5 Alasan Liburan (Lagi) Ke Vietnam

Kota pertama dalam liburan 10 hari yang saya dan Rudy singgahi yaitu Ho Chi Minh City. Ibukota lama Vietnam yang juga punya nama Saigon ini memberi kesan tersendiri untuk saya. Yang akhirnya kami sepakat suatu hari nanti harus liburan lagi ke Vietnam.

Kami hanya tinggal di satu kota dan tak lebih dari dua hari. Memang sih waktunya terlalu singkat. Banyak hal menarik yang belum sempat saya ketahui dan coba, saking minimnya waktu berkunjung ke sana.

5 Hal ini menjadi daya tarik yang membuat saya harus balik lagi menjelajahi Vietnam :

 

Biaya Hidup Murah

Saya baru tinggal di satu kota. Di Ho Chi Minh, biaya hidup relatif murah, bahkan jika dibandingkan dengan kota besar Indonesia. Tinggal di kawasan turis pun, harga sebagian besar barang dan makanan lebih terjangkau dibandingkan dengan Jakarta.

Untuk sekali makan besar pinggir jalan, mayoritas harganya 30.000 – 40.000 VND. Di beberapa tempat yang memang jadi pemukiman penduduk (bukan kawasan turis-red). Saya sempat nemu makanan dengan harga 15.000 – 20.000 VND. Fantastis murahnya.

Padahal itu di kota besar. Jadi, liburan di Vietnam dalam jangka waktu lebih lama masuk ke dalam bucket list saya.

Makanan Enak

Saya memang harus pilih-pilih menu agar bisa menyantap makanan halal. Tapi Vietnam punya banyak makanan yang bersahabat, baik dari segi rasa dan kantong. Makanan enak bukan hal yang sulit didapatkan di Ho Chi Minh City.

Pokoknya tidak mengecewakan. Rasanya memang tidak sekuat makanan Indonesia yang kaya rempah. Namun, kuliner Vietnam punya cita rasa unik yang masih bisa diterima lidah.

Ketika membeli makanan pun, saya sering takjub dengan ukurannya yang besar, tapi harganya sangat terjangkau, kualitas rasa juga oke.

Dalam semangkuk Pho seharga Rp 20.000 saja, potongan daging sapinya lebar-lebar dan banyak. Atau makan sate ayam dengan potongan daging berbentuk dadu yang besar. Puas lah pokoknya. Nah, wisata kuliner jadi misi kunjungan saya suatu hari nanti saat datang ke daerah lain di Vietnam.

 

Notre-Dame Cathedral Basilica of Saigon

Transportasi Mudah

Vietnam merupakan daratan memanjang yang berbatasan dengan laut di sebelah timur dan Kamboja dan Laos di bagian barat. Untuk berwisata dari satu daerah ke daerah lain cukup mudah. Transportasi darat tersedia mulai dari bis hingga kereta. Saya bisa mencoba jalur kereta dari Saigon ke Hanoi atau Sapa.

Rencana yang paling menggoda yaitu touring sepeda motor dari selatan ke utara dan singgah di beberapa kota yang menarik salah satunya Hoi An.

Beli motor dengan harga terjangkau gampang didapat. Di hostel atau hotel pasti terdapat pengumuman tentang jual beli motor bekas yang biasa digunakan untuk travelling.

Motor yang dijual memang bukan sekelas motor keluaran Jepang seperti di Indonesia dengan bentuk yang mulus. Dihitung-hitung harganya masih masuk akal dan tentu saja bisa memberi pengalaman berbeda menjelajahi Vietnam dengan motor.

Halong Bay

Beberapa teman yang tahu saya liburan ke Vietnam, selalu menyarankan untuk mengunjungi Halong Bay. Tapi sayangnya, dalam perjalanan kali ini, kami tidak memasukan Halong Bay jadi tujuan wisata, karena lebih memilih melanjutkan perjalanan ke barat laut, yaitu Phnom Penh.

Sudah pasti Halong Bay tidak akan saya lewatkan jika berlibur ke Vietnam suatu hari nanti. Dengan iming-iming
menikmati keindahan alam dan laut Vietnam menggunakan kapal.

Nasi Pulen dan Rice Paper

Percaya atau tidak. Nasi Vietnam jadi sesuatu yang sangat menarik.

Saya hanya sekali makan nasi di satu kedai barbekiu pinggir jalan. Dari situlah saya merasakan nasi pulen yang aromanya harum alami. Bukan karena dimasak dengan daun pandan atau daun salam.

Nasi yang rasanya berbeda dari nasi-nasi sebelumnya yang pernah saya makan. Saya tidak berlebihan mendeskrepsikan tekstur dan rasa dari nasi ini. Silahkan coba jika berkunjung ke Vietnam ya.

Entah dari tekhnik memasak atau memang kualitas beras yang sangat baik. Saya harus cari tahu lebih banyak. Beras memang menjadi bahan karbohidrat utama di Vietnam yang diolah dalam berbagai bentuk, paling banyak yaitu rice vermicelli atau bihun dan rice paper.

Kelalaian saat di Vietnam yaitu lupa membeli lembaran rice paper untuk dibawa pulang. Padahal saya bisa membawanya ke Indonesia untuk dijadikan oleh-oleh atau sekedar uji coba kemampuan untuk bikin spring roll sendiri di rumah.

Ahhhh, jadi ada alasan lagi kan pergi ke Vietnam. Hanya untuk beli rice paper di Sapa.

Incoming search terms:

  • biaya hidup tinggal di vietnam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *