Siapakah Lady Raffles

Oh thou whom neer my constant heart
One moment hath forgot
Tho fate severe hath bid us part
Yet still – forget me not

Satu bait puisi di atas ditulis untuk Olivia Mariamne Devenish. Siapa wanita ini ? Kita tentu udah pernah baca dari buku-buku sejarah perihal Thomas Stamford Raffles. Pria asal Inggris yang pernah bertugas di Jawa tahun 1811-1816. Wanita tadi punya peran penting sebagai pendorong dan pendukung karir Raffles.

Yap, Olivia adalah istri Stamford Raffles. Gubernur Jendral yang namanya tersohor itu. Istilah dibalik pria sukses ada wanita di belakangnya, sudah terbukti.

Tak lama setelah menikah Thomas S.Raffles naik jabatan dan ditempatkan di Penang tahun 1805. Ia juga mengajak Olivia ke Malaysia selama beberapa tahun. Kemudian karir Thomas menanjak 6 tahun kemudian karena dipercaya menjabat sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda tahun 1811. Otomatis mereka pun pindah dan tinggal di Buitenzorg dan tinggal di sana.

Suasana dan alam Bogor yang mendukung hobi mereka berdua untuk membudidayakan tanaman. Lahan belakang rumah dinasnya di Bogor itu disulap menjadi taman besar yang sekarang ini kita kenal sebagai Kebun Raya Bogor.

Pertemuan Olivia dan Thomas

Olivia yang lahir tanggal 17 Februari 1771 itu sebelum bersama Thomas pernah menikah dengan Jacob Cassivelaun Fancourt asisten dokter bedah British East India Company (perusahaan dagang Hindia Timur Britania). Mereka menikah 26 Mei 1793, di Madras, sekarang disebut Chennai, ibukota negara bagian Tamil Nadu di India. Syaangnya, pernikahan itu tidak berlangsung lama karena suaminya meninggal di Punjab tahun 1800.

Ketika Olivia mengurus uang pensiun mendiang suaminya, ia bertemu dengan Thomas. Usia Olivia dan Thomas terpaut 10 tahun lebih tua. Dan waktu itu, Thomas masih menjabat sebagai pegawai British East India Company.

Keduanya saling tertarik, lalu menikah di St George’s Church, Bloomsbury, London.

Olivia, istri yang setia dan pendamping suami yang baik. Sama seperti Thomas S. Raffles yang banyak berjasa bagi Indonesia, mulai dari perhatiannya pada penemuan Borobudur dan bunga bangkai. Olivia dikenal sebagai bangsa asing yang pandai bergaul dengan pribumi Jawa.

Ia berjasa memperkenalkan reformasi sosial di kalangan orang-orang Jawa. Namun sayang, saat usianya menginjak 43 tahun, sang Lady Raffles terserang penyakit malaria. Penyakit yang pada akhirnya merenggut nyawa banyak orang, kala itu.

Ia dimakamkan di Buitenzorg sampai akhirnya jasad Olivia dipindahkan ke pemakaman Eropa Kebon Jahe Kober yang sekarang lebih dikenal dengan nama Taman Prasasti.

Olivia disemayamkan berdampingan John Casper Leyden, sahabat Olivia dan Thomas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *