pengalaman wisata ke siem reap

Hari ke-5, kami lanjut ke Siem Reap untuk mengunjungi Angkor. Saya pilih naik minibus dari Phnom Penh ke Siem Reap yang perjalanannya sekitar 5 jam. Jalanan antar kota di Kamboja selalu datar-datar saja. Malah kesannya lempeng tanpa belak-belok dan lancar nggak ada gangguan.

Malah yang berkesan itu pas mau memasuki kota. Baru kelihatan ada kehidupan dan kegiatan warga yang dilihat. Tiga kilo masuk Siem Reap, jalanan warnanya coklat, aspal kelihatan paling jelas hanya di bagian tengah. Setiap kendaraan lewat, wussshh debu beterbangan. Duh, batin saya, nyaman nggak ya liburan di Siem Reap.

Baru mau masuk kota saja sudah dikasih liat debu, karena memang beberapa bagian sedang ada pembangunan gedung dan hotel baru.

penginapan di kamboja

desain hostel siem reap

bagian depan one stop hostel

Dari jalanan tadi, minibus kami melewati jembatan kecil yang ternyata nggak jauh dari kantor agen. Kesan pertama di Siem Reap, kotanya memang cukup sepi. Tata kotanya hampir mirip di Tangerang, ada sungai kecil di tengah kota dan kanan kirinya jalan satu arah. Pohon besar lumayan banyak, nggak seperti di Phnom Penh yang jarang ada pohon peneduh rindang. Tapi soal cuaca jangan ditanya ya. Nggak beda jauh, dan rasanya malah lebih panas.

Beruntungnya, di kantor agen udah ada beberapa tuk-tuk yang mangkal. Udah kaya dijemput aja. Pak sopir nya nawarin jasa antar dan mau dibayar $1. Murah banget, karena ternyata lokasi One Stop Hostel juga dekat.

Tinggal tiga hari dua malam di hostel ini bikin saya puas. Malah jadi hostel terfavorit selama 10 hari perjalanan. Meski Rudy punya pendapat beda, karena jarak antar tempat tidur satu dengan yang lain terlalu dekat. Ditambah lagi nggak ada tirai untuk penutupnya.

Hostelnya sih kelihatan kecil dari depan, sampai saya nggak tahu saat tuk-tuk berhenti. Jalan masuknya cuma gang kecil yang mengarah ke ruang resepsionis. Di antara gang tadi ada minimarket dan deretan kios sewa sepeda dan money changer. Lengkap kan?! Jadi saya nggak perlu repot jalan jauh kalau ada barang-barang atau cemilan yang perlu dibeli mendadak.  Dekat dengan Pub Street, Old Market, dan Night Market. Siang dan malam hari penjual makanan selalu ada di sekitar hostel. Lokasinya sangat strategis.

Saya juga sempat tukar uang di kios depan hostel dan dapat rate yang nggak mahal.

Hostel ini tuh kaya oase di padang pasar. Tempat buat nginep, ngadem, nongkrong, dan santai kalau saya sudah nggak punya ide lagi buat ngabisin waktu di luar hostel.

Pas check in pun nggak perlu nunggu lama, karena ada beberapa resepsionis yang jaga. Saya tinggal konfirmasi kalau pesan dua tempat tidur. Sebelumnya sempat salah booking jadwal dan komunikasi lewat email dengan admin. Yang harusnya saya mulai menginap tanggal 22 Mei 2017, tapi keliru booked tanggal 24.

Tinggal di hostel itu, mesti buru-buru pesan kamar, karena kalu mendadak biasanya penuh dan saya males ribet harus cari yang lain.

siem reap kamboja

Paspor saya dan Rudy di-scan untuk data dan saya lunasi pembayaran hostel, berikut jaminan uang $10 per tempat tidur untuk kunci kamar dan loker yang diberikan. Hostel juga menyediakan sewa handuk bersih, tapi harus ada tambahan biaya $3 per handuk.

Karena saya datang lebih awal sebelum jam check in. Kami dipersilahkan untuk nunggu dulu. Tinggal pilih deh, mau nunggu sambil nonton tivi, atau leyeh-leyeh santai. Feels like home deh!

Di lantai dasar One Stop Hostel, meja resepsionis satu ruangan dengan ruang kegiatan dan ruang makan yang diperuntukan bagi tamu. Ada ruang nonton tv yang desainnya lesehan dan bisa buat tidur-tiduran.

Di sampingnya ada meja kayu panjang dengan kursi sofa berfungsi jadi meja makan. Saya yang sempat makan siang di hari kedua, bisa nonton tivi sambil makan. Antara tamu satu dengan lain bisa melakukan aktivitas berbeda di ruangan yang sama tanpa mengganggu satu sama lain. Saking luasnya ruangan di lantai dasar tadi. Di pojok , ada satu meja dengan komputer yang bisa digunakan untuk internetan.

Ada lagi tempat leyeh-leyeh yang unik. Sambil tiduran atau duduk santai bisa sekalian ngecharge baterai ponsel. mau melakukan aktivitas apa saja bebas, asal tidak bikin gaduh dan sopan.

rekomendasi hostel di siem reapNggak lama setelah itu, saya udah diperbolehkan masuk kamar dan istirahat. Ruanganan yang saya tempati dormitori campur yang isinya ada 5 tempat tidur bertingkat dan semuanya terisi. Saya dan Rudy jadi penghuni terakhir dan untungnya dapat tempat tidur paling pojok.

Luas ruangannya standar dan biasa saja. Cuma lantainya dari kayu dan selalu ada petugas hostel yang bersih-bersih tiap siang. Ngepel dan ngelap beberapa bagian kamar yang bisa dilap. Di ruangan lain termasuk koridor antar kamar juga disapu dan dipel tiap beberapa jam. Kamarnya pakai AC dan selalu dingin.

Di hari kedua setelah kami klenger keliling Angkor dengan small tour. Akhirnya pilih langsung balik hostel lagi karena nggak tahan dengan cuaca panas di luar. Nyes, masuk hostel rasanya beda banget. Kami buru-buru mandi dan istirahat di kamar yang udaranya dingin sampai menjelang sore.

Di kamar, loker tempat menyimpan barang nggak terlalu besar dan diletakkan di dekat pintu. Asal pakai ransel tanggung, masih bisa masuk dan tinggal kunci. Untuk barang-barang penting, saya masukkan tas kecil dan taruh dekat tempat tidur.

Teman sekamar, khususnya bule yang ngetrip berbulan-bulan dan bawa carrier besar. Mereka cuma meletakkan tasnya di dekat loker. Saking nyaman dan heningnya kamar, buka loker saja suaranya sampai terdengar, setiap dibuka dan ditutup karena masih pakai kunci manual. Pas mau ke Angkor dan berbenah subuh-subuh, kami yang tinggal sekamar pada tahu diri untuk nggak bikin berisik dan bawa tas keluar ruangan untuk nyari barang yang dibutuhkan. Bahkan sampai packing pun, kami ngendap-ngendap dan pelan-pelan buka pintu kamar agar penghuni lain tidak terganggu.

Sejak masuk hostel, semua tamu diharuskan lepas sandal dan sepatu lalau diletakkan di rak panjang yang sudah disediakan. Begitu juga kalau di setiap ruang hostel termasuk kamar. Semua beraktivitas tanpa sandal dari luar. Yang risih nggak pakai alas kaki, lebih pilih pakai kaos kaki biar telapak kakinya nggak kotor kena debu. Atau mereka bawa sandal tambahan yang bersih.

Karena konsep hostelnya lesehan. tempat tidur bagian bawah pun nggak ada kakinya. Alias langsung melekat dengan lantai. Di setiap tempat tidur dilengkapi lampu baca dan dua colokan listrik. Fasilitas standar dan penting banget. Satu tempat tidur ada satu selimut dan satu bantal. Meski cuaca Siem Reap panas, selimut jadi perlengkapan wajib, karena udara di hostel terutama kamar tidur selalu dingin. Apalagi pas malam hari.

Itu soal kamarnya yang bikin saya betah. Simple, rapi, dan bersih.

Untuk kamar mandi juga nyaman dan cukup lega. Dua ruang toilet di tiap lantai, masing-masing untuk pria dan wanita. Nah, satu toilet itu ternyata ada empat kamar mandi lengkap dengan air panas dan toileters, seperti sabun dan shampo. Lalu dua ruangan kecil untuk wc duduk, sayangnya mereka pakai model toilet kering. Jadi pas buang air besar bikin repot.

Di bagian luar ada dua wastafel dengan kaca dan hair drier, ditambah lagi satu kaca besar yang lebarnya dari kaki sampai kepala orang dewasa, menempel di dinding. Jadi abis mandi dan keramas bisa langsung ngeringin rambut dan dandan. untuk ukuran kamar mandi hostel, lengkap dan bagus. Desainnya juga ga mbosenin, karena ada beberapa hiasan dinding yang dipajang.

Repotnya ya kalau lagi buru-buru mau pergi, tapi ada antrian panjang. Ya harus nunggu lama.

hostel murah di siem reap

leha-leha di siem reap

one stop hostel

hostel di siem reap 2Yang bikin saya ngerasa betah di one stop hostel karena tempat santainya banyak dan cukup lapang. Hampir semua berbentuk lesehan. Di lantai dua, satu ruangan khusus untuk leyeh-leyeh tanpa kursi. Malah disediakan banyak bean bag, untuk tiduran dan leha-leha.

Desain ruangannya juga sederhana dan minimalis. Ada satu lukisan besar tentang Angkor di dekat tangga dan gambar orang menari yang dilukis di tembok. Yang bikin adem, karena ada tanaman di dalam ruangan yang digantung berjajar di dinding. Idenya unik banget dan pakai bahan sederhana sebagai media tanaman. Saya jadi pengen mengadopsi konsep hunian untuk diterapkan di rumah.

Ruang santai ini serba guna banget. Selain untuk istirahat tapi tidak di dalam kamar, kami para tamu juga bisa mengadakan pertemuan di sana. Satu rombongan wisatawan dari Cina, sempat bikin malam keakraban dan ngobrol sampai larut malam di tempat tadi.

Meski ruangannya di pakai. Tamu lain nggak bakal kehabisan tempat, karena di luar masih ada balkon kecil dengan kursi untuk sekedar duduk-duduk. Dindingnya juga cuma dari kaca. Jadi memberi kesan luas dari dalam.

one stop hostel siem reap

Nggak cuma itu, dari balkon tadi, ada tangga ke atas dan di sana terdapat satu ruang terbuka yang sering digunakan pas malam hari. Entah ngobrol sambil ngrokok, atau minum bir. tinggal pilih mau yang lesehan atau pakai tempat duduk. Banyak space kosong di one stop hostel yang bikin saya dan tamu lain nggak melulu tinggal di hostel cuma buat tidur.

Dari sore sampai malam, tempat ini selalu ramai. Soalnya kalau malas keluar hostel mereka tetap bisa dapat hiburan dan melihat suasana kota dari atas.

hotel murah di siem reap

pemandangan dari hostel

Di One Stop Hostel Siem Reap ini ada dua  gedung untuk kamar. Yang satu di gedung utama yang ada meja resepsionisnya. Satu lagi ada di bagian belakang. Saya belum sempat keliling di gedung yang lain, karena tidak enak dengan penghuni lainnya. Mereka yang ada di gedung belakang juga jarang beraktivitas di area bangunan yang saya tempati.

Saya cuma ada satu pengalaman nggak enak, ketika pesan makan siang. Pesan nasi goreng daging dan harus nunggu cukup lama. Kebetulan ada juga bule perempuan yang pesan menu serupa, setelah saya pesan. Eh tiba-tiba, pelayan bilang ke saya kalau nasi goreng dagingnya sudah abis. Lalu ia ngasih pilihan nasi goreng ayam atau telur. Yang bikin bete, ternyata bule tadi malah dapat nasi goreng daging, yang katanya sudah abis. Bener-bener rasanya didiskriminasi karena saya orang Asia. 🙁

Tapi anyway, pengalaman nggak enak itu nggak bikin saya terlalu sedih karena fasilitas di One Stop hostel yang lengkap dan melebihi ekspetasi. Udah tinggal di hostel, nyaman, adem, dan tarifnya murah. Puas ngeinep di One Stop Hostel di Siem Reap.

NB : Hostel ini juga membuka layanan menginap di Shinaoukvielle dengan fasilitas kolam renang.


Address : 342, Sivatha Blvd, Krong Siem Reap, Cambodia

Phone : +855 97 787 3032

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *