Naik Bus Transnasional Dari KLIA2 Kuala Lumpur ke Melaka

Semalaman tanpa tidur nyenyak menunggu datangnya pagi. Tidur di bandara sudah menjadi salah satu resiko bagi penumpang yang mengambil penerbangan terakhir dini hari. Untungnya bandara KLIA2 begitu nyaman. Saking nyamannya, memang pendingin ruangan begitu stabil menghantarkan udara dingin ke badan. Jika tidak tidur, saya mondar mandir jalan-jalan ke beberapa tempat yang sekiranya bisa disinggahi.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Saya pun bergegas ke pergi ke loket penjualan tiket bus menuju Melaka. Meski sudah memesan secara online, saya perlu menukarkan kode booking dengan tiket asli.

Transportasi umum pertama di Malaysia yang saya tumpangi. Bus Transnasional dengan jadwal paling pagi, pukul 07.15 kami nantikan setelah lebih dari lima jam menjadi penghuni bandara Kuala Lumpur International Airport 2. Selain mengantarkan ke Melaka untuk kunjungan pertama ini. Saya juga tidak sabar segera duduk agak rebahan di kursi penumpang. Ingin segera istirahat saat perjalanan, apalagi kalau bisa tidur lebih nyenyak daripada di bandara.

Suasana Di Dalam Bus Transnasional

Bus warna merah Transnasional, mengantar saya ke Melaka dengan harga tiket RM 12,5 per orang. Untuk jadwal pagi itu, bis masih kosong dan hanya berisi beberapa orang. Yang paling menyenangkan kendaraan umum berangkat sesuai jadwal, meski tak terisi penuh. Tak ada istilah ngetem, atau transit di agen-agen kecil, sehingga memperlambat durasi perjalanan.

Saya berada di kursi paling depan. Tempat ini saya dapatkan karena menjadi orang pertama yang antri saat loket dibuka. Dalam kondisi yang agak lelah, menghadapi petugas yang tidak begitu bersahabat dan kurang kooperatif. Tapi ya sudahlah, yang penting tiket sudah ada di tangan.

Sekitar dua jam, kami habiskan mengamati jalanan. Sambil terkantuk-kantuk, saya akui, tak ada yang istimewa dengan pemandangan jalan raya yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Melaka. Bahkan boleh dibilang rute Jakarta-Bandung lebih menghibur dengan pemandangan alamnya. Lalu saya pun tertidur lelap hingga bus hampir sampai memasuki kota Melaka.

bus sentral melaka ke pusat kota melaka
Bus lokal Melaka.
bus dari kuala lumpur ke melaka
Tiket bus Panorama

Terminal Melaka Sentral

Malaysia memang punya sistem transportasi umum yang baik. Bus yang kami tumpangi menuju pemberhentian yaitu Melaka Sentral. Terminal terbesar di Melaka dengan luas 46,6 hektar ini menjadi pusat kendaraan berkumpul. Meskipun saat kami datang suasana sekitarnya masih sepi. Kendaraan lanjutan seperti taksi, bis dalam kota, serta angkutan umum juga terparkir di sana. Dengan catatan besar, dalam perjalanan ini, menghindari taksi untuk meminimalisir ongkos perjalanan. Saya pun bergegas ke pusat informasi, mencari tahu bus apakah yang bisa mengantarkan ke tujuan berikutnya. Bus Panorama jurusan 17 merupakan bisa dalam kota yang harus cari agar bisa sampai ke tujuan.

Baca juga : Cendol Melaka

Mudahnya Membeli Tiket Untuk Kembali ke Kuala Lumpur di Melaka Sentral

Jadwal liburan di Melaka memang hanya tiga hari., meskipun rasanya ingin tinggal lebih lama. Jika sebelumnya saya sudah bersiap dengan tiket perjalanan yang dibeli secara online. Kali ini ketika ingin kembali ke Kuala Lumpur. Menjajal membeli tiket melalui loket pembelian yang ada di Melaka Sentral. Saya pun kembali menggunakan Panorama jurusan 17 dari Red Square menuju ke Melaka Sentral.

Sentral Melaka merupakan terminal utama di Melaka. Besar dan mengkombinasikan terminal serta tempat belanja. Khususnya di bagian pembelian tiket bis, di desain melingkar. Tak ingin menanggung resiko, saya kembali membeli tiket perjalanan dari agen bis yang sama. Meski ada banyak sekali agen bis lain dengan rute menuju Terminal Bersepadu di Kuala Lumpur. Dengan harga RM 13,3 sekali jalan (1 RM = Rp 3.600). Saya pilih jadwal pemberangkatan pukul 8.15, agar bisa jalan-jalan sebentar menikmati Sentral Melaka.

Sentral Melaka mengakomodir agen-agen bis dengan ragam trayek perjalanan. Jadi, bagi Anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke kota lain seperti Penang, Langkawi, Johor Baru, Alor Setar, Penang, Kuantan, Jerantut, Kiluang, Dungun, Kuala Trengganu, Mersing, Temerloh, Seremban, bisa langsung melihat jadwal pemberangkatan dan membeli tiket di sana. Bahkan jika Anda ingin langsung ke Singapura dengan bis. Anda juga bisa menemukan trayek yang langsung ke negeri Singa tersebut.

Baca juga : Suasana Pagi di Melaka.

travelbloggerFasilitas Melaka Sentral

Terminal Sentral Melaka tergolong bersih dan tertata rapi. Tempat ini juga terintegrasi dengan toko-toko kecil yang menjual aksesoris serta pakaian murah yang biasanya dijadikan oleh-oleh. Tersedia pula tempat makan atau food court yang menjual makanan berat maupun jajanan. Restoran waralaba juga tersedia, sehingga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan asing yang kurang bisa menyesuaikan dengan makanan lokal.

Soal jajanan yang dijual di Sentral Melaka pun juga tak jauh beda dengan mall-mall yang ada di Indonesia. Toko cemilan milik warga lokal pun menjual jajanan keripik, manisan, permen, serta minuman yang sering saya jumpai.

Sejak sampai di Kuala Lumpur, saya berharap bisa naik bis tingkat antar kota. Dan itu terpenuhi, ketika mendapati bis transnasional yang akan mengantarkan ke Terminal Bersepadu, Kuala Lumpur.

Catatan :

Anda bisa membeli tiket bis secara online melalui www.ticket4u.com.my Website ini berisi berbagai agen bis dan jadwal-jadwalnya. Tetapi jika ingin menggunakan Transnasional, Anda bisa mengakses dari website ini www.transnasional.com.my

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *