Pandemi Yang Bikin Semua Tak Biasa

Kita menjalani hal yang tak biasa di tahun ini.

Jika boleh meminta, bisakah 2020 diuninstall saja. Berandai-andai jika memang bisa terjadi, semua pasti akan bahagia.

Ekonomi mungkin tak seburuk sekarang. Tergempur perang dagang, loyo, ditambah lagi hantaman pandemi yang entah kapan akan hilang.

Orang yang nggak punya tabungan, nunjuk-nunjuk kaum kaya. Mereka lebih enak, duit mah ada.

Tapi, siapa bilang demikian ?

Sebagian kaya pun sama mengalami kesusahan.

Bisa jadi bisnisnya ambruk…

Ada yang pusing, menanggung cicilan usaha, tapi tiba-tiba tak bisa bayar.

“Yang kaya enak, duitnya ratusan atau milyaran. Bisa tenang.”

Eits…siapa bilang…

Bisa jadi banyak, tapi tanggung jawab mereka pun besar.

 

Di sisi lain, orang berujar, mampuslah yang miskin. Pas hari gini, menunggu saja bantuan social pemerintah yang mungkin hanya cukup sebulan.

Namun, itu juga perlu disyukuri. Bahwa negara masih memperhatikan kita-kita. Ingat loh, rakyatnya 265 juta jiwa lebih. Pusing nggak ngurusinnya ? Pasti pusing.

Tak hanya aku, kamu yang baca tulisan ini pun, adalah bagian yang terdampak pandemi.

Mungkin hidupmu masih biasa saja. Makan teratur, bisa jajan yang tinggal pencet aplikasi online. Lalu tiba-tiba makanan datang.

Atau kamu yang pintar sejak tahun-tahun lalu. Melek untuk menyiapkan dana darurat dan punya perencanaan finansial yang jelas. Masih bisa bertahan untuk isi perutmu.

Tapi… sungguh disayangkan. Meski perut bisa terisi, sering kali sedih juga karena jiwa dan pikiran kita sama-sama terusik akibat pandemi.

Merasa takut ? Takut di PHK buat yang kerja.

Takut merumahkan karyawan ? Atau malah sudah kejadian.

Takut? Cukup nggak yak cadangan uangku sampai beberapa bulan ke depan?

Itulah dampak-dampak yang menyerang pikiran kita.

Malah menurutku lebih berbahaya. 😀

 

Tak hanya itu……

 

Covid-19 pun merubah kebiasaan kita yang selama ini dijalankan saat puasa.

Masjidmu nggak ngadain traweh ?

Nggak bisa kumpul-kumpul ?

Nggak bisa pula buka bersama bareng temen, yang suka bikin ibadah sunahnya kelupaan kan?!

Semuanya nggak biasa.

 

Lebaranmu pun pasti berbeda.

Yang biasanya bisa pulang ke kampung halaman, bisa jadi tertunda.

Ingat ya, mungkin kamu baca berita ada yang berbondong-bondong nekat ke kampung halaman pas pandemi.

Kalau memang waras, kamu pasti tahu yang harus dilakukan.

Sabar… tunggu aja dulu kalau kondisi mulai pulih.

 

Katanya…. Kamu percaya Tuhan dan bisa minta apa saja pada-Nya.

Jadi, mintalah umur panjang biar bisa melewati Ramadan dan lebaran di tahun-tahun berikutnya.

 

Tak masalah lebaran tanpa mudik.

Toh, masa ini akan jadi sejarah dan cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *