Menuju Gili Trawangan Dengan Fast Boat

Setelah mengikuti Bali Marathon 2014. Saya berencana melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan. Tanpa bekal informasi bagaimana menuju ke sana dengan biaya jalan yang terjangkau.

Beruntungnya di sekitar hostel tempat saya menginap bertebaran penjual paket perjalanan dan wisata Bali. Mereka juga menawarkan bagaimana ke Gili Trawangan naik fast boat.

Setelah sempat cek dan ricek di beberapa kios lain yang penawaran awalnya saja sudah Rp 250.000,00 sekali jalan/per orang. Akhirnya saya setuju dengan paket jemputan berangkat pulang dari Bali – Gili Trawangan – Bali, setelah sedikit tawar menawar.

Saya dapat harga PP untuk 2 orang 750 ribu, yang seharusnya 800 ribu. Lumayan murah ya.

Penjemputan menggunakan elf menuju pelabuhan padang Bai, yang lokasinya di timur laut Kuta. Kami tidak langsung menuju ke sana, karena harus berkeliling ke beberapa tempat penjemputan lain, termasuk Denpasar. Elf tadi mengangkut wisatawan lain yang akan pergi ke destinasi sama.

harga transportasi dari bali ke gili trawangan

Perjalanan kami ke Padang Bai perlu waktu satu jam. Beruntungnya saya diapit dua pria bule yang cukup anteng selama perjalanan. Tidak berisik, tidak banyak ngobrol. Tapi apesnya ketika satu elf dengan wisatawan lokal yang tidak hentinya ngecuis sepanjang waktu dari lokasi mereka dijemput agen sampai pelabuhan. Pacaran pula. Sambil cekikian nggak karuan. Huh…Alhasil hampir semua penumpang lebih pilih tidur-tidur ayam, ada yang dengerin ipod, atau mainan game di handphone, daripada mendengarkan suara wisatawan lokal yang energinya tidak habis-habis.

Sampai pelabuhan semua penumpang elf  diarahkan ke kantor agen fast boat untuk tukar tiket penyebrangan dengan boarding pass. Hampir sama dengan pesawat, boarding pass nantinya ditunjukkan ke petugas saat pemeriksaan di dalam fast boat. Lalu setelah turun, akan dikembalikan atau biasanya diminta oleh petugas fast boat yang kita tumpangi. Boarding passnya bukan kertas tipis yang dicetak. Melainkan seperti kartu tebal yang tahan air. Pegang boarding pass baik-baik dan jangan sampai hilang.

Ternyata dari pelabuhan yang sama digunakan beberapa fast boat dari agen yang berbeda. Semua penumpang  ramai-ramai menunggu di pelabuhan. Satu fast boat rata-rata berisi 30,50, atau 60 penumpang.

Meski nggak banyak aktivitas yang bisa dilakukan, tapi pemandangan di Padang Bai memang bagus. Pelabuhannya kecil dan cukup bersih. Airnya jernih, sampai bagian dasar pantainya jelas terlihat.

Saya cuma duduk-duduk seperti wisatawan lain yang kebanyakan bule. Waktu itu hari kerja, jadi pelancong lokalnya tidak terlalu banyak. Di pelabuhan juga banyak penjual makanan atau buah yang dijajakan ibu-ibu. Lumayan lah untuk pengganjal perut jika belum sarapan.

wisata gili trawangan

Saya menunggu fast boat lebih sekitar 30 menit. Jam karet ala Indonesia. Kedatangan kapal cepat tidak tepat waktu. Saya harus pasang telinga, karena kapal yang datang bisa jadi kapal yang akan saya tumpangi. Dari Padang Bai, kami menggunakan fast boat yang durasi 1,5 – 2 jam. tergantung dari kondisi angin dan cuaca saat itu. Kalau lagi bagus ya lebih cepat karena kapal bisa ngebut, tapi pas lagi cuaca tidak mendukung, kapal dijalankan lebih lambat.

Petugas kapal akan berteriak memanggil penumpangnya dari atas fast boat. Dan siap-siap untuk berebut naik. Meski katanya bule hidupnya lebih teratur, tapi untuk urusan begini mereka juga berebut pas naik ke kapal. Malah petugas harus teriak-teriak meminta kami yang akan naik kapal lebih bersabar. Karena fast boat harus menurunkan penumpang lebih dulu, termasuk barang-barang yang mereka bawa.

Jangan bayangin bongkar muatan yang teratur. Parah sekali, tas-tas dilempar dari atas ke bawah. Jadi masing-masing pemilik harus sigap dan menunggu untuk menangkap tas masing-masing.

Setelah semua penumpang dari Gili Trawangan turun. Para penumpang yang akan ke Gili Trawangan termasuk saya dan Rudy harus cepat-cepat naik. Semua barang yaitu tas ransel atau koper dalam ukuran besar tidak boleh dibawa ke dalam kapal. Kami harus menyerahkan ke petugas.

Mereka meletakkannya di bagian paling atas kemudian menutup dengan terpal. Saat naik memang rebutan karena kami mengincar tempat duduk yang strategis yaitu berada di pinggir dekat jendela. Apes saja yang tidak cepat-cepat mengantri maka rela dapat tempat duduk di bagian tengah.

Petugas akan berada di pintu dan memberikan instruksi sebelum berangkat. Termasuk keharusan mengenakan sabuk pengaman. Setelah beberapa menit meninggalkan pelabuhan. Petugas yang sama kembali lagi dan kasih info ke penumpang yang ingin naik ke atas fast boat untuk melihat pemandangan laut. Mereka yang mau naik yang duduknya di tengah. Kalau saya mending di tetap duduk santai saja. Selain sudah duduk di dekat jendela. Saya juga malas kena sinar matahari yang panasnya minta ampun.

padang bai ke gili trawangan

Macam-Macam Fast Boat

Rute Bali ke Gili Trawangan memang menjadi salah satu rute favorit yang diminati pejalan. Tiket mudah sekali di dapatkan karena banyak agen wisata di Bali yang menjualnya. Saran saya keluarkan jurus tawar menawar agar dapat harga ekonomis. Apalagi jika Anda pergi secara berkelompok.

Keberangkatan kapal biasanya dimulai pukul 9.00 WITA hingga 15.00 WITA. Selisih jadwal perjalanan biasanya satu sampai dua jam dari pelabuhan yang sama. Nggak perlu khawatir deh, karena ada beberapa fast boat yang menyediakan rute ini seperti Wahana Blue Ocean, Srikandi, Blue Water Express. Tiket ini biasanya dijual satu paket bersama penjemputan dan tiket kapal.

Harga yang dibandrol berbeda-beda tergantung dari penjemputan. Lokasi penjemputan biasanya ada di daerah Nusa Dua, Kuta, Seminyak, Denpasar, Legian, Ubud. Bisa booking sebelum hari keberangkatan atau pas hari H selama tempat duduk di shuttle bus masih ada. Jadi jika semakin jauh penjemputannya juga semakin mahal, harga atas berkisar Rp 350.000,00.

Selama perjalanan biasanya saya cuma tidur, sesekali terbangun karena kapal yang terombang-ambing air laut. Wihhh sampai bikin perut berdesir. Meski begitu perjalanan dengan fast boat tidak membosankan karena ada saja kejadian di dalam fast boat mulai dari wisatawan yang bertingkah aneh atau sekedar mendengarkan lagu yang diputar di televisi LED. Sampai di pelabuhan Gili Trawangan petugas juga akan menginformasikannya. Jadi saya juga siap-siap pasang badan menunggu tas ransel yang diturunkan agar tidak dilempar dan terkena air laut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *