Icip-Icip Makanan “Surgawi” di Heavenly Gourmet

Apa yang terbersit ketika mendengar kata durian ? Buah dengan bau menyengat yang membuat sebagian orang alergi dan menjauhinya. Raja buah yang sangat populer di kawasan Asia Tenggara ini punya ratusan varietas, 300 di Thailand, 102 di Indonesia, dan 100 varietas di Malaysia. Saking banyaknya jenis durian, hampir tiap wilayah di tiga negara tadi punya durian unggulan dengan rasa unik yang khas.

Durian tidak hanya jadi buah siap santap dengan harga beli yang lumayan mahal. Bahkan sering kali digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman lain agar punya nilai jual lebih tinggi. Salah satunya cendol durian yang mendompleng harga king of fruit. Saat membeli es cendol biasa harganya paling sekitar RM 3 – 4 saja. Ketika, memilih cendol yang di atasnya terdapat toping durian, harganya bisa enam kali lipat lebih mahal. Meski pun, durian yang digunakan hanya satu pongge alias satu biji saja.

Ada beberapa makanan olahan durian yang sudah saya cicipi seperti dodol durian, pie susu durian, pancake durian, dan bakpia durian. Di Heavenly Gourmet Penang, saya beruntung bisa mencicipi varian baru olahan durian yang berbeda dari sebelumnya.

restauran di penang

 

heavenly gourmet penang
Suasana heavenly gourmet saat ramai.

Masuk ke toko yang bangunannya berbagi dengan museum kamera, saya disambut bapak-bapak usia 40-an berambut hitam dengan kaos kerah gombrong. Orangnya sopan sekali, saat komunikasi pun kami pakai bahasa campur-campur. Sesekali bahasa Inggris, tapi ada bahasa Melayu Indonesianya. Malah saya sering jiper, karena kebanyakan orang Malaysia terutama di Penang yang keturunan Tionghoa, paling tidak bisa tiga bahasa : Melayu, Inggris, dan bahasa Cina (saya tak tahu bahasa Cina dengan dialek apa).

Layaknya kedai makanan milik orang Tionghoa pada umumnya, ada beberapa meja-meja bundar dengan empat bangku segi empat yang mengitari. Ciri khasnya juga sangat terlihat milik orang Tionghoa. Bukan, karena ornamen merah tapi penataan dekorasi yang seadanya. Dua dapur dibagi menjadi dua. Yang satu untuk membuat makanan berat dan berbagai menu minuman. Sedangkan dapur lain terletak dekat pintu masuk dengan beberapa freezer besar.

Sebagian bahan makanan juga tergeletak di meja bagian ujung. Di sisi lain, seorang perempuan yang entah pegawai atau salah satu anggota keluarga sedang memilah-milah bunga berwarna biru. Nyambi mengerjakan pekerjaan dapur di depan pembeli. Seperti di warung-warung Indonesia, di mana tukang masaknya suka membersihkan sayur di depan pembeli. Tapi bedanya, restoran ini berpendingin udara dan tidak bau.

Sesuai namanya, Heavenly Gourmet, tempat ini memang ditujukan untuk mencicipi makanan “surgawi” (arti kiasan). Ajakan yang begitu menggoda bukan? Mumpung di Penang dan sayang kalau dilewatkan, saya akhirnya memutuskan tak hanya icip satu, malah pesan banyak. Apalagi Heavenly Gourmet punya cara unik mengemas durian dalam menu dessert yang harga lumayan terjangkau dengan kualitas selevel kafe pastry. Siapa yang nggak tergoda. Saya pun berhasil mencoba beberapa menu, antara lain :

wisata kuliner penang
Durian Portugese Tart

Durian Portugese Tart

Dessert pertama yang saya coba dan rasanya juara. Menu ini salah satu yang direkomendasikan untuk dicoba bagi pecinta durian. Pastry bagian luar crunchy dengan toping durian yang agak kental dan tidak terlalu manis. Bagian kuning merupakan daging durian yang dipanggang hingga sedikit gosong sehingga aroma durian tidak memiliki bau menyengat.

Harga RM 4,5 /pc.

kuliner penang
Durian Volcano

Durian Volcano

Yang satu ini jadi favorit suami saya. Ketika bagian atasnya dibelah dengan sendok, cairan duriannya akan keluar meski tidak terlalu encer. Kulit tepungnya lebih tipis dan rasa durian yang ada di dalamnya juga lebih manis jika dibandingkan dengan durian portugese tart. Fla durian volcano memiliki aroma dan rasa yang lebih tajam.

Harga RM 4,5 per pc

wisata kuliner penang
Durian Ice Fire Rolls
kuliner penang
Durian beku dalam balutan tepung crispy.

Durian Ice Fire Rolls

Menu ini yang menurut saya paling menarik dan dibuat dengan tekhnik khusus. Durian bagian dalam dibekukan terlebih dahulu sampai seperti es batu. Lalu dibungkus dengan semacam tepung yang olahannya menghasilkan tekstur layaknya mie tipis. Freezer-freezer besar digunakan untuk menyimpan bahan durian ice fire rolls. Jadi, ketika ada pembeli yang menginginkan menu ini. Durian beku tadi dikeluarkan dari freezer dan digoreng langsung. Setiap penyajian durian ice fire rolls selalu dalam kondisi hangat.

Menariknya, meski usaha rumahan, tetapi perlengkapan memasak termasuk penggorengan sudah sangat modern. Minyak yang digunakan juga bersih dan pembeli diperkenankan melihat proses bagaimana menyajikan menu ini.

Satu durian ice fire rolls dibelah menjadi dua, sehingga terlihat durian beku yang sudah tidak terlalu mengeras karena habis digoreng. Bentuk es duriannya masih utuh dan masih dalam kondisi agak keras, meski terkena panas 100 derajat celcius. Soal rasa, tak perlu diragukan lagi deh. Krispy di bagian luar, dan bagian duriannya lembut meski tidak terlalu lembek. Bau duriannya pun tidak terlalu tajam, bisa jadi karena proses pembekuan yang berlangsung sebelumnya.

Makanan ini memang cocok dikonsumsi selagi hangat, karena saat dingin lapisan putih luarnya cenderung menjadi lebih liat saat dikunyah.

Harga : RM 12 (isi 3 pc)

wisata kuliner penang
Durian spring rolls seperti lumpia goreng.

Saya biasa makan sosis isi ayam atau rebung. Tapi kali ini sosis goreng isi durian. Heavenly Gourmet punya ide menyajikan durian dalam bentuk yang berbeda dari biasanya. Daging durian menjadi isian sosis lalu digoreng hingga warnanya kecoklatan. Hasilnya, mmmm yummy banget.

Saat kulit luarnya digigit sangat renyah seperti makan lumpia goreng. Ketika bagian dalamnya tergigit, durian akan meleleh dan mengisi seluruh mulut. Saya perhatikan, daging durian di dalamnya pun masih terlihat serat seratnya. Ini membuktikan kalau benar-benar menggunakan buah durian asli.

Dari segi rasa, durian spring rolls tidak terlalu manis. Entahlah masih menggunakan tambahan gula, atau tetap menambahkan tapi tidak terlalu banyak. Intinya, cemilan ini menonjolkan kreativitas makanan tradisional Tionghoa yakni lumpia dengan buah dari Asia Tenggara.

Harga : RM 6 (3 set) atau bisa membeli dengan harga RM 12 yang isinya 2 durian spring rolls dan 2 durian ice fire rolls.

Sayangnya, masih ada beberapa menu durian yang belum saya coba. Saking sudah penuhnya perut dan eneg dengan durian. Varian durian yang dibuat untuk dessert antara lain durian pastry, durian creme brulee, durian pudding, dan kombinasi kopi serta durian dalam durian latte.

heavenly gourmet penang
Korket isi daging bebek RM 12 dapat 4 potong.
makanan khas penang
Durian creme yang belum selesai disajikan.
Puding selasih dan rosela
Durian volcano dan Durian portugese tart.
Kembang telang yang baru saja dipetik.

 

Ice blue pea tea, harganya RM 5.

Tidak hanya soal makanan yang membuat saya terkesan ketika mampir makan di Heavenly Gourmet. Tetapi juga keramahan pemilik dan staf yang bekerja. Setelah saya mencoba satu menu, biasanya mereka akan menghampiri dan menanyakan tentang testimoni makanan yang sudah saya coba. Pokoknya obrolan kami terasa akrab antara pembeli dengan penjualnya. Memori saya tak hanya mengenang tentang makanan tetapi juga senyum merekah semua yang bekerja dan melayani pembeli dalam tampilan yang sangat sederhana.

Bahkan Rudy pun dijelaskan tentang minuman khas Heavenly Gourment yang memanfaatkan bunga berwarna biru sebagai bahan dasar pembuatannya. Minuman ini diberi nama blue pea tea, sesuai nama dalam bahasa Inggris untuk kembang telang.

Sedari kami datang di awal. Staf perempuan sedang menyusun kembang telang dalam sebuah nampan. Bunga-bunga yang dibudidayakan sendiri dari taman depan rumah, dipetik lalu dijemur hingga kering. Hasil pengeringan kembang telang secara alami ini digunakan sebagai bahan minuman.

Penyajian es kembang telang ini biasanya menggunakan potongan lemon. Pemilik yang juga ikut melayani kami, Pak Tan, memberi saran ketika minum masukan lemon ke dalam teh kembang telang tadi dan aduk sebentar. Tak lama kemudian oksidasi membuat teh kembang telang ini berwarna ungu.

Minum ice blue pea tea saat cuaca panas memang tepat, karena kembang telang memang menyegarkan dan punya manfaat untuk mata.

Di Heavenly Gourmet kebanyakan memang mampir untuk makan dessert durian atau mencoba durian latte. Tapi, di sini juga menjual makanan berat yang sayang kalau dilewatkan.  Saya pun akhirnya mencoba :

duck ramen
Telur rebus, salah satu pelengkap ramen bebek

wisata kuliner penang enak

duck ramen
Duck Ramen.
mie khas penang
Daging bebek yang sangat nikmat dan empuk.

Duck Ramen

Saya bukan pecinta ramen. Jadi ini pertama kalinya menikmati varian duck ramen yang rasanya ajibbb. Jenis ramen yang pernah saya coba, kuahnya cenderung keruh dan seperti mengandung santan. Saya jatuh cinta dengan duck ramen ala Heavenly Gourmet karena kuah jernihnya dan penataan yang cantik di mangkuk yang besar. Meski kami harus menunggu agak lama untuk disuguhi makanan ini.

Sekedar info saja, cara makan kami pun terbalik-balik. Untuk mengobati kekenyangan makan dessert durian, duck ramen ini jadi pilihan karena rasanya ringan dan gurih. Untuk setiap irisan daging bebeknya begitu memuaskan dengan ukuran yang lumayan besar.

RM 9,90

***

Sejujurnya kami sampai dua kali datang ke tempat ini. Sekalian ngadem, sekalian isi perut mencoba mie kuah. Suami saya penggemar berat mie. Jadi jalan-jalan sekalian memuaskan hasrat dan rasa cintanya mencicipi sajian mie yang berbeda dari masakan mie di Indonesia.

Mie kuah yang pernah kami rasakan di luar Indonesia kecenderungannya memiliki kuah yang bening. Jarang sekali menggunakan bumbu yang terlalu tajam dan dimasak dengan rempah yang kaya. Sehingga, inilah saat yang tepat untuk merasakan kualitas kekenyalan mie dan memperhatikan macam-macam bentuk mie dari berbagai negara.

mie kuah
Chicken dumpling-noodle soup

Chicken Dumpling Noodle Soup

Keseharian makan mie ayam dengan bentuk yang besar, kuahnya dari bumbu kecap yang nyemek dan tidak melimpah. Mie yang dijual bukan oleh orang Jawa rupanya membawa ciri khas dengan mangkuk besar, sumpit, dan sendok keramik. Kuahnya benar-benar melimpah, sehingga memanjakan kerongkongan. Paling tidak ketika ada mie yang terasa nyangkut, saya bisa langsung meminum kuahnya agar mie bisa meluncur lancar turun ke lambung.

Memesan makanan ini karena pertimbangan toping yang menemani mie. Pangsit ayam basah dan sayur sawi yang sangat sederhana. Jika dibandingkan dengan duck ramen, sup ini masih ada di level bawahnya. Ada rasa yang kurang nendang. Bisa jadi karena minyak bebek yang tidak menjadi bagian bumbunya ya.

wisata kuliner penang
Chicken Dumpling-Fried Noodle
kuliner penang
Mie goreng dengan pangsit goreng yang renyah.
wisata penang
Warnanya sangat pekat, tapi tidak manis.

Chicken Dumpling-Fried Noodle

Untuk mengimbangi pesanan mie kuah, saya juga memesan mie kering dengan tambahan pangsit goreng renyah. Dari penilaian saya, mie goreng ini ada di urutan ke tiga dari segi kenikmatan.

Masing-masing chicken dumpling-fried noodle dan chicken dumpling-noodle soup harganya RM 7. Makan satu porsi mie sangat mengenyangkan, tapi tidak menimbulkan rasa eneg yang berlebihan. Padanan yang pas menikmati dessert yang manis dengan makanan berat yang gurih asin.

Jangan lupa kalau ke Penang, bisa mampir ke Heavenly Gourmet milik Pak Tan.

 

Photo by : Citra Nurminingsih & Rudy Hantoro

Text by : Citra Nurminingsih

One thought on “Icip-Icip Makanan “Surgawi” di Heavenly Gourmet

  • June 7, 2018 at 3:43 am
    Permalink

    Penang untuk yang suka kuliner cocok banget deh

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *