktu sore hari. Main gitar, untuk lokasi foto, dan tempat cuci mata yang murah meriah. Di sekitar taman juga ada beberapa kedai kopi yang layak dikunjungi.

kegiatan di taman ho chi minh city

Tapi kalau hanya sekedar ingin bersantai di taman juga nggak masalah. Saya jadi tambah betah, karena ternyata ada banyak pedagang asongan yang menjual makanan ringan khas vietnam. Jika makanannya nggak perlu diolah, pedagang-pedagang tadi akan berkeliling menawarkan. Namun, ada juga di pojok taman, beberapa pedagang yang membuka lapak non permanen yang siap angkut kapan saja. Hebatnya meski banyak pedagang asongan, taman ini tetap rapi dan bersih. Nggak ada tuh trotoar menghitam karena bekas pedagang gorengan.

berjualan di ho chi minh city

Pembeli makanan pun bisa ngemper atau duduk di trotoar dengan leluasa. Uniknya pas jajan makanan kaki lima. Setiap minuman atau makanan apa pun yang diletakkan di tanah/trotoar, pasti dilapisi kertas koran agar tidak kotor. Sayangnya, ada juga beberapa jenis peniupan yang dioperasikan di taman, target utamanya tentu saja para wisatawan.

Ruang publik di Ho chi Minh benar-benar memenuhi syarat dan mengakomodir banyak kepentingan. Saya jadi punya angan-angan kalau Jakarta dan kota lain di Indonesia bisa punya lebih banyak taman, yang tentu saja kebersihan dan kerapiannya bisa terjaga dengan baik. Semoga saja ya.

NB : Banyak taman kota di Ho Chi Minh City yang belum sempat saya kunjungi. Masing-masing punya keunikan dan pemandangan yang berbeda-beda. Berikut daftar taman kota yang bisa dijadikan referensi serta tempat wisata gratis saat ke Ho Chi Minh :

  1. HOÀNG VĂN THỤ PARK: Hoàng Văn Thụ and Phan Đình Giót streets, Tân Bình District
  2. THỦ THIÊM TUNNEL PARK: Cây Bàng Street (above Thủ Thiêm Tunnel entrance), District 2
  3. TAO ĐÀN PARK: Nguyễn Du and Nguyễn Thị Minh Khai streets, District 1
  4. THE CRESCENT WALK & HỒ BÁN NGUYỆT PARK: Tôn Dật Tiên Street, District 7
  5. BOTANICAL GARDENS & ZOO: Nguyễn Bỉnh Khiêm Street, District 1
  6. VĂN THÁNH PARK: 48/10 Điện Biên Phủ Street, Bình Thạnh District
  7. APRIL 30th (30/4) PARK: Hàn Thuyên and Alexandre de Rhodes streets, District 1
  8. LÊ VĂN TÁM PARK: Võ Thị Sáu and Điện Biên Phủ streets, District 1
  9. SEPTEMBER 23rd (23/9) PARK: Lê Lại and Phạm Ngũ Lão streets, District
  10. GIA ĐỊNH PARK: Hoàng Minh Giám Street, Gò Vấp District
  11. BÌNH QUỚI PARKS: Bình Qưới Street, Thanh Đa Island, Bình Thạnh District
  12. LÊ THỊ RIÊNG PARK: Cách Mạng Tháng Tám Street , District 10
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *