Mudahnya Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Barat

Pertengahan 2017 masa berlaku paspor saya sudah habis. Saya mesti buru-buru melakukan perpanjangan karena akan melakukan wisata di bulan Mei.

Sebenarnya persyaratan membuat paspor baru dan perpanjang paspor tidak berbeda. Hanya saja karena saya ada di Jakarta beberapa berkas penting harus saya kirim dari kampung halaman. Setelah mencari tahu lebih lanjut. Saya memutuskan memperpanjang paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Barat yang lokasinya lebih dekat dari tempat tinggal. Letaknya tepat bersebelahan dengan Museum Keramik.

Saya menyiapkan tiga dokumen yang diwajibkan sebagai persyaratan perpanjangan paspor, antara lain :

1. KTP asli dan satu lembar foto copy
2. Kartu keluarga asli dan satu lembar foto copy
3. Akte kelahiran dan satu lembar fotocopy.
4. Paspor lama dan fotocopy nya.

 

Dokumen lain yang dibutuhkan seperti surat keterangan bekerja dari kantor atau surat keterangan domisili dari RT dan RW tempat kita tinggal, jika bukan KTP Jakarta.

Surat ini memang sebagai penguat karena ada orang yang berdomisili di Jakarta dengan KTP luar kota kesulitan membuat paspor karena tidak memiliki surat tersebut. Saya hanya bawa kartu identitas kerja saja yang nantinya ditunjukkan kepada petugas.

 

Rela Bangun Super Pagi

Tantangan mengurus berbagai macam hal di Jakarta yaitu waktu.

Saya berjaga-jaga harus ambil cuti karena bisa jadi antri seharian dan baru selesai sore hari. Saya bela-belain bangun jam setengah empat pagi untuk bersiap-siap dan berangkat pukul 4.25 naik ojek online ke Kota Tua.

Tentu jalanan tidak macet dan sampai dalam 30 menit. Sisa-sisa sampah di beberapa sudut Kota Tua juga masih berserakan dan belum dibersihkan. Saya tergopoh-gopoh jalan cepat untuk mengambil antrian meski kantor imigrasi memang belum buka dan waktu menunjukkan pukul 05.00 WIB. Alamak, ternyata sudah ada belasan orang berbaris di depan kantor imigrasi.

 

Kebetulan saya berbarengan dengan ibu-ibu yang juga akan perpanjang paspor. Saking takut kehabisan antrian, si ibu parkir mobil di tempat lokasi yang tidak seharusnya, sampai diperingatkan petugas agar memindahkan mobilnya. Syukurlah saya dapat antrian nomer 14. Itu pun kartu antrian belum ditangan.

 

Daripada capek berdiri berjejer-jejer. Salah seorang dari kami berinisiatif menuliskan nama sesuai urutan pada secarik kertas. Telat 15 atau setengah jam saja, antrian sudah mengular sampai nomer 50-an. Baru sekitar jam enam an pagi, satpam imigrasi membagikan kartu dan menyuruh kami semua masuk ke ruang tunggu.

 

Saat inilah, tetap harus sigap berbaris karena ada saja orang yang mau menyerobot masuk dan mengaku-ngaku datang sejak pagi.

 

Perpanjangan Paspor

Sistem pembuatan dan perpanjangan paspor sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah dengan pendaftaran online. Namun, ketika saya akan melakukan pendaftaran, sistem tersebut sempat beberapa hari tidak bisa diakses. Padahal dengan sistem online saya tidak perlu datang subuh-subuh, antrian juga lebih sedikit.

 

Pengurusan paspor manual dibatasi menjadi 100 orang saja per hari. Itu pun tidak menentu. Salah satu orang yang antri bercerita harus bolak-balik sampai tiga kali ke imigrasi karena kehabisan tiket. Pertama dia datang jam tujuh, yang tentu saja kuota sudah habis. Dihari berikutnya, ketika datang agak lebih pagi sistem rusak dan hanya dibatasi menjadi 30 orang.

 

Menjelang pukul delapan pagi, kepala imigrasi memberikan penyuluhan tentang berbagai macam hal termasuk apa saja yang diperlukan untuk perpanjangan paspor, pembuatan paspor baru, dan persyaratan pembuatan paspor untuk anak serta lansia.

 

Semua dijelaskan secara detil bahkan diberikan waktu tanya jawab sebelum pukul delapan ketika jam operasional dibuka. Semua ini dilakukan dengan harapan proses administrasi lebih mudah, efektif, dan efisien mengingat banyaknya antrian. Untuk surat penting yang tidak memenuhi syarat atau tertinggal biasanya akan diberi kelonggaran waktu untuk mengambil sampai pukul 10.00 WIB.

 

Kloter panggilan pertama ditujukan untuk para lansia yang usianya lebih dari 60 tahun. Antrian khusus ini diberikan bagi mereka yang berusia lanjut di loket khusus.

 

Tiba giliran saya dipanggil. Saya harus antri sebentar di loket pemeriksaan dokumen. Mulai dari KTP asli, kartu keluarga asli, akte kelahiran, dan paspor dicek serta dicocokan namanya. Nama pada tiga dokumen tadi menjadi acuan untuk perpanjangan paspor. Jika nama pada salah satu data tidak sama. Biasanya akan menjadi masalah dan membutuhkan surat keterangan lain. Misalkan Anda seorang nasrani dalam KTP tidak tercantum nama baptis. Maka harus menyertakan surat baptis sebagai dokumen tambahan.

 

Semua dokumen asli dikembalikan beserta satu map berwarna biru yang berisi berkas foto copy, nomer antrian untuk tahap selanjutnya serta selembar kertas yang perlu diisi.

 

Saya wajib mengisi lembar kertas berupa data pribadi serta sebagai surat pernyataan bahwa apa saja yang saya tuliskan di sana adalah benar. Tahap selanjutnya yaitu proses wawancara dan foto. Sama seperti ketika membuat paspor baru. Ketika perpanjangan paspor, wawancara juga dilakukan untuk menanyakan tujuan pembuatan paspor. Tahap ini tidak memakan waktu lama hanya lima menit.

 

Selanjutnya proses foto dan pengambilan sidik jari. Setelah semuanya selesai. Saya mendapatkan kertas yang berisi rincian biaya perpanjangan paspor. Paspor bisa diambil dalam lima hari kerja, dihitung dari masa pembayaran biaya tersebut.

 

Proses perpanjangan paspor di imigrasi sangat mudah. Tidak perlu calo, bayar hanya Rp 355.000 dan singkat. Untungnya datang pagi dan rela antri saat subuh, sembilan pagi saya sudah selesai mengurus semuanya di kantor imigrasi Jakarta Barat. untuk mereka yang datang agak siang. Siap-siap saja menunggu sampai siang hari. 😀

 

Pembayaran Administrasi Perpanjangan Paspor

Bayar paspor sangat mudah, bisa dilakukan dibanyak bank atau melalui kantor pos.

Saya memilih membayar di Bank Negara Indonesia yang dekat dengan stasiun kota.

Tinggal menunjukkan kertas tersebut dan bukti bayarnya saya simpan saat pengambilan paspor di hari Jumat. jadwal pengambilan paspor dibuka setiap hari sejak pukul 10.00 – 16.00 WIB.

 

Saya mengambil antrian di salah satu loket dan sepuluh menit kemudian nama saya dipanggil, sambil memberikan bukti pembayaran. Petugas mencarikan berkas dan menyerahkannya paspor baru pada saya.

 

Paspor lama bisa ditinggal atau diambil untuk kenang-kenangan perjalanan. Syaratnya hanya perlu foto copy paspor baru dan menyerahkannya kepada petugas. Paspor lama bisa saya miliki plus potongan pada nomor paspor sebagai tanda bahwa paspor tersebut tidak berlaku lagi.
NB : Perpanjangan paspor hanya bisa dilakukan enam bulan sebelum masa berlaku paspor habis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *