Panduan Wisata Di Jogja : Ulasan Tempat Wisata Di Jogja

Panduan liburan ke Jogja – Yogyakarta merupakan tempat wisata kedua di Indonesia yang sering disambangi wisatawan internasional selain Bali. Kalau bule saja suka berkunjung ke sana, sebagai orang Indonesia asli, kita tidak boleh melewatkan Yogyakarta untuk dikunjungi.

Jogja menjadi populer karena saking banyaknya destinasi liburan tak pernah selesai untuk disinggahi dari bulan-ke bulan. Mulai dari wisata alam pantai Jogja yang berderet-deret, mau naik gunung, wisata budaya, hingga wisata kuliner yang beragam.

Wisata ke Yogyakarta buat saya hampir sama seperti liburan ke Bali dengan keunikan yang berbeda tentunya. Karena dua provinsi ini secara garis besar sebenarnya memiliki persamaan karena sama-sama lengkap. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata modernnya.

Jalan-jalan murah di Jogja bisa Anda lakukan dengan cara backpacker. Mengunjungi tempat wisata dengan tiket masuk yang terjangkau dan bisa diakses dengan kendaraan roda dua.

Maka, di artikel ini saya akan berbagi tips liburan ke Jogja bagi pemula serta menceritakan beberapa pengalaman backpacker ke Jogja dengan berburu tiket murah.

Info Dan Sejarah Yogyakarta

Yogyakarta menjadi provinsi yang cukup strategis karena memiliki banyak kekayaan alam dan bisa menjangkau kota-kota di daerah dengan lebih mudah. Berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah membuat wisatawan yang berkunjung ke Yogayakarta juga bisa sekalian mengunjungi kabupaten atau kota di Jawa Tengah seperti Solo, yang bisa dijangkau dengan kereta api Prameks.

Yogyakarta memiliki 1 kota dan 4 kabupaten dengan keunikannya masing-masing. Kabupaten Bantul memiliki obyek wisata Kebun Buah Mangunan yang terkenal, Kabupaten Sleman unik dengan kekayaan candi kuno dan pemandangan gunung merapi, di Kabupaten Kulonprogo bisa menjelajah dan berwisata kuliner, dan jangan lewatkan untuk mengunjungi kabupaten Gunung Kidul yang kaya dengan wisata pantai Jogja serta wisata petualangan menyusuri gua karst.

Iklim Dan Cuaca Di Jogja

Pergi berwisata sebaiknya jangan melupakan untuk memilih destinasi sesuai dengan iklim dan cuaca. Jangan salah kaprah ketika musim hujan malah salah memilih tujuan wisata, karena hanya membuang waktu dan membuat Anda kecewa.

Misalnya ingin pergi ke pantai tetapi memilih waktu saat bulan Oktober-Maret, pemilihan ini sebaiknya dihindari.

Begitu pula yang ingin liburan sambil melakukan kegiatan landscape photography. Maka harus bisa memahami kapan sebaiknya memilih waktu berlibur, jam, serta ada event apakah yang sedang diselenggarakan di Yogyakarta.

Cara Menuju Ke Jogja

Ingin liburan ke Jogja dengan menyingkat waktu perjalanan bisa menggunakan pesawat terbang. Hingga saat ini mayoritas penerbangan mendarat di Bandara Internasional Adi Sucipto.

Meskipun sudah ada bandara yang lebih besar yaitu di Kulon Progo. Anda perlu cek dulu maskapai penerbangan yang digunakan apakah mendarat di Adisucipto ataukah bandara Kulon Progo.

Hal ini disebabkan waktu tempuh menuju kota dari bandara Adisucipto jauh lebih dekat.

Perjalanan ke Yogyakarta dari Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Jadi, pesawat terbang memang sangat efisien waktu. Terutama bagi Anda yang memiliki waktu pendek untuk liburan di Yogyakarta.

Anda bisa memanfaatkan fasilitas kereta antar stasiun dalam kota untuk menjangkau Kota Jogja dengan naik kereta Prameks yang menghubungkan stasiun Maguwoharjo ke Stasiun Tugu Jogja.

Tak hanya di Yogyakarta saja, sering kali ketika harus menuju ke Solo tetapi rute pesawat Jakarta – Solo sudah habis. Maka ada penumpang yang memilih untuk mendarat di Jogja kemudian meneruskan perjalanan menggunakan kereta ke Solo.

Jika Anda membutuhkan nomor telepon Bandara Internasional Yogyakarta. Anda bisa mencatat informasinya berikut ini.

Nomor telepon Bandar Udara Internasional Adisucipto +62 274 484261.
Tourist Information Service : + 62 274 387202

Cara Ke Yogyakarta Dengan Kereta Api

Untuk sebagian orang, ada yang memilih menuju ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Meskipun durasi perjalanan jadi lebih lama. Namun, pecinta kereta api sering kali mendapatkan pengalaman tersendiri jika harus pulang pergi dari Jakarta ke Yogyakarta, atau Surabaya – Yogyakarta, bahkan bandung ke Yogyakarta.

Jadi, tak ada salahnya jika Anda ingin ke Jogja. Bisa mencoba naik kereta api dan merasakan keakraban dengan para penumpangnya.

Sedikit buka rahasia tentang naik kereta. Jika ingin benar-benar merasakan keakraban antar penumpang. Anda bisa mencoba kereta api kelas ekonomi.

Bisa jadi karena tempat duduknya yang berhadapan membuat penumpang mau tidak mau jadi saling sapa dan mengobrol.

Di Yogyakarta terdapat dua stasiun untuk menurunkan penumpang dari beberapa kota. Ketika naik kereta api dengan kelas eksekutif ataupun bisnis maka kereta api akan berhenti di Stasiun Tugu.

Tetapi jika naik kereta ekonomi, maka akan berhenti di Stasiun Lempuyangan.

Bisa dibilang jika mau memilih stasiun yang letaknya strategis, maka harus naik kereta bisnis atau eksekutif karena akan langsung turun di stasiun Tugu Jogja yang lebih dekat ke Malioboro.

Namun, jika memang Anda memilih untuk naik kereta api kelas ekonomi. Tak ada salahnya jika turun di Stasiun Lempuyangan. Toh menuju Malioboro saat ini jauh lebih mudah karena Anda bisa memanfaatkan aplikasi ojek online.

Cara Ke Yogyakarta Dengan Bus

Jadi busmania ? Anda tetap bisa jalan-jalan ke Jogja dengan menggunakan bus. Terminal utama Giwangan letaknya 4 kilometer dari pusat kota. Sehingga mudah dijangkau.

Ada layanan regular dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya menuju Yogyakarta.

Untuk menuju pusat kota dari terminal, Anda bisa menggunakan Trans Jogja yang tarifnya Rp 3.000 sekali jalan.

Cara Menuju Yogyakarta Dengan Mobil

Liburan ke Yogyakarta naik mobil memang sering dipilih sebagian orang. Terutama ketika musim mudik tiba. Sekalian merayakan Idul Fitri di kampung halaman, tetapi bisa lanjut liburan bersama dengan keluarga.

Yogyakarta bisa dijangkau dengan mobil lewat jalur selatan melalui Bandung. Namun saat ini sebagian besar menyukai lewat Pantura karena sudah ada jalur tol. Kemudian melewati Semarang, Magelang, barulah sampai ke Yoyakarta.

Keliling Yogyakarta Naik Transportasi Tradisional

Jika berbicara Kota Jogja sebenarnya wilayahnya relatif kecil. Sehingga jika ingin mendapatkan pengalaman baru, Anda bisa mencoba mengunjungi tempat wisata dalam kota Jogja dengan dokar ataupun becak.

Keliling naik dokar bisa dilakukan saat Anda ada di area Maliobor. Di sana ada banyak pengemudi dokar yang biasanya menjajakan jasanya. Mereka bisa mengantar ke beberapa destinasi wisata seperti Taman Sari maupun Keraton. Tarifnya sekitar Rp 20.000 – Rp 50.000 tergantung dari jarak yang akan ditempuh.

Aneka Tempat Wisata Di Jogja

Yogyakarta memang begitu lengkap. Mau wisata pantai Jogja bisa, berburu kuliner tradisional Jogja bisa dilakukan sepanjang hari. Ingin wisata budaya dan belajar sejarah Jogja ? Tinggal pergi ke kraton. Atau jika ingin wisata yang lebih menantang seperti caving, alam Yogyakarta juga menyediakannya.

Jadi tak perlu bingung untuk menentukan mau ke mana Anda akan pergi. Ini daftar tempat wisata pantai di Jogja yang bisa disambangi. Mau naik motor dengan untuk ke sana atau rame-rame dengan sewa mobil pun bisa. Pastinya, ke liburan ke Jogja dengan sendirian, bareng pacar, atau bersama keluarga, jangan sampai melewatkan keindahan pantainya.

Tempat Wisata Pantai Jogja

  1. Pantai Parangtritis
  2. Pantai Indrayanti
  3. Pantai Siung
  4. Pantai Timang
  5. Pantai Ngelambor
  6. Pantai Glagah
  7. Pantai Pasir Kadilangu
  8. Pantai Depok
  9. Pantai Pandan Sari
  10. Pantai Goa Cemara Bantul
  11. Pantai Samas Bantul
  12. Pantai Kuwaru
  13. Pantai Pandansimo
  14. Pantai Baros
  15. Pantai Baru
  16. Pantai Wediombo
  17. Pantai Watu Kodok
  18. Pantai Parangendog
  19. Pantai Jogan
  20. Pantai Sadeng
  21. Pantai Slili
  22. Pantai Seruni
  23. Pantai Ngobaran
  24. Pantai WohKudu
  25. Pantai Ngrumput
  26. Pantai Ngandong
  27. Pantai Sanglen
  28. Pantai Gesing
  29. Pantai Baron
  30. Pantai Butuh
  31. Pantai Mbirit
  32. Pantai Kesirat
  33. Pantai Sundak
  34. Pantai Nguyahan
  35. Pantai Sepanjang
  36. Pantai Sarangan
  37. Pantai Kukup
  38. Pantai Kayu Arum
  39. Pantai Ngetun
  40. Pantai Ngedan
  41. Pantai Jungwok
  42. Pantai Drini
  43. Pantai Greweng
  44. Pantai Pok Tunggal
  45. Pantai Ngrengehan
  46. Pantai Congot
  47. Pantai Trisik

Daftar Wisata Candi Terbaik Di Jogja

Salah satu wisata murah di Yogyakarta yang menjadi favorit saya yaitu temple hoping, alias mengunjungi candi-candi di Yogyakarta. Sejarah kerajaan-kerajaan di Yogyakarta sudah berlangsung sejak berabad-abad. Kita bisa membuktikannya dengan mengunjungi candi-candi yang rata-rata ada di area Sleman.

Anda juga perlu tahu, bahwa candi yang ada sejak zaman kerajaan Mataram Hindu-Budha pada saat ini wilayahnya memang terbagi juga ke provinsi Jawa Tengah. Namun, tak ada salahnya jika memang ingin melakukan wisata candi bisa juga melakukannya sekaligus di Yogyakarta sampai Klaten maupun Magelang. Berikut ini obyek wisata candi yang bisa Anda kunjungi.

1. Candi Sambisari

Candi yang begitu menarik karena posisinya lebih rendah dari permukan tanah. Nukan tanpa alasan, candi Sambisari pernah terkubur abu vulkanik selama ratusan tahun yang diakibatkan oleh gunung merapi.

2. Candi Kalasan

Candi yang letaknya dekat dengan pemukiman warga. Candi ini bukanlah kompleks yang besar saat ditemukan, tetapi memiliki sejarah sebagai tempat para biksu tinggal.

3. Candi Candisari

Sama dengan Kalasan. Candisari letaknya juga dekat pemukiman warga. Berada di wilayah pedesaan membuat candi ini kembali terawat dan menjadi salah satu obyek wisata di Yogyakarta yang bisa Anda kunjungi.

Boleh dikatakan Candisari memang tidak egitu populer seperti Prambanan maupun Ratu Boko. Hal ini tentu saja pengaruh dari lokasinya serta kekuatan cerita yang melatarbelakangi.

Namun, ketika melakukan temple hopping, jangan melewatkan Candisari. Kita bisa melihat bagaimana bentuk tempat tinggal para biksu berabad-abad lalu yang melakukan pembelajaran.

Konon para murid juga berasal dari negeri yang sangat jauh dan menyempatkan untuk belajar tentang agama saat kerajaan Budha masih berjaya.

4. Candi Gebang

Candi Gebang terletak di Sleman Yogyakarta. Karena kompleksnya tidak terlalu luas, membuat candi ini tidak begitu dikenal masyarakat.

Candi ini ditemukan kembali pada November 1936. Candi ini dipastikan sebagai candi Hindu karena memiliki lingga dan yoni sekaligus arca Ganesha.

Sayangnya, tidak banyak informasi yang bisa ditemukan lebih mendalam terkait Candi Gebang. Apalagi relief yang menyertainya juga tidak terlalu banyak.

Candi yang berukuran sekitar 2 meter ini minim sekali dengan pahatan. Sangat berbeda dengan Prambanan pada bagian dindingnya.

Namun, penelitian yang berlangsung ada kemungkinan bahwa Candi Gebang dibangun dengan perpaduan kayu dan juga batu. Tentu saja, kayu yang dimaksud sudah tidak bisa ditemukan kembali.

Dugaan tersebut muncul karena pada bagian menuju masuk ke candi tidak memiliki anak tangga untuk naik ke selasar candinya.

5. Candi Ijo

Salah satu candi yang unik karena letaknya cukup terpencil bagi saya. Meskipun begitu, bagi yang mengunjunginya tak akan menyesal karena bisa mendapatkan pemandangan alam yang indah.

Candi memang berfungsi salah satunya sebagai tempat peribadatan atau mengaggungkan Yang Maha Kuasa.

Candi Ijo letaknya di dataran tinggi sebelah selatan Candi Prambanan. Saat sore hari kita bisa menikmati indahnya matahari terbit yang menguning.

Meskipun baru beranjak dikenal masyarakat. Candi Ijo sering dikunjungi kaula muda yang ingin mendapatkan tempat wisata murah di Yogyakarta.

Buat saya mengunjungi Candi Ijo jauh lebih mudah menggunakan motor.

6. Candi Ratu Boko

Yang tak boleh dilewatkan ketika temple hoping yaitu Candi Ratu Boko. Anda bisa membeli tiketnya sendiri atau digabung dalam paket bundling ketika membeli tiket masuk Candi Prambanan.

Letak Candi Ratu Boko membuat wisatawan bisa melihat pemandangan alam yang indah. Apalagi kita juga bisa melihat pucuk-pucuk Candi Prambanan dari kejauhan.

Untuk yang ingin melakukan foto pre wedding, Anda juga bisa memilih candi ini sebagai lokasi.

Selain candi-candi di atas, ada pula beberapa wisata candi lainnya yang masuk wilayah lain tetapi sangat mudah dijangkau dari Yogyakarta, antara lain

Candi Prambanan menurut wilayayahnya masuk ke Kabupaten Klaten. Akan tetapi, dengan jarak yang lumayan dekat dari Kota Jogja, membuat candi Hindu ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi baik wisatawan lokal maupun internasional.

Saat mengunjungi kompleks Candi Prambanan, Anda tak hanya bisa mengunjungi satu kompleks candi saja. Tetapi juga bisa mengunjungi Candi Lumbung dan Candi Sewu yang kental dengan pengaruh agama Budha.

Candi Plaosan, candi kembar ini menjadi candi paling favorit di area Jawa Tengah dan Yogyakarta yang sering saya kunjungi.  Saat terbaik mengunjungi candi ini yaitu pagi hari sekitar pukul 5.30 WIB. Kita bisa melihat sunrise cantik dengan siluet Candi Plaosan Lor.

Selain itu, saat sore hari juga bisa nongkrong di warung lokal yang diberdayakan oleh penduduk sekitar. Warung ini cukup luas karena menjadi tempat wisata keluarga dengan biaya terjangkau. Menikmati pemandangan candi yang dilengkapi dengan hijaunya sawah.

Tidak heran jika Candi Plaosan menjadi salah satu landskap terbaik untuk berfoto.

Candi Borobudur. Ternama sebagai candi Budha terbesar di dunia membuat Borobudur menjadi tujuan wisata penganut agama Budha dari penjuru dunia. Keagungan Borobudur akan semakin terlihat ketika perayaan malam menjelang Waisak.

Apalagi promosi Candi Borobudur semakin gencar setelah dihidupkannya kembali Borobudur Marathon pada tahun 2014.

Museum Di Jogja

Selain belajar sejarah kuno Yogyakarta dengan mengunjungi candi-candi di Jogja dan sekitarnya. Anda juga bisa memasukan beberapa museum di Jogja ketika melakukan wisata bersama keluarga atau teman-teman.

Museum Ullen Sentalu

Ulating blencong sejatine tataraning lumaku merupakan kalimat bahasa Jawa kepanjangan dari akronim Ullen Sentalu.

Makna kalimat tersebut sebagai nyala lampu blencong yang merupakan sebagai sinar petunjuk manusia dalam menjalani kehidupan.

Di museum Ullen Sentalu berisi berbagai macam koleksi seperti gamelan kuno, arca budaya Hindu dan Budha, serta beberapa peninggalan Keraton Solo dan Yogyakarta.

Museum ini digagas oleh keluarga Haryono yang mencintai budaya dan peninggalan leluhur Indonesia.

Anda perlu mengunjungi Ullen Sentalu karena ada satu ruangan yang menarik yang dideikasikan untuk Tineke, putri Sunan Surakarta Pakubuwono XI.

Museum Fort Vredeburg

Benteng peninggalan Belanda ini letaknya sangat dekat dengan Kraton Yogyakarta. Letaknya juga strategis karena berada di kawasan Malioboro.

Wisata ke Museum Benteng Vredeburg bisa membuktikan bagaimana dahulu Belanda bermaksud mengontrol gerak-gerik serta perkembangan yang berlangsung di Kraton.

Selayaknya sebuah benteng, jalan menuju benteng tersebut dihubungkan dengan jembatan gantung. Hal ini dikarenakan, di sekitar benteng Vredeburg dibangun parit atau selokan untuk memberikan rintangan pada musuh.

Namun, lambat laun dan karena alasan perubahan fungsi benteng menjadi sebuah museum. Maka, jembatan gantung tersebut dihilangkan dan berganti menjadi jembatan paten.

Saat ini kita bisa menikmati peninggalan Belanda tersebut sebagai bangunan yang mengisahkan perjuangan Indonesia melawan Belanda. Di ruangan-ruangannya dibuat diorma.

Untuk hari-hari tertentu berbagai acara kesenian sering diselenggarakan di dalam Fort Vedeburg.

Monumen Yogya Kembali

Saya pertama kali ke Museum Jogja Kembali saat masih sekolah dasar. Tour sekolah ingin memperkenalkan bagaimana perjuangan pahlawan semasa penjajahan Belanda.

Pembangunan museum ini dikemukakan oleh Kolonel Soegiarto dan diresmikan Presiden Soeharto pada 29 Juni 1985.

Pada masa itu, pergi ke museum merupakan salah satu kegiatan sekolah yang sangat populer, karena memang belum banyak tempat wisata yang dikelola dan dieksplor seperti saat ini.

Museum Jogja Kembali berisi diorama-diorama yang memperlihatan perjuangan para pahlawan.

Museum Affandi

Pelukis yang memiliki nama lengkap Affandi Koesoema memberikan dedikasinya terhadap dunia seni rupa Indonesia. Sebuah museum yang dibangun tahun 1962 ia dirikan dari hasil penjualan lukisan-lukisannya.

Untuk Anda yang mencintai lukisan dan karya seni, bisa mengunjungi Museum Affandi dengan tiket masuk sebesar Rp 25.000.

Di museum ini, pengunjung tak hanya dapat melihat karya sang pelukis Affandi, tetapi juga karya-karya dari pelukis lain. Beberapa karya seniman milik Popo iskandar, Muchtar Apin, Sudjojono, Hendra Gunawan, bahkan basuki Abdullah.

Museum Kekayon

Museum Batik. Museum yang menjadi tempat tinggal sekaligus tempat koleksi batik pedalaman, pesisiran daerah, dan koleksi peralatan batik kuno. Didirikan oleh pasangan Hadu Nugroho dan Dewi. Museum Batik Yogyakarta wajib Anda kunjungi untuk memperkaya pengetahuan mengenai batik di Pulau Jawa.

Terdapat lebih dari 1000 koleksi batik yang usianya bermacam-macam hingga ratusan tahun.

Wisata Alam Di Yogyakarta Dan Sekitarnya

Berwisata ke Yogyakarta tentu saja tidak bisa lepas dari wisata alam. Tak hanya itu, wisatanya seringkali mengharuskan cross border atau masuk ke wilayah provinsi Jawa Tengah.

Ada beberapa tempat wisata alam Jogja yang sangat populer dan sering menjadi rekomendasi untuk wisatawan lokal maupun internasional. Dengan refrensi yang saya berikan di bawah ini. Anda isa memilih kira-kira saat berkunjung ke Jogja, akan pergi ke mana saja.

Kebun Buah Mangunan Bantul

Waktu paling pas untuk mengunjungi Kebun Buah Mangunan saat pagi hari. Karena setelah subuh sudah buka dan wisatawan bisa menikmati keindahannya. Dari ketinggian, kita bisa melihat gerombolan awan yang terlihat seperti kabut. Jadi memang terasa seperti melihat negeri di atas awan.

Buat pemburu sunrise, Kebuh Buah Mangunan sangat direkomendasikan untuk Anda kunjungi.

Gua Jomblang

Bisa dikatakan, tempat wisata gua ini memiliki tarif yang premium untuk ukuran orang Indonesia. Tapi jangan salah, dengan tiket wisata yang mencapai lebih dari Rp 500.000 memerikan pengalaman untuk berpetualang secara vertikal memasuki gua.

Di ujung penelusuran ini, Anda bisa menyakiskan fenomena alam yang sering disebut dengan cahaya surga.

Kalibiru

Ingin menikmati keindahan alam sambil bernarsis ria ? Maen saja ke Kalibiru. Terletak di Kulonprogo, Kalibiru merupakan kawasan hutan yang dikelola masyarakat sekitar.

Obyek wisata alam di Jogja yang sudah diperkenalkan dan menjadi populer karena bisa melihat Perbukitan Menoreh.

Wisatawan disediakan spot berfoto dengan latar belakang hijau dan bisa terlihat waduk Sermo.

Cave Tubing Kalisuci

Gunung Kidul yang dulunya terkenal kekurangan air, sebenarnya menyimpan banyak sekali permata alam yang indah.

Beberapa tahun terakhir, eksplorasi wilayah Gunung Kidul semakin berkembang. Satu persatu tempat wisata Gunung Kidul muncul dan mulai menarik perhatian pecinta traveling.

Tak terkecuali Goa Kalisuci yang menjadi obyek wisata susur sungai sekaligus susur goa.

Selain Goa Pindul, cave Tubing Kalisuci yang terletak di kecamatan Semanu tersebut menawarkan keindahan berupa fenomena bukit karst serta goa yang dialiri sungai bawah tanah.

Gumuk Pasir Parangkusumo

Tempat wisata unik di Jogja yang bisa Anda eksplor lebih jauh salah satunya yaitu gumuk pasir Parangkusumo. Wisatawan bisa melakukan sandboarding.

Bagi yang hobi narsis atau foto. Di area gumuk pasir ini memang sangat cocok untuk photoshoot baik untuk kepentingan pribadi seperti pre wedding atau koleksi foto lainnya.

Tentu saja dengan keindahan gumuk sangat mendukung sebagai latar berfoto. Akses gumuk pasir juga sangat mudah karena satu arah menuju pantai Parangtritis.

Jika ingin wisata di Kota Jogja yang dekat dengan Malioboro, salah satu yang bisa Anda kunjungi yaitu Taman Sari. Memang untuk mencapainya Anda harus naik kendaraan terelebih dahulu. Namun, taman ini jauh lebih mudah dijangkau daripada pantai atau gunung.

Istana Air Taman Sari ini merupakan bangunan milik keraton Yogyakarta zaman dulu yang diperuntukkan sebagai tempat mandi para selir raja yang emnyambung pada sebuah benteng pertahanan.

Harga tiket masuknya sangat terjangkau yaitu Rp 5.000 saja.

Wisata Belanja Di Yogyakarta

Saat berwisata tentu saja ingin membawa buah tangan alias oleh-oleh. Anda bisa menyempatkan waktu untuk berbelanja di beberapa pasar serta gallery yang menjual berbagai macam souvenir, perak, hingga makanan.

Oleh-oleh khas Jogja sebenarnya terus berkembang dari hari ke hari. Jika dulu orang sering membawa bakpia sebagai oleh-oleh. Maka variannya saat ini semakin banyak karena ada juga yang berburu cokelat Monggo sampai bakpia kukus Tugu Jogja.

Nah, jika ingin wisata belanja di Yogyakarta sekaligus mengetahui pusat perdagangan tradisionalnya. Anda harus mengunjungi beberapa tempat.

Belanja di Kawasan Malioboro

Sebagai magnet Kota Jogja, Malioboro menyuguhkan banyak sekali hal menarik, termasuk dengan deretan pedagang kaki lima yang menjajakan rupa-rupa barang. Mulai dari kaos dengan gambar khas Jogja, hiasan, aksesoris etnik, blankon, tas etnik, dan lain sebagainya.

Di area Malioboro sendiri mayoritas memang memang pedagang kaki lima. Tetapi ada pula toko-toko yang bertahun-tahun sudah ada di sana dan semakin ramai dari hari ke hari. Beberapa toko yang bisa Anda sambangi yaitu :

– Batik Mirota. Toko ini merupakan perusahaan keluarga yang sangat kental menjajakan kerajinan khas Jogja. Alamatnya di Jalan Ahmad Yani 9.

– Dagadu. Merek kaos yang sangat terkenal dan identik dengan Jogja karena menjual kaos dengan desain lucu dan unik. Ketika di Jogja, Anda perlu menyempatkan untuk membelinya sebagai salah satu kenang-kenangan.

Dagadu Jogja memiliki konsep seperti Joger yang ada di Bali.

– Ciamis Art Shop yang terletak di Jalan Malioboro No.153 menjual berbagai karya seni seperti ukiran, topeng, dan wayang. Buka dua kali dalam sehari yaitu jam 9 pagi sampai jam 1 siang, dan jam 6 malam sampai jam 9 malam.

– Nadzar, jalan Malioboro No.87 juga salah satu toko yang direkomendasikan bagi Anda yang hobi berburu perhiasan, barang seni, hingga batik.

Tak kalah penting ketika ke Jogja dan sudah ada di Malioboro untuk menjelajah pasar Beringharjo. Selain mencari barang-barang berupa batik dan barang kerajinan. Anda juga bisa pergike toko yang menjual oleh-oleh berupa makanan dan bahan minuman tradisional.

Biasanya kalau ke Beringharjo saya akan membeli serbat. Minuman yang dibuat dari rempah dan berbentuk serbuh yang sudah dipadatkan.

Serbat ini memberi efek hangat saat diminum. Atau ketika sedang iseng, bisa juga dikonsumsi layaknya permen dengan dihancurkan terlebih dahulu.

– Kota Gede

Suka dengan perak dan ingin pesan secara custom ? Anda bisa datang ke daerah Kota Gede karena di sana ada banyak sekali galery yang menjual dan menawarkan jasa pembuatan perhiasan perak.

Kita bisa menemukan dua jenis kerajinan perak yang sering diproduksi di Kota Gede :

  1. Filigree : jenis kerajinan perak dari susunan atau pembentukan benang menjadi model yang diinginkan misalnya perhiasan atau aksesoris.
  2. Solid Silver : kerajinan perak terbuat dari lempengan atau perak padat yang digunakan untuk peralatan dapur, miniatur atau kerajinan yang besar.

Namun lebih dari sekedar tempat belanja perak di Yogyakarta. Kita juga bisa melihat peninggalan Mataram Islam dan belajar mengenai sejarah Kota Gede. Beberapa spot wisata Kota Gede antara lain Pasar Kota Gede, Kompleks makam pendiri kerajaan Mataram Islam, Masjid Kota Gede, cagar budaya berupa rumah-rumah tradisional, Kedhaton, reruntuhan benteng.

– Tjokrosuharto Arts & Craft merupakan toko yang menjual berbagai macam perak, batik, wayang, dan pakaian adat Jawa. Toko ini sudah berdiri sejak 1930, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Alamat :

Panembahan 58 Yogyakarta

Telp: (0274) 375208

– Saptohoedojo Art Gallery. Galeri dan restoran yang menjadi satu. Memadukan art gallery dengan tempat santai yang menyajikan makanan. Di galeri ini bisa berbelanja batik, kerajinan seperti dompet, tas, blankon dan aksesoris lainnya.

Jl. Solo km 9 (300 m dari bandara)

Wisata Kuliner Jogja Yang Wajib Dicoba

Selain wisata belanja Jogja yang identik dengan batik dan kerajinan lokal. Selalu sempatkan berburu makanan tradisional khas Jogja yang kebanyakan memang warung atau tempat makanannya tidak ada cabang di kota lain.

Makanan-makanan yang perlu dicoba ini memang kebanyakan sudah berakar dan ada puluhan tahun lalu. Rekomendasi aneka kuliner Yogyakarta yang bisa Anda nikmati yaitu :

1. Gudeg

Makanan ini merupakan sajian lokal khas Jogja yang paling terkenal. Mengunjungi Jogja, rasanya kurang lengkap jika tidak menyempatkan makan malam dengan gudeg.

Ada banyak sekali penjual gudeg di Kota Jogja, tapi ada beberapa yang bisa Anda coba karena sudah sangat terkenal dengan cita rasanya. Gudeg Bu Tjitro, Gudeg Tugu, Gudeg Juminten, Gudeg Wijilan, Gudeg Bu Ahmad, dan Gudeg Pawon yang buksa saat malam hari.

Gudeg saat ini sudah berkembang lebih maju dalam pengemasan karena sudah bisa dibawa pulang dalam bentuk besek atau dibeli dalam bentuk kemasan kaleng.

Namun, dengan makan langsung di tempat, Anda bisa mendapatkan sensasi yang berbeda karena bisa merasakan suasana Jogja secara langsung.

Jadah tempe. Ini salah satu cemilan favorit ala Jogja. Memadukan jadah yang terbuat dari beras ketan yang diolah dengan santan. Lalu ditumbuk dan bisa dibentuk menjadi kotak atau bulat pipih.

Sedangkan tempe yang menjadi padanannya dimasak menjadi tempe bacem yang manis.

2. Bakpia

makanan ringan yang sudah menjadi ciri khas Jogja. Bahkan telah bertransformasi menjadi oleh-oleh khas Jogja yang sering dibeli oleh wisatawan.

Rasa original yang ditawarkan dengan isi kacang hijau manis yang dibalut adonan kue tipis. Namun, bakpia ini sudah berkembang dengan varian isi keju, kacang hijau tanpa kulit, coklat, susu, coklat mete, ubi ungu, susu durian, pisang, green tea, kopi, hingga tiramisu.

Bakpia favorit saya yaitu isi ubi ungu dan coklat, selain kacang hijau yang diolah dengan kulitnya.

3. Bakmi Jawa yang menggunakan bahan dasar bakmi sebagai menu utama. Bakmi dimasak dan disajikan dalam kondisi nyemek alias kuahnya sangat sedikit.

Rekomendasi bakmi jawa di Jogja yang bisa dicoba :

  • Bakmi Pak Pele yang letaknya di sekitaran alaun-alun Keraton Yogyakarta.
  • Bakmi Kadin, Senopati, Jl. Bintaran Kidul No.6, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta
  • Bakmi Mbah Gito, Jl. Nyi Agengnis No.9, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta
  • Bakmi Jawa Pak Geno, Kios Pasar Prawirotaman, Jl. Parangtritis, Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta
  • Bakmi Mbah Mo, Jl. Parangtritis No.KM.11, Code, Trirenggo, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55715
  • Bakmi Shibisu, Jl. Bantul No.111, Gedongkiwo, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55142
  • Bakmi Pak Rebo, Jl. Brigjen Katamso, Keparakan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta

Warung bakmi ini sudah berdiri puluhan tahun, bahkan sebagian besar sudah diturunkan ke generasi anak atau cucunya.

4. Kipo. Kue tradisional yang terbuat dari tepung tapioka yang diberi pewarna hijau alami dan isinya parutan kelapa. Kipo banyak ditemukan di Kotagede.

Angkringan merupakan penjual jajanan kaki lima yang mangkal di troatoar atau tepi jalan. Sajian utama angkringan yaitu nasi kucing yaitu nasi putih dengan lauk potongan bandeng goreng dan sambel tomat. Disebut nasi kucing karena ukurannya kecil sekali.

Nasi kucing sudah berkembang menunya menjadi nasi teri, nasi oseng-oseng, atau nasi kikil. Jajanan lainnya yang bisa ditemukan sebagai pelengkap makan nasi kucing yaitu tempe goreng, tahu bacem, aneka sate-satean, dan makanan kecil khas Jogja.

Angkringan Jogja juga identik dengan kopi jos.

Rekomendasi angkringan di Jogja yang bisa Anda kunjungi yaitu

5. Angkringan Lik Man

Angkringan Tugu Jalan Wongso Dirjan, di sisi utara Stasiun Yogyakarta. Angkringan biasanya buka saat malam hari hingga tengah malam atau sampai subuh.

Saya juga merekomendasikan Anda untuk berkunjung ke beberapa tempat makan di Jogja yang populer.

6. House Of Raminten. Jalan Fardinan Muridan Noto No. 7, Telepon 0274 547315, Harga Rp 2000 – Rp. 50.000

7. Ayam Geprek Bu Rrum

Ayam geprek yang saat ini menjamur di Indonesia berawal dari ayam geprek Yogyakarta ini. Meskipun sudah banyak yang menduplikasi usaha tersebut, ayam geprek Bu Rum masih eksis dan dianggap sebagai ayam geprek legenda di Yogyakarta. Alamatnya ada di Wulung Lor, Papringan Depok, Yogyakarta, Telepon 0274 551406, Harga Rp 7.000 – Rp 20.000

8. Oseng Mercon Bu Narti

Jika suka makanan pedas, maka perlu mampir untuk mencoba oseng-oseng mercon. Kata mercon sendiri sebagai konotasi dari saking pedasnya oseng-oseng tersebut. Oseng mercon Bu Narti beralamat di Jl. KH ahmad Dahlan, Gang Purwodiningratan, Telepon 0819 1555 4472, Harga Rp 2.000 – Rp 15.000

9. Sate Klathak Pak Pong

Nah, ke Jogja sebagiknya sempatkan mampir untuk makan sate tanpa bumbu ini. Sate klathak sangat unik karena dimasak dengan cara dibakar tetapi tanpa bumbu. Dan cara membakarnya dengan besi bekas ban sepeda. Tentu saja sudah dibersihkan ya. Alamatnya di Jl Imogiri Timur KM 10, Timur stadion Sultan Agung

10. Bakso Idola

Jl. Tamansiswa No. 138, setelah Circle K (dari utara), seberang Hotel Madukoro, Telepon 081392136278, Harga Rp. 12.000

Jejamuran: Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Pandowo Harjo, Kec. Sleman, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Telepon +62 274 868170, Harga Rp.10.000 – Rp 30.000

11. Soto Ayam Lenthok Pak Gareng

Kalau cari sarapan dan kebetulan baru saja turun dari kereta di Stasiun Tugu. Saya sempatkan untuk mampir makan di soto ayam Pak Gareng. Dulu ketika pintu masuk dan keluar belum dibedakan. Sangat mudah untuk menuju lokasi ini, karena letaknya dekat dengan pintu masuk utama Stasiun Tugu. Tinggal belok ke kiri dan ada di seberang jalan. Alamat soto ayam lenthok Pak Gareng di Jl. P. Mangkubumi, Sosromenduran, Gedong Tengen.

Rekomendasi Kafe Di Jogja Yang Instagramable

Sebagai kota pelajar yang menjadi tujuan untuk melanjutkan sekolah menengah dan perguruan tinggi. Kota Jogja juga semakin dipenuhi kafe-kafe dan coffee shop yang instagramable dari sisi interior.

Tentu saja dengan maksud ingin menggaet pasar anak muda serta menyajikan tempat yang nyaman untuk nongkrong dan berkumpul. Ciri khas Jogja yang memang tak bisa dipungkiri lagi yakni memiliki kawasan yang nyaman untuk berbincang.

Ada beberapa kafe dengan desain interior maupun pemandangan yang apik dan bisa menjadi rekomendasi untuk kamu yang mencari tempat hang out bersama teman atau keluarga.

1. Abhayagiri Jogja

Memiliki ruang outdoor yang nyaman serta menyuguhkan pemandangan alam. Abyahiri membawa suasana romantis. Tak hanya untuk berswafoto, tempat ini memang memberikan suasana berbeda, terutama untuk Anda yang datang dari kota besar. Mengunjunginya saat sore hari hingga malam menjadi pilihan yang tepat karena akan mendapatkan suasana yang berbeda.

Heritage Resort, RT.02/RW.01, Sumberwatu, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571.

2. Epic Coffee

Salah satu kafe yang hits di Jogja karena sebagai tempat yang tepat untuk berkumpul bersama teman baik di outdoor maupun indoor. dengan ruangan yang menggunakan bahan utama kaca. Membuat tempat ini tampak luas dan lapang.

Epic Coffe tak hanya menjual minuman berbahan kopi tetapi termasuk minuman segar lain serta makanan. Kafe ini terletak di Jl Palagan Tentara Pelajar No 29, Mudal, Sidoharjo, Ngaglik, Sleman.

3. Filosofi Kopi Jogja

Salah satu film dengan judul yang sama yaitu Filosofi Kopi. Akhirnya membuka cabangnya di Yogyakarta dengan keunikan lokal dan membawa unsur pedesaan yang jauh dari hingar bingar.

Di Filosofi Kopi Jogja suasananya santai dan teduh. Mau datang saat siang atau malam hari. Anda tinggal pilih saja. Tempat ini menggunakan rumah Jogjlo sebagai bangunan utama. tetapi pengunjung juga bisa bercengkrama sambil minum kopi di teras serta pekarangan dengan kursi model lama. Kafe ini beralamatkan di Jalan Pandhawa, Palagan KM 8.2, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

4. Lawas 613 Kafe

Cari yang klasik dan lawasan ? Bisa berkunjung ke Lawas 613. Sesuai dengan nama tempatnya, kafe ini mendesain ruangan dengan kursi dan jendela-jendela lama yang sudah tidak terpakai. Meskipun tetap memadukkan beberapa unsur modern.

Yang tak kalah menarik yaitu ubin yang digunakan juga menggunakan motif lawasan. Jl Prawirotaman 2 No 613, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta.

5. Tempo Gelato

Untuk pecinta es krim gelato tapi tinggal di Jogja atau sedang berkunjung di Jogja. Wajib untuk main dan nongkrong di Tempo Gelato yang letaknya di Jl Prawirotaman No.43, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. Interiornya sangat instagramable dengan dominasi tembok yang artistik dan tidak membosankan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *