Humor, Makanan, dan Jejak Jimmy Choo Dalam Street Art

Berkisah tentang George Town, seniman pembuat steel art sculptures menggali kreativitas untuk mengangkat sejarah suatu wilayah dalam sudut pandang yang berbeda.

Mana saya tahu kalau di Lebuh Chulia dulunya pusat kerajinan Rotan di George Town. Tapi cerita ibu dan anak ini mampu menjelaskannya. Di sebuah trotoar yang berdekatan dengan hotel, terdapat gambar wanita yang celingak celinguk dan membawa buku rapot. Sedangkan di tembok yang berbeda, ada anak kecil yang melihat ke arah wanita tadi dan terlihat ketakutan. Sang wanita ini adalah ibu dari anak tadi. Setelah berhasil menemukan anaknya, sang ibu bertanya, “Tebal, sedang, atau tipis?”

wisata penang murah
Rotan di Lebuh Chulia.

Street art ini menceritakan, anak itu mendapatkan nilai yang tidak terlalu memuaskan. Sebagai hukumannya, sang ibu memberi pelajaran dengan memukul anaknya dengan rotan agar belajar lebih giat. Tapi sebelum hal itu terjadi, si anak malah buru-buru melarikan diri ke bus sekolah dan menghindari ibunya. Coba lihat foto di atas, tembok yang digunakan untuk menempelkan street art merupakan tembok toko yang menjual berbagai kerajinan dari rotan.

Selain tempat dagang rotan. Kawasan kuliner di George Town juga diabadikan dalam street art.

wisata penang
Street Art berjudul Kandar.
nasi kandar
Kandal metal caricature karya Tang Mun Kian.

Di Lebuh Ah Quee ada beberapa restoran yang menjual nasi kandar khas Penang. Sejarah nasi kandar yang dibawa kelompok muslim tamil direpresentasikan lewat metal sculpture. Seorang lelaki berusaha keras mengangkat tongkat yang menjadi tumpuan wadah berisi makanan. Mirip dengan tukang sate zaman dulu di Indonesia. Ternyata berjualan nasi kandar yang asli sebenarnya dilakukan secara berkeliling.

Tok Tok Mee

Kisah lain tentang makanan juga diangkat dalam Tok Tok Mee. Saya dan Rudy berulang kali lewat Lebuh China di dekat Masjid Kapitan Keling. Tapi hampir terlewatkan mengetahui ada patung Tok-Tok Mee yang mengisahkan penjual mie gerobak keliling. Penang sangat terkenal dengan jajanan pinggir jalan yang akrab disebut hawker food. Setiap hawker food tentu punya cara menciptakan identitas barang dagangannya. Tok tok mee merupakan bunyi pukulan bambu yang dilakukan penjual untuk menandakan dia lewat di sekitar rumah atau area tempat tinggal. Kalau di Indonesia versi tok tok mee menjadi mie tek tek. Tak jauh dari sana, ada kedai-kedai penjual mie. Tapi zaman sekarang jarang yang berkeliling menggunakan gerobak. Mereka menempati sebuah ruko atau rumah lama dan membiarkan pembeli yang datang. Di Asia Cafe, saya sempat mencoba mie vegetarian yang harganya hanya RM 5 saja.

Berburu karya seni jalanan ini benar-benar harus cermat dan berbekal peta. Ada beberapa patung baja yang terlewat karena saya kurang teliti mencari atau peletakkan yang nyempil di lokasi tertentu.

wisata penang
Letak patung yang sebenarnya berada di Lebuh Letih, tak jauh dari Hong Kong Shoe Store.

penang street art

Untungnya, Rudy mengajak saya pergi ke area Muntri di mana ada jejak Jimmy Choo di George Town, Penang. Desainer sepatu ternama yang memulai karir dari sebuah toko kecil sangat sederhana. Pria kelahiran 1957 ini sebenarnya bermarga Chow. Tapi karena salah pelafalan pada akta lahirnya, lulusan Cordwainers’ Technical College, akhirnya lebih dikenal dengan Choo. Ia memulai magang di Hong Kong Shoe Store area Muntri Street.

Sudah punya koleksi Jimmy Choo ? Saya sih belum. Hahaha. Tapi boleh lah saya belajar dulu dari Jimmy Choo tentang bisnis dan membangun brand besar yang kini sudah mendunia. Ternyata apa yang ia dapatkan saat ini merupakan buah ketekunan dan didikan sang ayah sejak kecil. Ayahnya yang mengajarkan membuat sepatu dan di usia 11 tahun Jimmy berhasil membuat sepatu pertamanya.

Dari bangunan tua yang papannya sudah luntur lahir pembuat sepatu profesional yang kini brand nya terkenal, dipakai para perempuan tajir. Saat ini merek Jimmy Choo berkembang tak hanya pada sepatu, tetapi juga aksesoris, dan tas tangan.

 

Photo by Rudy Hantoro, Text by Citra Nurminingsih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *