Serba-Serbi Street Art di George Town, Penang #3

Menghabiskan waktu di Penang dengan hanya berburu street art rasanya perlu waktu dua hari dengan jeda istirahat siang dan kulineran. Ditambah lagi George Town yang dipenuhi dengan shophouses juga sayang kalau tidak diabadikan. Rumah sekaligus toko yang masih dipakai dan sengaja dilestarikan punya keunikan masing-masing dari sisi seni dan arsitekturnya.

Rumah dan toko yang digunakan untuk berjualan, sebagian besar tak luput dari seni lukis untuk menggambarkan ciri khas apa yang mereka jual. Tapi ada pula yang ditempeli karya-karya seniman berupa patung.

Berikut seri terakhir dalam artikel saya yang membahas rangkaian street art terbuat dari bahan baja yang fotonya berhasil saya abadikan.

mural di penang
Retail Paradaise

Retail Paradaise di Lebuh Campbell

Di Campbell Street, Reggie Lee menyalurkan bakatnya dengan menggabungkan seni sekaligus ide kreatif yang berkaitan dengan jalan bersejarah ini. Di George Town Penang, Campbell Street merupakan pusat perbelanjaan paling digemari sejak 1950-an sampai 1970-an. Lokasi ini begitu populer dan terdapat deretan toko-toko. Kebanyakan yang dijual belikan di area ini merupakan grosir pakaian jadi.

Karya Reggie bercerita tentang seorang pencuri yang tertangkap polisi. Bisa jadi yah, pencuri ini sedang berkeliaran di toko-toko retail yang ada di Campbell Street.

wisata murah penang
Spy

Spy di Lorong Kampung Malabar

Ada mata-mata di Penang? Yup, karya seni berjudul Spy ini menghiasi dinding yang berlokasi di Kampung Malabar, George Town. Konon, dari abad ke 19 sampai sepuluh tahun sebelum perang dunia kedua dimulai. Daerah di Jalan Cintra dan kampung Malabar menjadi pusat keberadaan orang-orang Jepang di Penang. Mereka bekerja sebagai pedagang dan menjalankan banyak bisnis. Tapi tak hanya sekedar berdagang, profesi mereka dianggap sebagai kamuflase.

Salah satu yang dipercaya yakni adanya toko fotografi yang dianggap sebagai sarang spionase atau mata-mata. Hal ini lumrah, mengingat perang dunia membutuhkan mata-mata untuk mencari tahu strategi perang musuh. Di daerah itu juga tumbuh tempat para wanita Jepang yang memberi kesenangan pada lelaki hidung belang dan biasa disebut Karayuki-san.

Sentimen Jepang pun meningkat ketika Perang Tongkok-Jepang (1937-1945). Ketika Perang Dunia ke-2 hampir dimulai, sebagian orang Jepang malah sudah meninggalkan George Town.

wisata penang murah Mahjong di Lorong Stewart

Beberapa kali melewati Stewart Lane, saya pikir tempat ini terlihat lebih artistik karena ada karya seni yang menggambarkan kegiatan burung yang sedang terbang. Memang benar, itu kumpulan burung pipit. Saya pikir, burung-burung itu terbang mengepakkan sayap saat pagi hari. Tapi, ternyata arti karya seni itu lebih dalam lagi.

Di Penang, kebiasaan main mahjong telah lama dilakukan penduduk setempat. Permainan ini tentu saja dibawa oleh Cina peranakan. Permainan yang lama-lama menjadi hobi dan berangsur menanamkan kebiasaan buruk seperti berjudi, ketika seseorang tidak bisa mengendalikan hasrat dan tantangan main mahjong.

Permainan ini pun juga menyebabkan penggemarnya bisa duduk hingga larut malam. Kebiasaan yang tak baik bukan ? Untuk mengabadikannya, bukan dengan karikatur judi, melainkan dengan gambar kawanan burung yang jatuh ke dalam bantuan. Orang berjudi yang kalah, bisa terlilit hutang dan butuh bantuan, kan?!

Dan kenapa burung pipit ? Burung pipit dikenal di Hokkien sebagai burung mahjong.

wisata murah di penang
High Counter bercerita tentang tempat berhutang.

High Counter di Lebuh Carnarvon

Seorang ibu berperawakan gemuk seperti memanjat dinding. Cerita dibalik street art ini menggambarkan tentang cara berhutang. Terletak di persimpangan Chulia Street, street art ini menempel pada tembok di sebuah toko. Bisnis gadai yang sempat merebak di Penang dan menjadi solusi bagi orang yang kekurangan uang. Jadi, tentang hutang dan pinjam uang, sampai dibuatkan sebuah karya seni ya.

Ah Quee di Lebuh Ah Quee

Ah Quee Street Art, dinamakan demikian karena terletak di Jalan Ah Quee
mural di penang
Property, judul street art yang hampir tidak terlihat.

Sayang sekali, salah satu street art ini saat siang hari sulit dinikmati karena bagian temboknya berjamur dan menghitam. Antara ingin memberi kesan kuno pada bangunan-bangunan di Penang, tapi tetap ingin menonjolkan street art yang sudah ada. Maka dipasang lampu mengelilingi karya berjudul Property ini. Waktu yang tepat untuk melihatnya, ya pas malam hari.

Procession di Lebuh Armenian

Procession

Then & Now di Lebuh Armenian

Then & Now yang tidak terlihat karena jamur memenuhi tembok.

Karikatur yang diabadikan dalam patung baja ini dibuat kartunis Tang Mun Kian. Bercerita tentang keadaan dulu dan sekarang di area Armenian Street. Lokasi ini dulunya merupakan pusat dagang tembaga. Lama kelamaan berkembang menjadi area daur ulang koran bekas, botol, kaleng minum dan barang-barang.

street art penang
Too Narrow Street Art
travel blogger indonesia
The Cannon Hole

The Cannon Hole

Karya ini diberi nama The Cannon Hole yang dibuat tahun 2013. Dipasang di Jalan Canon, saat saya mengambil fotonya penuh perjuangan, karena harus jongkok dan nyempil di antara mobil-mobil yang parkir di depannya.

Dibuat kartunis bernama Tang Mun Kian, The Cannon Hole bercerita tentang becak yang menghilang dalam sebuah lubang, sementara penumpangnya hanya melongok dengan takjub.

Ada kisah sejarah menarik dibalik pembuatan karya seni tersebut. Tahun 1867, terjadi kerusuhan dan sebuah meriam menembakkan pelurunya hingga menembus tembok, yang sekarang masih ada di Masjid Acheen Street. Lokasinya pun tidak berdekatan, tetapi berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Cannon.

Dari kumpulan foto street art George Town Penang yang ada di blog saya, ternyata hanya sebagian saja yang berhasil saya kumpulkan. Alasannya klise karena saya kurang jeli dan tidak benar-benar menggunakan peta saat menelusurinya.

Buat kalian yang nanti merencanakan pergi ke George Town Penang, saya punya beberapa tips untuk memulai perburuan street art agar jalan-jalan menjadi menyenangkan, meski punya waktu terbatas saat berlibur di sana.

Ambil peta wisata saat di airport atau tempat menginap.

Jika naiik pesawat dan mendarat di Bandar Penang International, setelah melewati pemeriksaan imigrasi. Jangan lupa ambil peta yang diletakkan di beberapa counter informasi wisata. Ada beberapa pilihan mulai dari peta rekomendasi wisata kuliner, sampai kunjungan museum. Bisa ambil keduanya, karena nanti akan mendapatkan kupon potongan harga masuk museum. Dan jangan sampai lupa untuk mengambil peta khusus berisi jalur menyusuri street art dan mural.

Lebih baik jalan kaki di hari pertama.

Yup jika masih hari pertama mending jalan kaki. Kegiatan sangat fun yang bisa Anda lakukan. Bangun pagi, mandi, sarapan, dan bergegas jalan-jalan berkeliling George Town untuk mencari lokasi-lokasi di mana puluhan karya seni dipasang.

Ada dua tempat yang disarankan untuk mengawali perburuan ini agar lebih mudah. Pertama lewat Komtar, terminal bus di George Town. Atau mulai dari Weld Quay, lokasinya berdekatan dengan Fort Cornwallis, benteng pertahanan yang dibangun Inggris dahulu kala.

Keuntungannya, selain lebih mudah menemukan street art yang lucu dan unik, kita juga akan melewati tempat-tempat bersejarah di Penang. Setali tiga uang, bisa juga mampir ke museum atau mampir makan siang.

Kenapa sih mesti pagi-pagi berangkat ? Karena mural populer yang jadi incaranmu, bisa jadi juga menjadi incaran wisatawan lain. Malas kan kalau harus lama-lama antri untuk berfoto.

Pakai pakaian yang nyaman dan buat foto instagramable.

Namanya juga wisata, pakai baju nyaman sepertinya sudah menjadi bagian tak terelakkan. Tapi akan tambah asyik ketika pakai pakaian nyaman yang tetap terlihat menarik dan instagramable. Kalian pasti tidak akan tahan untuk tidak segera mengunggah foto-foto yang diambil di spot-spot menarik selama di Penang.

Niat mengumpulkan semua mural ?

Saya menyarankan untuk sewa sepeda daripada kecapekan karena beberapa lokasi letaknya mungkin jauh dari penginapanmu. Yang jelas saat berburu street art, jangan lupa bawa air mineral yah. Semakin siang, udara semakin panas, dan jangan sampai kalian dehidrasi.

Jadi, kapan kamu wisata ke Penang ?

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *