Kombucha, Si Teh Fermentasi

Ketika bertamu, apa yang biasanya disuguhkan tuan rumah ? Umumnya secangkir kopi, segelas sirup, atau teh manis hangat. Tapi ini lain, ketika saya sedang bertamu di salah seorang kawan. Saya disuguhi minuman dalam botol berwarna coklat bening.

“Cobain deh,” ujar teman dekat saya ini.

Minuman apa ini. Dalam botol tak bermerek dan saya diminta meminumnya. Teman saya ini menuangkan sedikit cairan bening coklat ke dalam gelas. Saya diminta mencobanya beberapa teguk. Jangan langsung satu botol.

Sruuup.. saya pun mencicipinya seteguk. Fiuh..agak sukar menggambarkan rasanya. Hampir seperti soda, ada sensasi mencengram, meski tak sekeras ketika minum coke atau pepsi yang dijual di pasaran. Tapi ada aroma teh di dalam minuman ini, meski tidak terlalu pekat.

“Ini apaan?” tanya saya padanya.

“Kombucha. Pernah dengan belum?” timpal teman saya tadi.

Saya seperti kudet alias kurang update tentang minuman.

“Beli di mana kombuchanya ?” tanya saya lagi.

“Ada deh. Mau tau aja atau mau tau banget?” teman saya kembali menjawab.

Rasanya kesal juga ketika bertanya tapi tak segera diberi jawaban. Lalu ia membawa saya ke ruang meja makan dan menunjukkan satu wadah kaca besar yang berisi kombucha.

“Kami bikin sendiri di rumah,” ujarnya sambil menunjuk kombucha tadi.

Apa Sebenarnya Kombucha ?

Kombucha merupakan hasil fermentasi teh bersama Scoby, singkatan dari Symbiotic Culture Of Bacteria Yeast. Scoby berwarna putih. Mirip seperti nata de coco dengan bentuk pipih bulat. Tapi ada pula scoby yang berwarna putih berbentuk persegi. Scoby sendiri merupakan campuran bakteri baik dan ragi yang berkoloni menjadi satu. Sesuai dengan singkatan nama tersebut.

Air teh, gula, dan scoby dicampur dalam suatu wadah selama tujuh hingga 12 hari agar menghasilkan minuman fermentasi kombucha.

Scoby ini hidup, bisa berkembang ketika dipelihara dan dimasukkan dalam cairan teh. Apa buktinya ? Saya perhatikan bagaimana scoby terapung dalam air teh. Scoby putih membentuk lapisan-lapisan membran yang lama kelamaan akan menumpuk dan membesar.

scoby kombucha
Scoby

Sambil minum teh kombucha, saya diceritakan bagaimana proses scoby berkembang dan bisa menjadi begitu besar. Membran awalnya tumbuh dilapisan bagian atas kemudian berlanjut ke bagian bawah. Menggumpal dan membesar, bahkan jika tidak dikendalikan. Bisa jadi dalam satu wadah akan lebih banyak scoby daripada air teh. Scoby ini jika dirawat dengan tepat dan benar, akan tumbuh oesat dan sehat. Sehingga bisa dimanfaatkan lagi untuk memfermentasi banyak air teh.

Maka dari itu, keluarga teman saya ini membuat fermentasi kombucha dalam beberapa wadah kaca besar. Scoby yang digunakan tetap sama. Tetapi karena terus tumbuh, scoby tersebut dipisahkan dalam beberapa tempat.

Fermentasi Teh, Menghasilkan Kombucha Yang Segar

Mengapa teh yang digunakan sebagai fermentasi? Sebenarnya bukan karena tehnya. Tapi orang lebih familiar menggunakan teh sebagai bahan alami untuk minuman yang sehari-hari dicampur dengan gula. Gula lah yang berfungsi mempertahankan hidup scoby. Selama ada gula, scoby akan mengkonsumsi gula dan mengolahnya menjadi alkohol.

Alkohol tadi diolah bakteri kemudian diurai yang akhirnya menjadi asam. Pantas saja jika teh kombucha rasanya sedikit asam.

Lebih Detil Tentang Rasa Kombucha

Itulah kali pertama saya merasakan tentang kombucha. Jadi, setiap saya datang ke rumah teman ini. Saya selalu disuguhi kombucha dingin dalam botol.

Lalu, apakah kombucha berbahaya karena mengandung alkohol ? Tentu saja tidak. Alkohol yang terkandung dari fermentasi teh kombucha tidak lebih dari satu persen. Sedangkan minuman beralkohol yang dilarang dan memabukkan memiliki presentase alkohol di atas 2%.

Mencicipi teh kombucha dalam waktu yang berbeda saya mendapati bahwa rasa teh bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis teh, kadar gula, serta lama atau tidaknya fermentasi. Termasuk suhu ruang dimana teh kombucaha diproduksi. Tapi yang jelas, kombucha nikmat banget kalau diminum dalam keadaan dingin tanpa es. Alias didiamkan dalam kulkas terlebih dahulu. Rasanya grrrr, segar !

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *