Jadi Bagian WomenWill Google

Memutuskan resign dan pindah tempat tinggal ke daerah yang lebih “sederhana”, rupanya tidak mendowngrade gaya hidup sebagai perempuan bekerja. Malah saya punya lebih banyak peluang untuk mengembangkan diri, mengatur waktu, dan membangun jaringan lebih luas meski dengan jam kerja yang fleksibel.

***

Dua minggu sebelum pulang kampung untuk pindah. Rudy sudah kasih info tentang kegiatan dari Google Indonesia yang sudah saya pernah dengar sebelumnya. Tentang Gapura Digital. Sebuah program yang diinisasi Google untuk membantu pelaku usaha khususnya UKM dengan kelas-kelas gratis tentang bagaimana membangun usaha melalui digital. Google membuka kelas-kelas tersebut di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Solo.

Suami saya pun menginformasikan untuk mengikuti kelas TTT Gapura Digital yang akan diselenggarakan akhir Februari 2019. Program TTT ini merupakan Train To Trainer yakni kelas khusus bagi peserta yang mendaftarkan untuk menjadi salah satu trainer untuk Gapura Digital.

Tak lama setelah informasi itu, akhirnya saya mendaftar dengan maksud hati dapat masuk di kelas TTT Gapura Digital Google Indonesia. Ternyata, panitia yang menerima resume saya mengarahkan untuk mengikuti kelas TTT #WomenWill Google yang memang dikhususkan untuk perempuan.

Jadi apa sebenarnya WomenWill ?

WomenWill merupakan program yang dirancang Google di 5 negara antara lain Brazil, India, Indonesia, Jepang, dan Mexico. Kampanye dan kegiatan yang bertujuan untuk membangkitkan peran perempuan agar lebih bermanfaat secara ekonomi baik untuk dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Tujuan Women Will ini memang untuk menciptakan peluang lebih besar dari sisi ekonomi yang juga mampu menghubungkan wanita di dunia secara online serta membuat mereka mampu menggunakan teknologi agar lebih bermanfaat. Poin utamanya yaitu membangun skill para wanita, saling memberikan inspirasi, dan menghubungkan satu sama lain.

Menghubungkan satu sama lain artinya kalau wanita terutama yang ada di daerah-daerah biasanya lebih akrab dengan pekerjaan rumah, steriotip sehabis menikah ya di rumah saja, dan kurangnya membangun jaringan karena kesibukan rumah tangga yang menumpuk. Lewat program Women Will ini mereka nantinya bisa punya ruang untuk bertumbuh dan mendapatkan pengetahuan baru khususnya mengenai digital dan membangun usaha. Di mana semua kelas yang diselenggarakan gratis dari Google.

***

Awalnya saya tidak terlalu paham mengenai WomenWill dan apa daya tariknya. Setelah masuk dalam daftar Cafasil WomenWill Batch 1 Area Solo dan mengikuti kelas trainingnya. Saya jadi punya gambaran lebih luas dan kuat lagi tentang Women Will ini, yang kurang lebih nggak jauh-jauh dari hal yang saya pegang. Kalau perempuan atau yang sudah berumah tangga sekalipun, bisa kok do something dan minimal turut andil memperkuat ekonomi keluarga agar secara finansial lebih sehat dan sejahtera.

Saat mendaftar, saya juga nggak terlalu serius apakah akan lolos ikutan kelas cafasilnya atau tidak. Karena ketika pendaftaran ada kualifikasi tertentu sebagai trainer (kan awalnya saya mendaftar untuk gapura digital, yang isinya sangat teknis tentang bagaimana menggunakan dan optimasi produk-produknya Google). Yang penting saya ikutan dan punya kenalan baru di komunitas baru. Secara saya baru pindah tempat tinggal dan perlu kegiatan luar rumah, selain fokus work from home. 🙂

Namun, setelah melalui kelas dan mencari tahu lebih banyak tentang Women Will. Saya pikir, memang perlu ikutan untuk bergabung di program seperti ini. Apalagi yang menyelenggarakan Google. Dan perempuan Indonesia, punya keuntungan karena terpilih sebagai lima negara pertama untuk memulai kampanye ini.

Lima Negara, Lima Budaya, Lima Potensi dan Latar Belakang Berbeda

Semua yang berkaitan dengan Google tentu berdasarkan data. Ketika Indonesia terpilih menjadi negara yang didukung Google melalui kegiatan unik ini. Google melihat bahwa wanita di Indonesia menggunakan internet jauh lebih sedikit para pria (wanita : pria = 48% : 61%). Meski pun menurut data, satu dari tiga perempuan di Indonesia punya ketertarikan lebih untuk menggunakan internet lewat smartphone meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Google juga menyebutkan wanita yang bisa mengakses internet lebih banyak untuk emngakses sosial media daripada menggunakannya untuk belajar.

Internet menjadi jalan keluar dari pekerjaan dan kehidupan rumah tangga serta mengurus anak bagi para wanita masa kini. Sehingga kenapa nggak memberikan pelatihan digital yang nantinya membuat para wanita jadi melek teknologi dan mampu punya bisnis tanpa meninggalkan tanggung jawab domestik.

Fakta uniknya, wanita malah mendominasi atas kepemilikan UKM Indonesia yang saat ini sedang berkembang. Google berharap dengan pelatihan yang tepat, program ini mampu membawa wanita Indonesia untuk mengembangkan bisnis, komunitas, serta andil dalam kesejahteraan Indonesia secara umum.

Sama seperti Indonesia. Brazil juga menjadi perhatian Google dalam kampanye WomenWill dan mengambil topik besar yakni kewirausahaan. Dengan tingkat pengangguran  wanita 29% lebih tinggi daripada pria. Pemanfaatan teknologi yang tepat untuk wanita diharapkan mampu menyumpang kenaikan PDB Brazil hingga 30%. Dengan tujuan para wanita di Brazil yang mengikuti program Women Will mampu mempercepat peningkatan peluang ekonomi untuk kalangan mereka sendiri dan menyumbang peningkatan PDB untuk negaranya.

Begitu pula dengan Meksiko yang menunjukkan bahwa 5 UKM yang ada di negara itu dipimpin wanita. Namun, hal yang menyedihkan malah penjualan dari UKM tersebut menghasilkan 44% target lebih rendah jika dibandingkan UKM yang dikelola oleh pria. Tentu saja, keberadaan WomenWill di Meksiko juga memiliki tujuan serupa agar para wanita ini nantinya mampu mengembangkan bisnis mereka lebih baik lagi dan mampu membantu Meksiko menjadi negara sejahtera. Selain kewirausahaan, WomenWill Meksiko juga berkonsentrasi pada topik kepemimpinan. Di mana dalam pengembangan usaha tidak lepas dari sisi leadership. Dua tema besar ini sedang disinergikan untuk mencapai tujuan besar pemberdayaan wanita di Meksiko.

India, negara dari sub benua India ini masuk ke dalam lima besar penerapan WomenWill Google. Bukan karena tidak memiliki akses internet yang cukup. Malah, India merupakan negara terbesar kedua di dunia dengan pengguna internet terbanyak. 30% nya didominasi wanita. Lalu apa tantangan di sana ? Wanita India yang melek internet tersebut belum sepenuhnya tahu tentang kesadaran mengakses internet dan cara memanfaatkannya lebih positif lagi. Padahal secara jelas dalam survey yang pernah dilakukan. Wanita yang menggunakan internet lebih menunjukkan optimisme dan lebih mandiri daripada yang tidak menggunakannya.

Konsep internet Saathi menjadi hal utama yang diangkat dalam Women Will di India.

Internet Saathi

Saathi dalam bahasa Hindi artinya teman. Internet Saathi yang diluncurkan tahun 2015 bertujuan membekali wanita di pedesaan India dengan ketrampilan berinternet. Para wanita yang mendapatkan pelatihan bagaimana menggunakan ponsel cerdas tersebut nantinya menjadi duta literasi di komunitas mereka. Kewajiban untuk menularkan ilmu yang mereka dapatkan dan emmbagikan pengetahuan tentang vagaimana mengakses ponsel cerdas kepada orang lain di sekitarnya. Program Internet Saathi ini mengambil desa-desa percontohan di Rajasthan, Gujarat, dan Jharkhand, kemudian berkembang di 9 negara bagian lainnya di India. Lebih lanjut, agar mereka yang tinggal di desa pun memiliki kesetaraan yang sama untuk mendapatkan informasi dari segala penjuru dunia. Kemudian mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan dapat berkontribusi dalam keseharian termasuk pengembangan ekonomi.

Negara maju yang saat ini sedang menjalankan program WomenWill yaitu Jepang. 3 poin utama yang sedang dikembangkan berkaitan dengan happy back to work, leadership, dan work culture reform. Tiga hal ini diambil dengan latar belakang bahwa satu dari dua wanita di Jepang yang sudah melahirkan akhirnya tidak ingin kembali bekerja. Womenwill membantu agar para wanita Jepang tersebut dapat mengubah cara kerja lebih inklusif.

pengalaman mengikuti womenwillKelas TTT WomenWill

Train For Trainer Women Will dilaksanakan di Sala View Hotel pada 3-4 Maret 2019 sekitar 40an peserta. Mempertemukan wanita-wanita dengan latar belakang berbeda baik usia, pekerjaan, dan bidang usaha yang sedang dikembangkan. Selama dua hari ini kami mendapatkan arahan tentang apa saja yang perlu disampaikan ketika lolos menjadi fasilitator batch 1 area Solo. Mulai dari kisah sukses hingga manajemen membangun bisnis disampaikan secara padat oleh dua fasilitator Gapura Digital Google Area Jogja.

Singkatnya, kami harus paham benar tentang poin-poin materi yang akan disampaikan saat kelas WomenWill yang diselenggarakan selanjutnya untuk membantu para peserta agar lebih paham tema yang dijadwalkan. Tiap modul yang seharusnya disampaikan dalam waktu dua jam. Kemudian dipadatkan menjadi 45 menit tiap sesi. Selanjutnya modul tersebut dipelajari sendiri di rumah lalu kami menunggu jadwal diminta untuk mengajar saat dibutuhkan oleh tim Womenwill sesuai dengan modul yang kami kuasai.

Mengikuti WomenWill ini bahkan masih di kelas train for trainer, saya sudah mendapatkan paling tidak puluhan teman dan networking baru dengan latar belakang usaha yang bermacam-macam. Tentu saja, dari para fasilitator yang terpilih, saya juga belajar tentang bagaimana cara mereka awet membangun usaha yang sudah dijalankan selama belasan tahun dan terus berkembang sampai sekarang.

Jadi mau tahu lebih lanjut tentang cerita saya menjalankan program Womenwill ? Tunggu cerita berikutnya ya…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *