9 Panduan Mengunjungi Angkor

Angkor  ! Namanya begitu terkenal dan menjadi destinasi paling populer di Kamboja. Kota kecil Siem Reap bahkan punya bandara sendiri yang ternyata luasnya lebih kecil daripada kompleks kota kuno Angkor.

Tolong bedakan Angkor dengan Angkor Wat. Angkor Wat merupakan nama dari salah satu kompleks candi yang menjadi bagian dari Angkor.

Angkor sendiri merupakan nama dari Kerajaan Khmer pada abad ke-9 sampai 15 Masehi. Nama ini diambil dari bahasa Sansakerta yang berarti negara. Wilayah Angkor dengan area sangat kentara kemegahannya. Jadi simak cerita saya sebelum berkunjung ke Angkor.


Temple hoping menjadi kegiatan menarik saat mengunjungi daerah yang punya sejarah panjang tentang kerajaan, berkaitan dengan agama Hindu atau Budha, serta mengeksplorasi peninggalan bangunan yang usianya sudah ratusan tahun. Awalnya saya kira akan semudah menjelajahi candi kuno lainnya seperti yang ada di Indonesia. Tapi di Siem Reap dan menjelajahi Angkor, saya perlu keahlian dan stamina yang super fit.

Wisata di Angkor Wat butuh persiapan ekstra. Pakai sepeda atau sewa tuk tuk plus sopirnya ? Mempertimbankan tiket kunjungan yang dibeli saat ke Angkor Wat. Sampai hal remeh temeh yang ternyata sangat penting untuk disiapkan sebelum berangkat.

angkor wat

Pilih Small Tour Atau Grand Tour ?

Angkor Wat jadi atraksi utama yang ditawarkan Siem Reap. Banyak sekali turis dan pejalan yang tidak ingin melewatkan Angkor Wat dalam daftar perjalanan saat berada di Kamboja. Papan pengumuman di One Stop Hostel tempat kami tinggal menawarkan small tour keliling candi kuno ini.

Saya nggak punya persiapan atau cari tahu terlalu dalam tentang Angkor Wat selain penjelajahan yang bisa dilakukan dalam waktu sehari, tiga, atau seminggu. Dan saat melihat peta yang diberikan resepsionis pun, saya masih belum ngeh seberapa besar area Angkor Wat. *tepok jidat.

Sedangkan grand tour biasanya bisa didapat dari penawaran tuk-tuk yang mangkal di tempat umum. Mereka akan menjelaskan secara rinci tentang small tour, grand tour, serta durasi dan biaya yang perlu dikeluarkan.

Lihat peta berikut ini. Tampak kecil dan mudah dijangkau antara satu kompleks candi dengan kompleks lainnya.

Peta tur wisata di Angkor

Tapi jangan terkecoh ya. Small tour dapat dilakukan dalam waktu satu hari. Sedangkan jika berminat dengan grand tour, tiket terusan tiga hari atau seminggu jadi pilihan terbaik.

Garis merah merupakan tanda rute yang disarankan untuk melakukan small tour, sedangkan untuk grand tour tambahkan rute dengan garis kuning.


Small tour mencakup : Angkor Wat, Kompleks Angkor Thom (Phnom Bakeng, Bayon Temple, Baphoun, Royal Palace, Khleang Sod, Khleang Nord, Elephant Terace), Preah Khan, Ta Noi, Ta Keo, Ta Phrom, Banteay Koei, dan Prasat Kravan.

Grand Tour meliputi seluruh small tour ditambah candi lainnya yang tersisa seperti Prasat Prei, Prasat Kroi Ko, Ta Som, Pre Rup, Prasat Neak Leang.


Belum lagi menjelajahi Bantey Srey, Kbal Spean, dan Phnom Kulen yang harus beli tiket tambahan untuk mengunjunginya, diluar tiket utama.

Jika memang Anda pecinta candi, grand tour memberi kepuasan untuk melihat lebih dekat Angkor Wat. Tapi siapkan uang lebih karena artinya membayar tiket masuk terusan dan minimal dua atau tiga hari menyewa tuk-tuk.

Angkor Wat

Naik Sepeda atau Pakai Tuk-Tuk ?

Saya urung naik sepeda setelah berunding dengan Rudy soal pilih sewa sepeda atau pergi dengan tuk-tuk untuk keliling Angkor. Alasannya sederhana, kami baru pertama kali ke kota kecil ini dan tidak tahu soal Angkor dan candi utama Angkor Wat.

Tidak ingin jadi bego sendiri jika nanti tersasar. Apalagi kami harus berangkat sebelum subuh. Berkendara dengan transportasi umum ini jauh lebih mudah, untuk turis pemula seperti kami.

Saya menyarankan sewa tuk-tuk sendiri dan tidak mengikuti tur yang ditawarkan dari hostel.

Lebih murah dan bisa mengatur jadwal sesuai keinginan kita. Di hostel penawaran sewa tuk-tuk selama 6 jam seharga $15, jika ingin melihat sunrise atau sunset di Angkor Wat maka harus nambah $3. Semua paket tur rata-rata untuk setengah hari.

Banyak sopir tuk-tuk yang mangkal di depan hostel. Mereka biasanya menghampiri turis dan menawarkan perjalanan ke Angkor Wat. Setelah tawar menawar, awalnya saya dapat harga $15 untuk small tour lengkap. Tapi selang beberapa menit, si bapak tiba-tiba mengubah rencana di mana jika ingin small tour harganya $17. Jika saya kekeuh dengan harga $15, maka tidak mendapatkan kunjungan ke Preah Khan. Durasi perjalanan yang dijanjikan selama 10 jam. Mulai dari jam 5 pagi sampai jam 3 sore.

Untuk grand tour dari pagi sampai matahari tenggelam. Tarifnya sekitar $20-$25. Tergantung ketrampilan kita dalam tawar menawar. Akhirnya kami sepakat di angka $17 dan akan dijemput keesokan harinya pukul 4.45 waktu Siem Reap.

Soal naik sepeda berkeliling Angkor Wat, boleh-boleh saja. Tapi siapkan stamina dan mental dulu di kunjungan kedua dan seterusnya nanti.

bayon siem reap
Bayon Temple

Bangun Lebih Awal 

Jangan tidur terlalu malam atau lebih baik pasang alarm agar bisa bangun sebelum subuh. Saya refleks terbangun jam 3-an dan bergegas mandi di kamar mandi umum yang letaknya di luar kamar. Malas saja jika harus antri.

Saat saya menginap, beberapa pelancong bule juga berdatangan dan berencana ke Angkor Wat. Ditambah lagi belasan wisatawan dari Cina yang mayoritas perempuan tinggal di hostel yang sama.

Pentingnya bangun pagi, karena sopir tuk-tuk sangat tepat waktu dan datang jauh lebih awal dari jam yang sudah disepakati. Tengsin dan nggak enak saja jika kami berdua kesiangan. Yang paling penting lagi. Jarak antara hostel dan pintu gerbang Angkor Wat memang hanya 6 kilometer dan bisa ditempuh kurang dari setengah jam. Tapi kami masih harus beli tiket yang loketnya buka jam lima pagi, ditambah kemungkinan mendapati antrian panjang. Selain itu, jarak dari tempat pembelian tiket ke pintu gerbang utama Angkor Wat juga masih tiga kilometer.

Sunrise di Angkor Wat sekitar jam enam pagi. Untuk pertama kalinya kami ke sana, berjaga-jaga agar bisa dapat tempat duduk dan melihat Angkor Wat di dekat danau.

Angkor Wat
Bagian dalam candi Angkor Wat

angkor wat

Berpakaian Yang Sopan dan Nyaman

Cuaca di Siem Reap sangat lembab, lengket, dan panas. Ketika mengunjungi Angkor Wat kesopanan jadi syarat utama. Pilih baju dengan bahan yang menyerap keringat dan tidak bikin gerah. Celana pendek, tank top, you can see, rok pendek, celana pendek, celana robek, dan hot pant tidak diperbolehkan.

Angkor Wat merupakan tempat sakral dan digunakan sebagai tempat ibadah.

Tata krama dan kesopanan sangat diutamakan di sini. Jadi lebih baik menggunakan celana panjang dengan kaos berlengan. Atau terusan panjang berbahan katun untuk perempuan. Banyak turis mengenakan celana panjang katun bermotif gajah yang bisa dibeli di Old Market. Harganya sekitar $3 saja.

Bawa Sarapan Sendiri

Jangan lupa beli bekal sore hari sebelumnya berupa biskuit atau roti. Jangan sampai keliling kompleks Angkor Wat dalam keadaan perut kosong. Bisa-bisa ditengah jalan nanti pingsan. 😀

Saya sempatin makan kenyang malam sebelumnya dan membeli beberapa biskuit. Seperti layaknya piknik massal, hampir semua turis yang datang akan sarapan dengan bekal masing-masing setelah melihat matahari terbit.

Saya dan Rudy ikutan mojok di dekat tangga bersama keluarga bule yang juga sarapan dengan porsi besar.

Banyak pedagang yang berseliweran di pelataran depan Angkor Wat. Setelah melihat sunrise, beberapa menawarkan minuman hangat atau sekedar makanan. Tapi harganya jauh lebih mahal.

Beberapa food truk juga sudah mangkal di tempat parkir sejak saya datang, kira-kira jam 5.15 pagi. Tapi saran saya, mending bawa bekal saja. Lebih enak dan hemat.

Jaga Tiket Baik-Baik

Jika sangat tertarik dengan bangunan dan arsitektur tak apa membeli tiket terusan selama tujuh hari yang harganya $72 atau hampir sejuta rupiah. Ada juga tiket tiga hari yang harganya $62. Kalau saya pilih yang sehari saja karena memang hanya menghabiskan sedikit waktu di Siem Reap. Tiket satu hari harganya $37 dengan waktu kunjungan dari jam 5 pagi sampai jam 6 sore.

Saat kedatangan saya, hampir semua tiket wisata di Kamboja mengalami kenaikan lebih dari 60% per Januari 2017. Tiket satu hari yang biasanya seharga $20 naik menjadi $37.

Siapkan uang USD untuk pembelian tiket karena lebih praktis saat pembayaran. Paling penting, jaga tiket baik-baik agar tidak hilang. Pemeriksaan tiket dilakukan setiap memasuki kompleks candi dan penjaga akan mencocokan wajah kita dengan foto yang ada di tiket masuk.

Tiket terusan selama 7 hari akan dilaminating, sehingga terhindar dari kerusakan. Jika melakukan kunjungan tiga atau 7 hari, simpan tiket dalam dompet dengan rapi agar tidak basah atau terkena noda. Pihak pengelola tidak menerima tiket rusak dan mengharuskan membeli tiket lagi. Jadi rugi kan.

Bawa Sunblock

Matahari di Siem Reap perlahan dan pasti mampu menghitamkan kulit. Jangan lupa bawa sunblock dalam tas untuk dipakai berkala setiap satu jam sekali. Meski banyak pepohonan, tujuan utama menjelajahi Angkor adalah candi-candi tak beratap.

Dari pagi hingga menjelang sore kulit akan terpapar langsung sinar matahari. Apalagi jika menjelang jam 12 siang. Panasnya minta ampun. Salah satu candi yang membuat saya menyerah ketika mengunjungi Phimeanakas. Candi ini bentuknya mirip dengan candi sukuh di Karanganyar dengan ukuran lebih besar.

Saat saya datang ke sana, jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Duh… panasnya sudah sangat terasa. Jika berminat Anda bisa naik sampai ke puncak candi. Saya mengurungkan niat karena tidak kuat lagi mengelilinginya. bahkan Rudy sudah menyerah dan pilih dudu di bawah pohon rindang yang ada di depan Phimeanakas.

Bawa Air Minum

Seperti biasa, saya menenteng air mineral ukuran 1,5 liter.  Di dalam candi mana pun tidak ada penjual air minum yang wara-wiri. Semua kompleks candi terjaga dengan rapi. Penjual makanan dan minuman biasanya ada hanya di pintu masuk setiap gerbang kompleks candi-candi kuno di Angkor.

Jangan sampai dehidrasi deh, air minum sangat penting saat piknik dan berkeliling dari candi ke candi. Temperatur udara menunjukkan 35 derajat celcius. Wah rasanya seperti terpanggang dan baru pertama kalinya saya merasakan udara panas seperti ini.

Kami berdua menghabiskan 3 liter air minum dalam waktu kurang dari enam jam. Satu yang saya bawa dan satu botol lagi kami beli di sebuah warung makan sebelum ke Ta Phrom.

Candi Utama di Angkor

Tak punya banyak waktu seperti saya saat di Angkor Wat? Kunjungi candi utamanya saja yang menarik. Tanya dan ngobrol lebih banyak dengan sopir tuk-tuk yang menjelaskan tentang lokasi dan sejarah tentang Angkor Wat. Berikut candi mana yang unik dan wajib dikunjungi.

Angkor Wat – Candi utama dan paling terkenal. Semua turis yang datang tidak akan melewatkan candi yang satu ini karena menjadi candi pertama yang dikunjungi. Meski bagi saya surise di Angkor Wat tidak terlalu menakjubkan. Tetap tidak salah berkunjung sebelum matahari terbit untuk merasakan atmosfer memasuki candi bersama turis-
turis lainnya.

Bayon temple
Salah satu bagian dari Bayon Temple. (Candi seribu wajah)

Bayon. Candi unik dengan ukiran wajah tersenyum yang menghadap empat penjuru.

Ta Phrom. Candi ini menjadi salah satu yang paling diingat dunia karena Angelina Jolie menggunakannya untuk syuting Tomb Raider. Lebih unik lagi dengan akar-akar pohon raksasa yang menjalar dan memakan bangunan candi.

Preah Khan. Banyak candi di Angkor Wat yang sudah hancur dan hampir tidak berbentuk. Preah Khan salah satu yang unik dengan bentuknya yang memanjang dan mengarahke selatan, utara, barat, dan timur dengan pusatnya berupa lingga di bagian tengah.

Banteay Srei merupakan satu candi yang direkomendasikan sopir tuk-tuk. Tapi saya belum sempat mengunjunginya karena sudah menyerah dengan panasnya udara Siem Reap.

Jadi, serasa masih punya hutang untuk menyelesaikan temple hoping di Angkor Wat. Lain kali saya akan kembali dengan melakukan grand tour untuk menjelajahi kompleks candi kuno ini. Kuat nggak ya ?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *