pho bo wisata kuliner vietnam

Tentu saja saya tidak melewatkan makanan khas Vietnam yang satu ini. Ditambah suami yang penggemar mie. Kami pun menutup sore terakhir di Ho Chi Minh City sambil makan pho dekat Saigon Marvel Hostel.

Prediksi untuk cepat-cepat balik ke penginapan setelah muter-muter jalan kaki memang tepat. Tidak lama sampai hostel, hujan deras membuat beberapa rencana kami gagal. Awalnya pengen lanjut jalan ke Cho Lon, kawasan Chinatown di Saigon. Sekalian makan malam dan wisata kuliner. Tapi rencana batal karena cuaca yang tidak bersahabat.

Setelah hujan sedikit reda. Saya beranikan keluar hostel dan lari-lari menuju kedai Pho yang letaknya di ujung jalan masuk kawasan backpacker tempat kami tinggal. Baru saja duduk dan lagi milih makanan. Bressssss…. hujan turun lagi dan lebih deras dari sebelumnya. Cocok banget. Dingin-dingin makan mie kuah panas.

Kedai ini namanya Pho Quynh, salah satu tempat makan pho yang direkomendasikan dan punya beberapa cabang di Ho Chi Minh City.

Setelah membolak balik menu. Saya putuskan nyoba pho bo (sup daging sapi) sedangkan Rudy pilih yang ayam (pho ga). Kedai makan ini menempati ruko. Lantai bawah hanya muat untuk beberapa meja, sedangkan ada juga lantai atas yang ruangannya lebih luas. Tapi kami berdua baru tahu setelah keluar Pho Quynh.

wisata kuliner vietnam pho ga

Saya selalu puas dengan porsi makan Vietnam yang serba besar. Pas pesanan kami datang, dua mangkuk ukuran super diletakkan di meja. Ditambah lagi satu piring daun-daunan, tauge mentah,  cabe iris serta jeruk nipis. Mangkuknya dua kali lebih besar dari mangkuk mie ayam kaki lima yang sering saya temui di Indonesia. Isinya juga tidak bohong. Kuah beningnya penuh  dimangkuk  saking banyaknya dan rice noodlenya lembut.

Pho jadi penghangat di sore yang dingin.

Ini pertama kalinya saya makan pho. Meski di Jakarta sudah ada restoran yang menyediakan makanan Vietnam. Rasanya memang lebih afdol jika mencoba di negara, tempat suatu makanan berasal.

Menurut sejarahnya pho berasal dari Vietnam utara. Makanan ini semakin populer dan menyebar ke seluruh negeri setelah perang Vietnam. Kabarnya pho versi Vietnam utara dan selatan berbeda. Ini jadi kesempatan buat saya mencicipi pho ala selatan dengan bumbu yang minim dan dilengkapi sayuran.

wisata kuliner vietnam murah

Rasanya seperti makan kuah kaldu, dengan irisan daging sapi, dan mie. Soal rasa asin, manis, bahkan gurih tidak terlalu mencolok. Taburannya irisan tipis bawang bombai dan daun bawang cincang. Tambahan rasa pedas dan manis dari saus terpisah yang disediakan di tiap meja. Tinggal masukan saja sesuai selera dan keinginan. Tapi saya lebih tertarik dengan perasan jeruk nipis yang banyak. Agar kuahnya jadi lebih segar. Mirip-mirip makan soto lenthok yang juga pakai bihun.

Makan pho memang perlu kekhidmatan dan tidak bisa buru-buru. Selain kuahnya yang panas, saya juga perlu meramu setiap sendok yang akan dimakan dengan tambahan tauge mentah dan lalapan ala Vietnam. Ada dua jenis daun yang satu seperti bayam, yang lainya berbetuk panjang dan baunya anyir.

lalapan khas vietnam

wisata kuliner di saigon

Awalnya saya harus petik daun per daun lalu memasukkannya ke mangkuk mie. Cara ini tidak salah. Setelah lirik kanan kiri, cowok yang di sebelah meja kami punya ritual asik dan slow untuk ngabisin semangkuk pho tadi. Jadilah saya tiru.

Setelah memetik beberapa daun. Saya tidak langsung campurkan ke mangkuk pho yang berkuah. Saya ambil sesendok mie dengan sedikit kuah, meletakkan irisan daging di atasnya, menuangkan beberapa tetes bumbu, lalu ditambah daun-daunan tadi. Baru deh dimakan. Sambil ngunyah, saya bisa seruput kuahnya biar nelen makanan lebih lancar.

makan makan di saigon

kuliner di ho chi minh city

wisata kuliner di ho chi minh city

Saya termasuk pemakan yang lambat. Makan sedikit saja bisa lama, apalagi harus menghabiskan semangkuk besar pho. Beda sama Rudy yang makannya cepat. Baru saja saya setengah jalan, dia sudah habis seporsi. Tapi Rudy makan dengan cara sederhana tanpa bumbu atau printilan lalapan seperti saya. Selama perjalanan kami dari Vietnam ke Thailand, kalau ketemu lalapan apa pun, dia langsung nyingkirin dedaunan itu dari makanan. Menurutnya baunya aneh dan merusak rasa.

Saya juga sempat nyicipin pho ga yang dimakan Rudy. Rasanya tidak beda jauh, hanya daging yang digunakan dari suwiran ayam rebus. Apesnya, semangkuk pho ga yang dipesan Rudy dagingnya jauh lebih sedikit dari daging sapi di mangkuk saya.

O ya, akhirnya saya gagal menghabiskan pho dan saya serahkan pho bo untuk dimakan Rudy.

bir vietnam

kopi vietnam

Di Pho Quynh juga menyedikan beberapa minuman bir merk Vietnam dan tentu saja kopi. Kami memang belum sempat nongkrong di coffee shop untuk nyobain kopi Vietnam. Tapi saya sudah bisa mencoba langsung es kopi original yang rasanya top markotop. Tidak terlalu pahit dan manis gulanya pas.

Untuk satu mangkuk pho harganya VND 65.000 dan VND 15.000 untuk minumannya. Jadi total makan super kenyang Cuma VND 160.000.

Note : ada banyak kedai pho yang bisa dijadikan pilihan untuk makan. Salah satunya Pho Quynh. Ini bukan yang terbaik, karena beberapa referensi menyarankan pergi ke Pho 2000 yang reviewnya lebih baik dari segi rasa dan tempat. Harganya juga tentu lebih mahal. Kalau dirasa makanan yang mahal tidak membuat tertarik. Beberapa brand pho berikut juga bisa dilirik :

Pho Dau, Pho Hoa, Pho Minh, Pho Cao Van, Pho Le, Pho Tau Bay, Pho Ky Dong, Pho Hung, Pho Bac Hai, Pho Hong

Please follow and like us:

One thought on “Kuliner Vietnam : Pho Quynh”

  1. Dulu kalo kangen masakan Vietnam, ada Pho Hoa. Tapi sekarang gak ada lagi. Eh ato di Jakarta masih ada ya? Kalo yang di Bali sih udah gak ada. Memang sih suasana bangku pendeknya tetep gak dapet. Tapi seger kuahnya lumayan mengobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *