Concubine Lane Ipoh : Gang Kecil Jadi Tempat Wisata Menarik di Ipoh

Saya meletakkan sepeda di ujung gang Concubine Lane. Dengan sedikit perasaan was-was karena tak ada tukang parkir yang menjaganya. Saya hanya menggembok sepeda dan penuh harap, sepeda sewaan ini baik-baik saja.

D7K-4576
Concubine Lane yang lebih akrab disebut Lorong Panglima
concubine-lane-3
Concubine Lane yang dipenuhi dengan pedagang kaki lima dan pertokoan.
tempat-wisata-di-ipoh-malaysia
Mural yang ada di Concubine Lane.

GangĀ  yang hanya muat untuk satu atau dua sepeda motor. Itu pun akan bersinggungan jika kendaraan lewat berapapasan. Sesempit itu saya menggambarkan lebar Concubine Lane yang terkenal di Ipoh. Sebuah gang yang lumayan ramai dan menjadi rekomendasi tempat wisata di Ipoh yang layak dikunjungi sejak 2016. Jalur yang menjadi terkenal gara-gara Lonely Planet mendaftarkan gang tersebut menjadi salah satu destinasi yang patut didatangi saat ke Malaysia.

Lalu apa istimewanya Concubine Lane ?

Sejarah gang ini sesuai dengan namanya. Concubine dalam bahasa Indonesia artinya selir. Lane adalah jalur. Concubine Lane merupakan jalur selir yang dikuasai oleh istri seorang kaya di Ipoh. Meski saya mengunjungi Concubine Lane yang asli. Ternyata ada tiga jalur selir yang diakui di Ipoh.

Kebakaran tahun 1892 menghancurkan kota Ipoh dan pemerintah memebangun kembali menjadi jalur-jalur pertokoan. Satu orang taipan pertambangan memberikan masing-masing satu jalur kepada tiga istirnya. Yao Tet Shin, orang kaya itu, memberi keleluasaan pada masing-masing istri untuk mengumpulkan uang sewa dari tiap jalurnya sendiri.

Wife Lane – Saat ini dikenal dengan nama Lorong Hale

Concubine Lane – Saat ini diberi nama Lorong Panglima

Second Concubine Lane – Dikenal dengan Market Lane.

Orang awam akan mengira istri pertama akan mendapatkan jatah jalur terpanjang. Kenyataannya saat ini, gang tersebut malah menjadi gang terpendek dan paling sepi. Yang bisa saya lihat di sana hanyalah mural pedagang buah yang digambar pada tembok. Sedangkan jalur paling ramai dan menjadi Concubine Lane yang terkenal yaitu jalur istri kedua atau selir. Gang tersibuk yang menjadi salah satu pusat keramaian di Ipoh. Toko-toko kecil, restoran, hostel, butik, toko cemilan, dan pedagang kaki lima.

trip-ipoh
Tempat makan yang memanfaatkan bangunan lama.

D7K-4573

concubine-lane-2

Concubine Lane inilah yang menyuguhkan keunikan serta barang-barang menarik yang bisa dijadikan buah tangan. Saya pun akhirnya membeli oleh-oleh kecil berupa gelang yang dibuat oleh penduduk sekitar.

Jalur Selir Kedua

Di Market Lane, saya sempat mengambil foto saat bersepeda. Ujung gang dihiasi dengan payung-payung yang menambah keunikan gang kecil itu. Terdapat tiga atau empat mural yang bisa saya nikmati di sana. Selebihnya tak ada yang menarik. Sepertinya, Market Lane lebih mirip menjadi gudang untuk beberapa toko. Saat berkunjung beberapa mobil box lalu lalang menurunkan beberapa barang.

Jadi, ketika ke Ipoh jangan lewatkan mengunjungi tiga jalur selir ya. Terutama ke Concubine Lane, Ipoh yang asli. Ada banyak hal menarik yang bisa Anda temukan, atau hanya sekedar nongkrong untuk makan sambil melihat hilir mudik wisatawan yang berkunjung.

IMG-20181207-123633

IMG-20181207-123627
Cinderamata berupa gelang keramik.

 

mural
Mural di Wife Lane atau Lorong Hale.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *