gili trawangan boat

Pulau yang luasnya hampi enam kilometer ini memang cantik. Meski kecil, malah jadi salah satu pusat wisata favorit di Lombok. Pemandangannya yang bagus, banyak kegiatan asyik yang bisa dilakukan di sana, ditambah udara bersih karena penduduknya ada aturan menggunakan cidomo daripada kendaraan bermotor.

Transportasi utama menuju dan dari Gili Trawangan pakai fast boat atau kapal nelayan. Saya pilih pakai kapal cepat karena waktu tempuhnya lebih pendek. Berangkat dari pelabuhan Padang Bai, beberapa kapal boat hilir mudik bergantian berlabuh mengangkut penumpang yang mayoritas backpacker, pelancong pembawa tas gendong dalam ukuran besar-besar. Tapi nggak sedikit juga yang bawa koper ukuran jumbo.

Kebetulan kapal yang mengangkut, tujuan utamanya Gili Trawangan. Jadi, Gili Meno dan Gili Air dilewati terlebih dahulu baru.

gili trawangan harbour

Jadwal kebrangkatan yang saya pilih pukul 11 siang, karena telat beli tiket travel minivan saat di Kuta. Saran dari penjualnya, sebaiknya ke Gili Trawangan ambil jadwal paling pagi atau selambat-lambatnya saat siang hari. Jika terlalu sore, dikhawatirkan cuaca tidak bagus dan perjalanan bisa semakin lama.

Sesampainya di pelabuhan Gili Trawangan, kami tidak lekas mendarat. Kapal cepat yang saya tumpangi masih harus antri menunggu kapal lain yang menurunkan penumpang. Tidak ada dek khusus yang digunakan untuk bersandar kapal. Apes jika kapal ditambatkan kurang ke tepi, semua penumpang harus rela menceburkan diri ke air dan baju akan basah hingga selutut.

Mending nggak usah pakai baju panjang atau sepatu jika akan atau pergi ke Gili Trawangan. Semua penumpang juga wajib stand by menunggu barang bawaan diturunkan dari bagasi. Ini paling penting loh, karena petugas kapal tidak terlalu peduli dengan isi tas kita. Semua barang ditarik dan dilempar begitu saja. Pastikan tidak ada barang penting atau yang rentan rusak di dalam ransel atau koper.

Satu petugas berada di atas untuk menurunkan tas, yang lainnya ada di bawah menangkap tas lalu menyerahkan ke penumpang. Jika tidak siaga menerimanya. Sudah dipastikan tas akan digeletakkan di tepi pantai. 😀 Awas basah kena air laut.

 

gili trawangan boat

kapal dari bangsal ke gili trawangan

Pelabuhan merupakan sentral kegiatan di Gili Trawangan. Penumpang yang datang sudah siap disambut sopir-sopir cidomo yang menawarkan jasa angkut barang dan mengantar ke penginapan. Wisatawan yang mau pergi dari Gili Trawangan pun juga bersiap menunggu kapal cepat di sana.

Kapal-kapal kayu juga dilabuhkan berjajar. Ada yang diperuntukkan bagi penumpang. Sebagian memang digunakan untuk kapal angkut barang serta bahan makanan dari pulau Lombok atau Bali ke Gili Trawangan.

Satu kapal tanggung penuh dengan kardus-kardus bir yang akan menyuplai pesanan kafe untuk pesta malam harinya.

Paling menarik mengamati kegiatan di pelabuhan barang. Hiruk pikuk angkut mengangkut memindahkan barang dari kapal ke pantai, lalu mengangkatnya lagi ke cidomo yang nantinya akan diantar ke rumah atau orang yang memesannya.

tukang angkut di gili trawangan

Pekerja kasar tidak cuma pria berotot, tetapi juga ibu-ibu yang nggak kalah kuat mengangkat sak semen dari satu tempat ke tempat lain.

Dekatan dengan tempat tadi. Seorang sopir cidomo sedang mengecek kuda piaraannya. Mengencangkan sepatu kuda dengan palu dan memukul-mukulnya. Duh, melihatnya saja linu. Biasanya kuda-kuda dicek setiap pagi atau dalam kurun waktu tertentu agar lebih aman sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang.

Tapi dengan segala hiruk pikuknya, pelabuhan Gili Trawangan ini jadi titik paling tepat untuk melihat matahari terbit yang cantik. Saya bisa menikmati rona emas langit dengan bayang-bayang Gunung Rinjani menghitam dan pulau Lombok dari kejauhan.

Jangan sampai telat bangun pagi. Karena momen sunrise ini tidak layak untuk dilewatkan.

gili trawangan sunrise

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *