Makanan Ala At The End Of The Universe

Empat hari tiga malam di Nagarkot membuat kami setiap harinya cukup mandi satu kali di pagi hari. Berada 32 kilometer di sebelah timur Kathmandu, Nagarkot membuat badan kelu di sore hari buat kami manusia yang sepanjang hidup tinggal di negara tropis. Pukul tiga sore angin sudah mulai berhembus. Menjelang jam enam malam, biasanya para tamu tak lagi kuat berada di luar ruangan. Kami semua akan melipir masuk ke dalam ruangan utama At The End Of The Universe karena suhu semakin menurun. Maklum juga, dengan ketinggian 2175 meter di atas permukaan laut, membuat alasan untuk makan dan makan menjadi kegiatan yang lebih sering kami lakukan.  Apalagi saat malam hari suhu bisa mencapai 10-12 derajat celcius. Brrr….

Salah satu akibat kedinginan dan usaha menghangatkan diri antara lain minum yang hanat-hangat dan makan. Lucunya meski lebih sering makan dari biasanya, malah membuat badan kami terasa lebih mengecil. Bahkan ukuran celana yang biasanya pas, terasa lebih longgar.  Jadi, sebenarnya apa saja yang disuguhkan di hotel ini, sehingga membuat kami (merasa) memiliki badan lebih ringan dan ketika pulang wajah saya tampak lebih tirus ?!

Sarapan Sehat

Kami selalu datang lebih awal menuju ke tempat utama yang letaknya berbeda dengan kamar para tamu. Ruangan ini lumayan luas yang menjadi tempat nongkrong, bersebelahan dengan meja resepsionis, dan menyatu dengan restauran yang selalu menyediakan makanan enak.

Paling lambat pukul tujuh pagi kami sudah ada di sana. Alih-alih ingin segera hiking di sekitar hotel. Saya dan Rudy setiap pagi selalu memasukkan sarapan, meski pada realitanya makan pagi sering terabaikan. Maklumlah, namnya hiking pasti jarang menemukan warung atau tempat makan kan?! Makanya kami pun isi bensin terlebih dahulu biar kuat berjalan jauh dan tak kelaparan.

Sarapan di Nagarkot didominasi makanan tanpa nasi. Semuanya serba ringan tapi sehat dan mengenyangkan.

makanan khas nepal
End Of The Universe Breakfast

End Of The Universe Breakfast

Sarapan dengan dua butir telur orak arik tanpa rasa, dua buah chapati atau sejenis roti khas Nepal, butter dan selai strawberry, kentang tumbuk bakar, segelas jus, dan satu mangkuk kecil yoghurt.

Bagimana menurut kalian ? Terlihat sangat minim dan tidak sesuai dengan sarapan orang Indonesia yang biasanya lumayan berat dan berbau nasi. Saya pun awalnya berfikir demikian, karena ketika makanan pertama kali diantar merasa porsinya cukup. Tapi takut nanti kurang berkalori karena setelahnya kami akan hiking dan pasti mengeluarkan banyak tenaga.

Tapi dugaan saya salah lho. Saya makan seperti biasa sambil disela-sela makan karbohidrat juga mencicipi yoghurt yang sudah menjadi satu paket hidangan. Ketika makanan masih dua pertiganya, rasa kenyang sudah mulai terasa. Dan ketika makanan habis, komentar saya hanya, “Ini sudah pas.”

Rasanya enak dan cocok dilidah, yoghurtnya juga tidak terlalu masam, ditambah lagi segelas jus buah melengkapi nutrisi di pagi itu. Dan untuk mengobati hawa dingin yang masih muncul. Kami biasanya memesan pot kecil teh hitam atau coklat panas.

Per porsi : Rs 400

makanan khas nepal
Gar Gur Chapat

Baca juga : Nongkrong Di The Moon Cuisine Siem Reap

Gar Gur Chapat

Sarapan yang lebih sederhana. Yang satu ini menu sarapan Rudy karena penasaran dengan rasa Nepali scrambled eggs. Setelah merasakan telur orak ariknya, ternyata mereka memasak dengan menambahkan masala sebagai bumbu. Sedangkan karbohidratnya berasal dari chapati, sejenis roti yang tidak beragi berbentuk pipih dan biasanya dibakar. Proses pembakarannya pun terlihat di beberapa bagian. Teksturnya kering, ketika dibelah bagian dalamnya lebih kasar daripada sisi luarnya.

Rasanya hampir tawar dan saat dimakan seperti ada lapisan kasar dari chapatinya. Buat saya rasanya enak karena hampir tawar. Berhubung saya tak ada masalah ketika makan kuliner baru yang ditemui. Lidah saya cocok-cocok saja dengan chapati.

Kalau di menu sebelumnya saya makan chapati bisa dengan selai atau dipadukan dengan yoghurt. Rudy makan chapati berselang-seling dengan telur. Mau dimakan bersamaan atau sendiri-sendiri pun rasanya masaih bisa diterima lidah.

Chapati merupakan makanan pokok di benua India termasuk Nepal, Pakistan Bangladesh, Srilanka, Afrika Timur hingga Karibia. Jadi, kenapa kami selama empat hari di Nagarkot terasa lebih ringan meski banyak makan. Setelah saya cari tahu, chapati ternyata dibuat dari tepung gandum utuh. Di subbenua India sering disebut atta. Tepung gandum ini diadoni dengan air dan ditambahkan sedikit garam. Diadoni di atas piring besar yang terbuat dari kuningan dan biasa disebut parat. Kemudian dimasak di atas wajan datar tanpa minyak. Saat dimasak chappati akan menggembung. Lalu ketika dingin lama-lama mengempis.

Diameter chapati bervariasi. Tapi dari foto makanan saya, sudah bisa memperkirakan kalau diameternya seukuran dengan piring tanggung yang sering kita pakai makan saat di Indonesia. Untuk ketebalannya jauh lebih tipis dari pizza. Makanan utama yang tergolong karbohidrat terbuat dari bahan yang sehat dan kaya serat, tapi rendah kalori. Itulah penyebabnya, saya menyebutnya sarapan sehat.

Chapatti ini memiliki banyak nama diberbagai negara yang letaknya di subbenua India. Nama lain chappati yaitu safati, shabaati, phulka, dan rosi.

Rs 200

makanan khas nepal
Typical Breakfast

Typical Breakfast

Isi menu ini roti gandum, sosis goreng, dan dua butir telur dadar ala Nepal. Memang terlihat sederhana sih. Tapi sangat cukup untuk mengawali pagi kedua di Nagarkot. Roti gandumnya pun lebih bertekstur kasar yang artinya sangat berserat, tetapi rasanya sangat enak. Dengan Nepali scrambled eggs yaitu telur dengan bumbu masala serta sosis goreng yang rasanya hampir susah dideskripsikan. Maksudnya saking sederhananya bumbu yang digunakan. Mungkin mereka hanya memasaknya dengan butter dan digoreng sampai agak kecoklatan. Menu ini sih, sarapannya Rudy. Tapi boleh dong saya icip-icip dikit. 😀

Sedangkan saya pilih makan Simple Breakfast yang isinya telur, roti tawar bakar dengan selai dan butter. Ditambah secangkir teh hitam tawar.

Per porsi : Rs 300

kuliner khas nepal
Set Breakfast

Set Breakfast

Menu sarapan lengkap yang isinya dua butir telur setengah matang, dua roti tawar bakar dengan selai dan butter, kentang tumbuk bakar, tomat dan secangkir kopi susu. Ini satu set menu sarapan paling mengenyangkan yang saya coba di Hotel At The End Of The Universe. Ditambah lagi sebelum meninggalkan hotel tanggal 5 Oktober 2018, kami memesan satu pot kopi susu untuk berdua yang isinya cukup untuk empat cangkir.

Jenis minuman panas di sini biasanya dihidangkan tidak menggunakan gula. Hal itu menjadi kebiasaan entah di Kathmandu, Bhaktapur, bahkan Nagarkot. Mereka yang melayani kami, biasanya menanyakan ingin minuman yang manis atau tidak.

Per porsi : Rs 250

 

Kitchen Special Breakfast

Sarapan lain yang sempat Rudy coba yaitu kitchen special breakfast berisi dua roti gandum, telur rebus, sosis dengan saus khas Belanda, kentang dan tomat panggang.

Semua menu sarapan ini sudah bisa dipesan dari jam enam hingga sepuluh pagi.

Lalu saat makan siang hingga makan malam. Berbagai macam makanan lain sudah bisa kami pesan. Dan saatnya untuk mencicipi kuliner khas Nepal ala hotel ini.

makanan khas nepal
Chicken Chowmein

Chicken Chowmein

Pengaruh Tiongkok sangat terasa ketika bertemu dengan chowmien. Mie goreng ini dibuat dengan beberapa pilihan toping mulai dari ayam, sayuran, atau daging kerbau. Istilah chowmein yang merujuk pada mie, makanan asal Tiongkok, populer di beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, India, dan Nepal.

Per porsi : Rs 200

makanan khas nepal
Tibetian Bread with Honey

Tibetian Bread With Honey

Roti Tibet yang mengisi daftar menu cemilan di Hotel At The End Of The Universe. Rasa dasar rotinya sudah manis dengan proses menggoreng sampai warnanya coklat kekuningan. Dilengkapi dengan madu sebagai pelengkap sajian. Tibetian bread yang juga biasa disebut dengan Gurung Bread sangat cocok dimakan untuk menemani teman minum teh hitam.

Per porsi : Rs 2000

makanan khas nepal
Aloo Paratha

Aloo Paratha

Aloo Paratha termasuk dalam menu roti yang ditawarkan Hotel At The End Of The Universe. Menu ini biasanya sebagai hidangan sarapan yang terkenal di anak benua India. Adonannya terbuat dari tepung tak beragi yang dicampur dengan kentang tumbuk dan rempah-rempah. Pembuatannya dengan cara dimasak dalam teflon dengan mentega. Pesanan saya ini sayangnya tidak masuk dalam menu breakfast, jadi saya memesannya sebagai cemilan saja :D. Ouch… cemilan tapi bahan dasarnya karbo.

Aloo Paratha disajikan dengan saus kari.

Per porsi : Rs 200

makanan khas nepal
Vegetable Curry Rice

Vegetable Curry Rice

Semangkuk kari sayur yang jadi menu makan siang melengkapi sepiring nasi basmati. Sederhana, porsi besar, dan memenuhi perut. Bagusnya meski sajian nasi selalu dalam porsi besar. Basmati memiliki keunggulan jika dibandingkan dari nasi biasa.

Di salah satu grup facebook wisata dunia, ketika seseorang anggota membahas tentang kebiasaan makan saat liburan. Obrolan berujung pada sehatnya nasi basmati yang tidak tinggi kalori dan gula. Setelah saya melakukan riset kecil di google dan membaca beberapa artikel. Ternyata memang, nasi basmati ini mampu mencegah pembentukan lapisan lemak berbahaya di sekitar arteri. Bahkan mengandung sedikit karbohidrat.

Vegetables curry berisi sayur mayur sederhana seperti kembang kol, potongan buncis, dan kentang. Dengan bumbu yang kental dan rasa tajam, kari ini memang sangat cocok dipadukan dengan nasi.

Satu porsi : Rs 220

makanan khas nepal
Nepali Set.

Nepali Set

Di menu diberi nama Nepali set, tapi pada dasarnya ini adalah satu paket dal bhat, makanan tradisional subbenua India. Isinya berupa nasi basmati, ayam kari, sayur tarkari (spesial sayur kari dengan bumbu agak pedas), dahi/yoghurt, sup lentil, papadum, saus, dan sayur mentah (seperti lalapan) yang biasanya berupa mentimun, wortel, dan lobak.

Satu porsi : Rs500

makanan khas nepal
Fruit Curd

Fruit Curd

Saking malunya karena sering pesan makanan daripada tamu lain yang menginap di Hotel At The End Of The Universe. Saya mencari cara untuk cepat merasa kenyang dengan makanan yang rendah lemak dan kaya serat. Salah satunya memesan yoghurt dan buah-buahan.

Yoghurt jadi makanan yang sangat familiar di Nepal. Bisa dikombinasikan dengan muesli atau buah-buahan yang biasa tumbuh di sana.

Per porsi : Rs 300

Jadi sudah tahu kan kenapa saya menggolongkan makanan di Nepal terutama di hotel tempat saya menginap ini menyajikan makanan-makanan sehat. Kebanyakan menu utama mereka kaya serat dan memasukkan yoghurt bahkan dalam menu makan besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *