Puas Makan Ikan Bakar Di Lombok Barat

Satu paket makanan untuk dua orang yang ada di foto hanya 50 ribuan rupiah saja. Dua piring nasi putih, sayur bayam dengan jagung manis, ikan bakar, dan cumi pedas yang pas untuk makan siang, telah berhasil membuat perut klenger kekenyangan.

DSC-0015
Ikan bakar yang dijajakan di warung-warung saat perjalanan dari Pantai Sekotong ke Pantai Batu Bolong, Lombok Barat.
DSC-0021
Warung sederhana, karena menggunakan dapur rumah sebagai tempat memasak.

2014, sudah enam tahun lalu, pengalaman saya makan ikan bakar di rumah warga. Perjalanan pulang dari Sekotong ke arah Pantai Batu Bolong, Lombok Barat tiba-tiba terhenti hanya karena ikan dan cumi-cumi sedang dijemur tepat di pinggir jalan.

Warung bapak-ibu ini kecil sekali. Mereka menjajakan ikan bakar bumbu merah yang dipajang di keranjang plastik. Jika niat untuk makan di tempat, ikan-ikan tadi segera dibakar dan tersaji untuk siap santap.

Mau bagaimana lagi. Pilihan terbaik waktu itu memang langsung makan, karena sudah hampir tengah hari.

Si ibu, mempersilahkan saya masuk ke pekarangan mereka untuk duduk santai di gazebo sederhana.

Mereka kelihatan bahagia ketika kami mampir. Bisa saja karena kami pelanggan pertama siang itu.

DSC-0017
Waktunya bakar ikan.

ikan-bakar-sekotong

“Mau sekalian dengan sayur bayam dan cumi-cumi?” si ibu menawari.

“Minumnya cuma ada the botol.” ujar bapak.

Saya mengiyakan saja menu yang mereka tawarkan.

Sambil tidur-tiduran, saya mengamati keadaan sekitar. Mata saya menyipit, melihat ke arah laut. Matahari yang begitu terik, diimbangi dengan angin sepoi-sepoi yang mengarah ke darat.

Rumah dan warung penjual ikan memang ada di tepi laut. Ikan yang mereka jual pun hasil tangkapan sendiri.  Jadi, sudah wajar ya kalau yang kami makan memang harganya terjangkau.

Singkat cerita, makanan sudah datang. Reaksi saya cuma terbelalak dan nggak sanggup berkata-kata melihat porsinya yang luar biasa banyak. Hanya berdua, tentu saja kami tak sanggup untuk menghabiskan sajian yang sudah tergeletak di atas nampan.

Yah segera saja saya makan.

DSC-0016
DSC-0018

Perhentian saya kali ini untuk makan ikan bakar. Jadi, saya sudah berniat menghabiskannya. Separo untuk Rudy, sisanya untuk saya.  Soal lauk tambahannya, urusan nanti.

Kami bersusah pasayah menghabiskannya. Bukan karena takut ayam mati karena tak habis. Kami sangat sungkan, karena bapak ibu penjual ikan bakar sudah repot menyajikan semua menu.

Tapi apa boleh kata, saya tak sanggup menghabiskan semuanya. Nasi dua piring itu lebih cocok dimakan bertiga. Sedangkan semua lauk yang ada, bisa untuk satu keluarga dengan lima orang anggota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *