Wisata Ke Museum Reunification Palace, Ho Chi Minh City

Wisata ke Ho Chi Minh City, Vietnam akan lebih lengkap dengan mengunjungi salah satu tempat bersejarah yaitu Reunification Palace.

Bangunan yang letaknya dekat dengan 30 April Park ini, memiliki kisah yang ada kaitannya dengan Perang Vietnam.  Dari gedung megah yang dibangun oleh Perancis, sampai menjadi gedung yang disebut Indepandance Palace.

Tak berhenti di situ, namanya kemudian berubah menjadi yang kita sebut sekarang yaitu Reunification Palace.

Kedatang Perancis hingga Perang Vietnam

Perancis menginvasi Vietnam dan sampai kini peninggalan mereka saat berkuasa masih bisa terlihat di dua bangunan megah seperti Notre-Dame Cathedral Basilica of Saigon and Saigon Post Office.

Namun, ketika pertama kali mengunjunginya, saya tak melihat ada bekas-bekas arsitektur Perancis yang tertinggal. Malah bangunan lawas bergaya tahun 1970-an berbentuk kotak panjang dengan halaman sangat luas.

IMG-0134
Tank dipajang di beberapa bagian halaman Reunification Palace.
IMG-0130
Tank tersebut merupakan bekas peninggalan perang Vietnam.

Awal mula kedatangan Perancis ke Vietnam melalui Da Nang. Perancis yang saat itu juga berhasil mengambil alih enam provinsi di Vietnam, mendirikan rumah besar untuk gubernur yang sedang berkuasa.

Rumah besar itu disebut Istana Norodom yang lokasinya sama dengan Reunification Palace.

Penguasaan terhadap Vietnam Selatan(Cochinchina) tersebut mulai dibangun tahun 1868 yang luasnya 12 hektar. Jika melihat foto lamanya, kompleks istana ini memang sangat menyerupai istana-istana di Perancis.

Permulaan pembangunan tidak ada nama yang disematkan pada istana tersebut. Barulah tahun 1873, penamaan Istana Norodom diberikan mengingat pertemanan Perancis dengan Raja Kamboja, Norodom.

Kejayaan istana berlangsung sangat lama ditangan Perancis. Sampai saat perang dunia kedua, tahun 1945 Jepang mulai menguasai Indochina.

Jepang mengalihfungsikan Istana Norodom sebagai kantor Jepang. Hanya dalam waktu tujuh bulan saja, Jepang ada di Vietnam.

Saat kalah dari sekutu, Istana Norodom kembali dikuasai Perancis.

Perjalanan istana belum usai. Tahun 1954 Perancis menyerah pada Viet Minh dalam pertempuran Dien Bien Phu. Perancis menandatangani kesepakatan Jenewa dan menarik tentara mereka dari wilayah koloni.

Saat itu, Vietnam terpisah menjadi dua. Vietnam Utara di bawah naungan Komunis, sedangkan Vietnam selatan merupakan anti-komunis.

Istana Norodom diserahkan pada Ngo Dinh Diem.

Tahun 1955, Ngo Dinh Diem mendeklarasikan dirinya sebagai presiden Republik Vietnam yang baru lalu mengganti nama IStana Norodom menjadi Indepandence Palace.

Istana yang sama juga memiliki nama lain yaitu Dragon’s Head Palace karena secara fengshui, terletak di atas kepala naga.

Sayangnya, nasib istana karya  Achille-Antoine Hermitte harus berakhir sampai saat perang Vietnam berlangsung.

Tahun 1962 tepat pada bulan Februari hari ke-27, angkatan udara Republik Vietnam memberontak dan menerbangkan dua pesawat lalu melakukan serangan yang berakibat hancurnya sayap kiri Indepandence Palace.

Masa itu sulit untuk mengembalikan bentuk istana seperti semula. Sang presiden memerintahkan menghancurkan istana dan membuat gedung baru sebagai gantinya.

Istana baru dibangun per 1 Juli 1962. Diem yang memprakarsai pembangunan tersebut, tidak bisa melihat keseluruhan bangunan jadi, karena terbunuh oleh pasukan yang melakukan kudeta di bawah pimpinan Jendral Duong Van Minh.

Sejak itu, istana merdeka ini menjadi rumah dan kantor pemimpin junta militer.

Sejarah istana terus berlanjut, pada April 1975, ketika pasukan komunis dari Vietnam Utara menyerang dan menduduki seluruh wilayah Vietnam Selatan.

Dibulan yang sama, terjadi lagi pemboman tetapi tak menimbulkan kerusakan besar. Saat perang Vietnam berakhir pada bulan April 1975, setengah tahun kemudian terjadi peristiwa besar yang membuat Independence Palace berubah nama menjadi Reunification Hall atau lebih kita kenal dengan Reunification Palace.

Kunjungan ke Reunification Palace

Tak langsung masuk, saya perlu menunggu selama satu jam sebelum museum dibuka kembali setelah jam makan siang.

Untuk pertama kalinya saya mengunjungi museum di Vietnam, apalagi ada kaitannya erat tentang perkembangan negara tersebut.

Pembelian tiket dilakukan sangat teratur, saya berbarengan dengan belasan orang yang juga ingin wisata sejarah di Ho Chi Minh City.

Reunification Palace memang tampak luas sekali dari bagian depan.

Kami masuk dari pintu pada bagian ujung, yang tembus ke sebuah gedung kecil untuk pembelian souvenir sekaligus tiket.

Yang saya sesalkan ketika ada di tempat itu. Saya tak berfikir untuk langsung membeli cinderamata, karena menganggap pada akhir tur museum ada outlet untuk jual souvenir lagi.

Berkeliling Reunification Palace

Gedung ini sangat jauh sekali dari arsitektur Perancis. Malah seperti bangunan bergaya 70-an seperti yang ada di Jakarta. Selain itu, kelihatan kaku dan sangat formil.

Padahal ketika membaca sejarah dan mencari foto lawasnya. Norodom Palace memang sangat megah dan artistik, meski foto yang saya dapatkan berwarna hitam putih.

GOPR7045
Naga, secara fengshui sangat lekat dengan tata letak gedung ini.

Saya ajak Anda berkeliling ke beberapa ruangan yang saya masuki ke Reunification Palace….

IMG-0143

inside-reunification-palace

Anda bisa mengunjungi Istana Reunification sepanjang tahun, hanya pada hari libur akan lebih ramai dari biasanya. Jadi, saat yang tepat ketika masa liburan di hari kerja.

Jadwal buka museum pukul 7.30 – 11.00 waktu setempat & kembali dibuka pada jam 1 siang sampai 4 sore. Tiket masuknya cukup terjangkau yaitu 30.000 VND atau sekitar Rp 20.000.

norodom-palace
Norodom Palace, bentuk bangunan lama dari Reunification Palace.

saigon-palace

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *