Bukit Punthuk Setumbu, Kecantikan Borobudur Berselimut Kabut

Berulang kali ke Magelang dan mengunjungi Candi Borobudur, tampaknya tak membuat saya lelah dan bosan untuk menyingkap kecantikannya. Sudah terbiasa melihat kemegahan peninggalan Syailendra saat berwisata ke candi yang sempat menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia. Perjalanan wisata saya kali ini malah berkebalikan. Ingin melihat mungilnya Candi Borobudur dari Punthuk Setumbu.

Bangun Lebih Pagi Demi Menuju Punthuk Setumbu

Perlu perjuangan pergi ke Punthuk Setumbu. Bukan karena medannya yang berat. Tapi menghalau rasa kantuk dan dinginnya udara pagi. Terlalu pagi malah. Saya bangun pukul tiga pagi demi mengincar foto terbaik yang bisa diambil dari Punthuk Setumbu. Dengan alasan, tak ingin kehilangan momen berharga munculnya sang fajar menghiasi Candi Borobudur.

Mata harusnya masih terpejam dan badan merasakan kehangatan selimut. Tapi saya bergegas menyiapkan diri. Sikat gigi serta cuci muka seadanya. Siapa yang tahan mandi terlalu pagi dengan udara dingin Magelang ? Badan saya menyerah sebelum diadu dengan air.
punthuk-setumbu-magelang
Perjalanan Menuju Punthuk Setumbu

Perjalanan yang menyenangkan dengan tujuan mengabadikan sisi lain Candi Borobudur dari Punthuk Setumbu berjalan lancar. Dari hotel tempat saya menginap hanya butuh waktu tempuh sekitar tiga puluh menit menggunakan kendaraan bermotor atau mobil. Tepat di depan kompleks taman wisata Candi Borobudur, mobil yang membawa saya dan rombongan mengambil jalur menuju ke arah Hotel Manohara. Tak jauh dari sana terdapat tulisan Borobudur Nirvana Sunrise.

Hari masih gelap dengan udara dingin yang menyapa tubuh, meski tak sedingin ketika berada di Gunung Lawu atau menunggu golden Sunrise di Gunung Prau. Saya segera menuju loket pembelian tiket dan menyerahkan uang Rp 15.000,- untuk membeli tiket masuk Punthuk Setumbu. Di sana jelas terpampang bagi wisatawan asing dikenakan Rp 30.000,-

Perjalanan belum berakhir, saya harus berjalan mendaki menuju bukti Punthuk Setumbu yang memiliki ketinggian 400 mdpl. Lumayan olahraga dan mencari keringat untuk menghangatkan badan.

Cantiknya Borobudur dari Bukit Punthuk Setumbu

Setelah sampai di puncak bukit Punthuk Setumbu, mentari memang belum bersinar. Pagi yang gelap meski suasana tak senyap. Banyak wisatawan yang juga datang ke bukit ini untuk menyaksikan pemandangan yang sama. Melihat kegiatan sehari-hari sang fajar menyingsing sebelum memberikan sinarnya yang terik. Tentu saja dengan lanskap unik kerumunan hutan yang di tengahnya tersempil mungil Candi Borobudur terlihat dari kejauhan.
puthuk-setumbu
Perlengkapan foto telah saya siapkan. Tripod telah ditegakkan, lensa tele pun sudah terpasang di badan kamera. Menunggu sambil merasakan udara segar tak berpolusi. Mata saya pun awas, menanti detik yang tepat memencet tombol di kamera. Saat yang dirasa tepat. Cekikrek…cekikrek…cekikrek. Tak hanya suara dari kamera saya, wisatawan lain pun membidikan kameranya ke arah obyek yang dituju.

Sebenarnya matahari malu-malu. Sinarnya yang merona tak kunjung datang menyerang, meski pagi yang gelap berangsur cerah. Tapi saya pun tak putus asa. Berusaha menunggu keindahan lain Candi Borobudur yang ada di dalam imajinasi, bisa divisualisasikan dalam fotografi.

Menit-menit berlalu, pagi pun cerah memperlihatkan pemandangan sekitar di Punthuk Setumbu. Wisatawan berjejer menikmati pemandangan, dan mayoritas saat itu turis mancanegara. Saya tak mendapatkan Candi Borobudur disinari cahaya sang surya. Tapi tak kalah cantiknya, Borobudur berselimut kabut, menyapa pandangan mata, dari ketinggian di Punthuk Setumbu.

Alamat: Jl.Borobudur Ngadiharjo KM 4 km, Kurahan, Karangrejo, Kec. Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *