Cerita-Cerita Dalam Kaca

Belanda tidak pergi begitu saja hengkang dari Indonesia setelah 142 tahun mendirikan Hindia Belanda. Meski sebelumnya kerajaan-kerajaan di negeri ini juga sempat merasakan monopoli perdagangan yang dimenangkan VOC, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC). Akhirnya perusahaan Belanda itu bangkrut, karena korupsi yang sudah akut. Semua properti VOC termasuk tanah jajahan, diambil alih dan berada di bawah naungan Belanda.

Belanda mengirimkan Gubernur Jendral sebagai wakil yang bertanggung jawab langsung ke sang ratu, diikuti banyak pejabat hijrah ke Nederlandsch-Indie (nama resmi Hindia Belanda). Beserta para peneliti, pecinta tanaman, hingga arsitek-arsitek canggih yang turut serta merancang rumah serta perkantoran, agar pemerintahan baru berlangsung mulus.

kaca patri jakartaMereka membangun kota-kota besar di pulau-pulau Indonesia zaman dahulu. Salah satunya Semarang yang menjadi kota metropolitan pertama di Pulau Jawa. Bahkan kota yang kita kenal sebagai pusat Jawa Tengah ini dinyatakan lebih besar dan modern dari Batavia.

Di kota-kota besar inilah peninggalan Belanda paling nyata masih bisa disaksikan. Melalui bangunan-bangunan tua yang dulu digunakan sebagai tempat publik. Sebagian besar telah beralih fungsi menjadi museum penyimpan jejak pemerintahan Hindia Belanda. Gedung-gedung tua sebagai saksi sejarah dibangun tinggi-tinggi dengan jendela yang lebar dan besar. Bukan tanpa sebab, melainkan menyesuaikan  iklim tropis Indonesia yang hanya punya dua musim, hujan dan kemarau.

Jika hujan datang bukan jadi masalah untuk orang Eropa yang sudah akrab bersanding dengan udara dingin. Melainkan ini solusi ketika sekitar enam bulan merasakan kemarau dengan panas terik. Jendela berukuran tidak biasa jika dibandingkan dengan rumah tradisional. Tujuan utamanya menjaga sirkulasi udara tetap terjaga dan suhu ruang tetap sejuk.

Jendela yang juga menambah estetika bangunan dengan hiasan kaca patri warna warni. Kaca patri merupakan kaca yang diwarnai menambahkan garam metalik saat dibuat. Kaca dengan ragam warna dalam potongan kecil kemudian disusun membentuk suatu desain atau pola gambar tertentu. Untuk menyatukan potongan, penggunaan timbal disertakan dengan fungsi menyangga atau sebagai bingkai.

Kaca patri sendiri sudah diterapkan sejak lama, di zaman kuno Mesir dan Romawi. Kemudian merambah ke wilayah lain di benua Eropa dan Asia Barat. Selanjutnya ketika Belanda membentuk Hindia Belanda. Kultur ini turut bermigrasi dan menambah referensi interior bangunan di negara kita. Kaca-kaca cantik ini tidak hanya sekedar potongan warna-warni. Tetapi membentuk cerita khusus yang sengaja dibuat dan disesuaikan dengan pendirian sebuah bangunan.

Begitu pula dengan kaca patri yang ada di Museum Bank Mandiri. Selain mempercantik tetapi mengandung kisah yang sengaja menggambarkan tentang perjalanan VOC menemukan sumber rempah-rempah di dunia timur. Kaca patri hasil karya F.H. Abbing Jr, anak salah satu presiden NHM di Amsterdam. Abbing Jr merancang, sedangkan  W. Boogtman yang menyatukannya.

kaca patri di museum bank mandiri

Lima potongan kaca patri di lantai dua Museum Bank Mandiri mengisahkan tentang Willem van Oranje yang menggagas pendirian NHM untuk menggantikan fungsi VOC yang hancur pada 1799. Dengan potongan kedua berupa kaca yang didominasi warna biru, merah, dan hijau terdapat lukisan kapal de Amsterdam. Sebuah kapal dengan panjang 160 kaki yang mengangkut barang-barang penting VOC. Berlayar untuk pertama kalinya, kapal dengan daya angkut ini mampu membawa beban 1160 ton. kapal yang sering diincar bajak laut itu dibuat tahun 1748 di Amsterdam serta dilengkapi meriam.

Cornelis de Houtman juga tak luput diabadikan sebagai petualang Belanda yang berhasil singgah di Pulau Jawa. Dengan menumpang kapal bernama de Hollandia, de Houtman mengarungi lautan mempimpin empat kapal yang dua lainnya diberi nama Duyfken dan de Mauritius. Saya juga melihat ujung cerita kaca patri menceritakan tentang kaum bumiputera dengan pakaian tradisional bertelanjang dada. Menggambarkan seorang lelaki pekerja keras. Di bagian bawah terdapat kaca patri lain yang mengusung empat musim di Eropa.

kaca patri museum bank mandiriPenggambaran musim dingin dengan kaca patri yang mayoritas berwarna putih, dihiasi gambar seorang perempuan berambut panjang. Musim gugur diceritakan dalam gabungan kaca patri warna biru yang lebih mendominasi. Namun, gambar utama yakni perempuan yang sedang menggunakan pakaian panjang membawa keranjang masih tetap terlihat. Di bagian atasnya, gambar burung-burung yang berterbangan akan dibidik seorang pemburu.

Di kaca patri bagian tengah, musim panas di Eropa menjadi cerita yang terrekam lewat kegiatan memanen gandum. Sekaligus pantai yang menjadi tujuan menghabiskan musim panas dan menikmati cahaya matahari.

Kaca patri berwarna gelap ketiga, menggambarkan sepasang muda mudi yang dipadu cinta saat musim semi tiba. Seorang perempuan yang rambutnya tergerai ditiup angin, kental menggambarkan musim semi yang hangat. Di bagian atasnya, aktivitas memetik bunga-bunga dilakukan oleh dua orang. Kaca patri terakhir berwarna senada dengan kaca patri pertama yang didominasi warna putih, yang pola utama di bagian tengah penuh dengan potongan kaca berwarna hitam, yang menceritakan seorang perempuan menyusui yang menjadi represantasi kesuburan alam Indonesia.

Di lantai dua Museum Bank Mandiri ini, kaca patri menjadi sumber cahaya utama sedangkan ruang lain sengaja diatur dengan penerangan redup dari lampu. Kaca patri semakin cantik terlihat saat meneruskan cahaya matahari menerangi ruang-ruang yang ada di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *