Berburu Oleh-Oleh Khas Nepal Mulai Dari Thamel Hingga Bhaktapur.

Saya sering berfikir ulang ketika harus memasukan belanja sebagai salah satu kegiatan saat bepergian. Pilih dihilangkan saja, karena lebih baik dananya digunakan untuk memperpanjang jadwal liburan. Bayar penginapan atau wisata kuliner sampai puas. Sayangnya, Nepal terlalu menggoda. Thamel di Kathmandu dan Bhaktapur begitu cerdik membuat wisatawan pergi dengan menenteng oleh-oleh khas Nepal yang unik.

Pernak-pernik, baju, hingga, perhiasan merupakan beberapa pilihan yang mudah didapatkan di Thamel. Bahkan saat menginap semalam di Bhaktapur. Area yang saya tinggali menjual kerajinan kayu ukir Nepal dengan pahatan rumit, bahkan sangat jelas memperlihatkan gaya-gaya berhubungan lelaki dan perempuan. 😀

Lorong gang di Bhaktapur dipenuhi dengan kios-kios penjual segala macam hasil kerajinan masyarakat setempat. Rumah-rumah mereka berfungsi sebagai shophouse. Lain halnya saat di Bhaktapur Durbar Square. Beberapa penjual lebih agresif menawarkan kalung dengan detil dan warna menawan. Sekali berbicara dengan mereka, sudah pasti akan dikejar berulang kali agar mau membeli dagangannya. Saya malah diikuti seorang wanita yang menjual kalung dengan bahan bebatuan. Di lapangan Kathmandu Durbar Square, penjual berbagai hiasan dan cinderamata berderet di bawah terik matahari. Dagangannya berjejer di atas papan kayu yang dialasi kain. Barang-barang cantik itu terbuka tanpa pelindung. Kebanyakan berdagang tanpa kios.

Souvenir Nepal begitu banyak ragamnya. Mulai dari yang murah sampai mahal. Mulai barang remeh temeh, sampai berbau religius. Ketika ke Nepal, mungkin sebagian kalian bisa kalap. Alasannya mumpung di Nepal.

oleh oleh nepal 123
Topeng, pajangan, dan wayang khas Nepal.
souvenir nepal11
Ragam aksesoris yang dijual di Bhaktapur.
souvenir nepal
Aneka anting boho yang di salah satu toko di Thamel.

Perhiasan Imitasi

Namanya perempuan, mata saya jadi ijo melihat anting-anting lucu bergelantungan. Ada lagi aneka gelang dan kalung-kalung besar berdesain etnik. Buat saya mereka terlihat menarik. Niat hati ingin memiliki semua, tapi itu tak mungkin. Saya akhirnya membawa tiga pasang anting, satu gelang, dan tiga cincin. Beberapa saya pakai sendiri dan lainnya diberikan ke orang-orang terdekat. Jangan terkejut dengan harganya. Saya menghabiskan tak lebih dari Rp 150.000 untuk semua perhiasan imitasi ini. Mungkin tidak terlalu berharga karena nilainya tidak tinggi. Tapi perhiasan ini melengkapi koleksi aksesoris yang saya dapat dari Nepal. Serta mengingatkan untuk menyiapkan kembali jadwal perjalanan di salah satu negara Asia Selatan ini.

Aneka Masala dan Teh

Banyak sekali toko-toko yang menjual masala instan dalam bentuk sachet. Harganya bervariasi. Masala tidak hanya untuk bumbu makanan saja. Tetapi akrab digunakan pada teh dan minuman lainnya. Peruntukan masala yang beraneka ini juga dijual dalam kemasan bermacam-macam. Untuk membuat kari, minuman lassi, momo, teh, dan makanan lainnya. Jenis-jenis teh banyak saya temukan di sana. Mereka menjualnya dengan kemasan unik, sehingga cocok digunakan sebagai souvenir dan memberi nilai tambah. Yang artinya harga teh bisa lumayan mahal.

oleh oleh nepal
Singing bowl dan Tibetian prayer wheel.

Singing Bowl

Mencari singing bowl di Indonesia cukup mudah. Saya bisa pergi ke Magelang dan mendapatkannya di sana. Tapi, ini lagi di Nepal euy… pastilah memberi kesan yang berbeda jika membelinya di negara asal Sidharta Gautama lahir. 😀

Saya akhirnya membeli singing bowl pagi-pagi saat berkeliling desa. Alasannya lapar mata dan ditawari penjual ketika membeli anting-anting. Di sana juga mengenal pancingan jualan. Sehingga ketika saya jadi pembeli pertama di hari itu, saya mendapatkan diskon lumayan besar untuk lima item yang saya beli.

Singing bowl berbentuk mangkuk yang dibunyikan dengan cara memutarkan kayu kecil di sekitar bibir mangkuk. Suaranya mendengung dari pelan lama-lama keras. Singing bowl identik dalam agama Budha dan digunakan sebagai alat meditasi dan nyanyian.

Setelah membeli singing bowl, saya dan Rudy memainkannya selama berada di Nagarkot dan ketika balik di Jakarta. Efeknya berbeda buat saya saat di dengarkan. Ketika berada di Nagarkot dalam lingkungan yang tenang. Memainkan singing bowl terdengar menenangkan dan benar-benar bisa digunakan sebagai meditasi serta deep thingking.

Ketika kami mempraktekannya di Jakarta. Apalagi, saya tinggal di kawasan hingar bingar padat penduduk. Suara singing bowl seperti teredam dan terasa tak asik lagi.

Singing bowl mungkin lebih cocok digunakan saat berada di lokasi yang tidak ramai. Menurut sejarahnya, singing bowl berasal dari China, saat dinasti Shang berjaya di abad 16-11 sebelum masehi. Bentuknya yang berupa mangkuk memiliki ruang sehingga mampu memunculkan suara tertentu ketika dimainkan.

Besar kecilnya singing bowl tentu saja menimbulkan suara nggggunggg… yang berbeda-beda.

Pada banyak penelitian, efek suara dari singing bowl yang dimainkan berguna bagi kesehatan. Sehingga sangat populer terapi menggunakan singing bowl. Beberapa penelitian menyatakan bahwa terapi singing bowl bisa mengurangi efek stress pada orang yang memainkannya secara teratur. Getaran yang dihasilkan saat memainkan mangkuk ini bermanfaat untuk menyelaraskan dan menyeimbangkan sistem energi tubuh. Singing bowl dijual dalam berbagai ukuran dan detil bermacam-macam. Ketika terdapat detil unik di bagian luar atau dalamnya. Harganya lebih mahal, jika dibandingkan yang polos. Saya membelinya sebagai cinderamata dan alat musik.

oleh oleh khas nepal
Toko menjual pakaian dan shawl dari yak.

oleholehnepal18

Shawl dari Bulu Yak

Hampir setiap toko menjual pashmina shawl. Sebagian dengan kualitas biasa. Yang lain memberi klaim pashmina dari bulu yak asli. Yak merupakan sejenis lembu berbulu lebat & panjang yang hidup di Pegunungan Himalaya dan sekitarnya. Saking gondrongnya, bulu-bulu itu  menutupi bagian mata. Saya jadi teringat Angus di film kartun Ferdinand. Bulu yang tumbuh panjang di kepalanya jatuh sampai ke bagian muka. Sehingga, ia selalu mengalami kesulitan melihat sesuatu dengan jelas.

Shawl ini dijual dengan warna-warna beragam. Saya kurang paham bagaimana mengetahui pashmina shawl dari yak asli dengan kualitas premium. Selain untuk selendang. Bulu yak juga dipintal untuk dijadikan pakaian dan selimut.

pengalaman ke nepal
Saya di antara lukisan Thangka di Kathmandu Durbar Square, Nepal. 

Lukisan Thangka

Tampak artistik ketika saya foto diantara lukisan-lukisan. Bukan saya yang artistik ya. Tapi latarnya. Konon, lukisan ini disebut Thangka. Awalnya saya mengira, lukisan ini hanya karya seni pada umumnya. Namun, mengambil ciri khas tentang Budha dan berkaitan tentangnya. Thang ka merupakan kata yang berasal dari Tibet dan memiliki arti pesan yang direkam. Dalam praktik agam Budha. Lukisan Thangka berisi pesan ajaran dan merujuk pada filosofis mengenai Budha. Para biksu menciptakan thangka sebagai alat bantu mengajar. Lukisan ini digulung dan dibawa ke berbagai daerah di mana mereka melakukan pengembaraan untuk memperkenalkan agama Budha. Warna-warna mencolok menyusun lukisan Thang ka sehingga terlihat menarik.

Di Kathmandu Durbar Square jejeran kios-kios menjual Thang Ka dalam berbagai ukuran. Lukisan ini banyak macamnya dan dilengkapi tulisan tertentu, yang saya tebak berupa doa.

Pelukis Thang Ka tidak hanya harus mahir dalam seni. Tetapi memiliki spiritualitas yang dalam dan pemahaman akan agama Budha. Seorang seniman Thang Ka kabarnya perlu minimal sepuluh tahun melakukan pelatihan yang dimentori oleh master Thang Ka/ guru Thang Ka berpengalaman. Studi mereka bukanlah hanya melukis. Melainkan harus mampu membuat skesta dewa-dewa yang tepat (kisi-kisinya) sesuai dengan kitab suci. Ditambah lagi kemampuan dan pemahaman akan teks-teks agama yang membentuk dasar pencitraan Budha.

Secara tradisional, lukisan Thang Ka memerlukan prosesi khusus dalam pembuatannya. Para pelukisnya perlu meditasi dan memberikan ruh serta visualisasi yang tepat pada hasil karya yang mereka ciptakan.

oleh oleh dari kathmandu nepal
Tiger moving games. 

Tiger moving games (Bagh Chal)

Permainan yang berfokus pada strategi ini menggunakan macan dan kambing sebagai bidak yang dimainkan. Tiger moves games punya nama asli bagh-chal, menggunakan papan, dan dimainkan dua orang. 4 harimau memburu 20 kambing. Sedangkan kambing bertugas menghalau pergerakan harimau sehingga tidak memakan komunitasnya.

Permainan dengan aturan sama juga populer di India selatan, tetapi menggunakan bentuk papan yang sedikit berbeda. Saya menemukan banyak penjual papan bagh-chal di Swayambhunath Temple.

oleh oleh dari nepal
Penjual tas dan dompet yang mayoritas berbahan hemp.
oleh oleh nepal 5
Tas punggung dengan bahan hemp. Harganya sekitar Rp 200.000

Jaket dan tas dari rami cannabis

Jaket dan tas dari cannabis jadi item berikutnya yang kami beli setelah aksesoris. Jaket tebal berwarna merah dan hitam ukuran besar yang motifnya sangat bagus. Lumayan tebal untuk melindungi dari dinginnya Nagarkot. Waist bag yang ukurannya lumayan untuk menyimpan berbagai macam barang tak kalah kerennya dengan warna kombinasi hijau daun. Banyak sekali barang-barang yang dibuat dari cannabis seperti topi, dompet, dan berbagai bentuk tas dengan model-model unik.

Bahan dasar yang digunakan berupa serat ganja. Tanamannya tumbuh hingga ketinggian 20 kaki. Setelah dipanen, batang ganja dihancurkan lalu direndam dalam air sampai lunak. Proses panjang dilakukan kemudian untuk memisahkan tanaman dengan serat kayu dari batangnya. Kemudian proses pewarnaan dan pintal menjadi tahap lanjutan yang dilakukan. Sebelum membentuk kain rami dari cannabis menjadi sandang yang ingin dipakai.

Sejak tahun 1973 cannabis sudah dilegalkan di Nepal. Meski sejarahnya tanaman ini pernah menjadi barang terlarang.

Bahkan biji ganja sendiri menjadi salah satu bahan pembuat acar bhang ko achar di mana biji itu ditumbuk lalu dicampur dengan kentang. Makanan ini biasanya ada di daerah perbukitan di Pokhara, Nepal.

Selain tas cannabis. Ada lagi bentuk tas yang dibuat dari manik-manik dengan desain apik dan detil. Sayangnya, saya tak jadi membeli karena backpack saya terlalu penuh untuk memuat barang lagi.

Banyak barang antik di Nepal yang sebenarnya bisa diborong untuk dibawa pulang. Sayangnya, saya tak tahu lagi bagaimana cara membawanya sampai Indonesia. Tapi tenang, orang-orang Nepal banyak menjual souvenir tradisional Nepal melalui online. Jadi, jika sekedar mencari tas, jacket, maupun singing bowl. Anda pun bisa memesannya. Harganya lumayan terjangkau untuk dibeli. Namun, perhatikan juga ongkos kirimnya ya.

oleh oleh nepal 33
Berbagai model handbag, sarung bantal, dan hiasan yang dijual di Thamel.
oleh oleh nepal 32
Salah satu penjual kaos khas Nepal. Beberapa detil kaos menggunakan sulaman tangan.
souvenir nepal terbaik
Coba bayangin kalau tidur spreinya seperti ini?

nepal souvenir
Hiasan dinding yang banyak dijual di Bhaktapur, Nepal.

oleh oleh nepal 7

 

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *