Candi Sambisari Yogyakarta, Peninggalan Hindu Berselimut Material Vulkanik

Candi Sambisari – Tak pernah menyangka bahwa Karyowinangun akan menemukan situs peninggalan wangsa Sanjaya. Di bulan November 1966, pria yang pekerjaannya sebagai petani itu, melakukan aktivitas keseharian sebagaimana biasanya. Membajak sawah sebelum tanah siap ditanami bibit padi. Namun, saat cangkulnya menancap ke tanah, benda tersebut membentur sebuah batu besar. Penasaran dengan bentuknya. Ia menggali lebih dalam dan mendapati sebuah batu berukir.

Setelah menemukan batu tersebut, sang petani melaporkan ke Dinas Arkeologi Yogyakarta. Tindakan untuk menggali dan menemukan rahasia di dalam tanah dilakukan. Tak hanya bongkahan bebatuan terserak dan arca yang ditemukan. Tetapi juga, perhiasan, tembikar, cermin logam, dan prasasti.

Candi Sambisari, itulah nama yang diberikan pada batu besar yang ditemukan Karyowinangun. Nama tersebut letaknya yang berada di Desa Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta.  Perlu waktu 21 tahun untuk menyusun bongkahan batu yang telah runtuh dan bisa dinikmati pada 1987.

6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah, Candi Sambisari seperti dibangun di dalam tanah. Namun tidak, abu vulkanik, pasir dan bebatuan yang dimuntahkan Gunung Merapi tahun 1906 menutup candi yang saat ini dinamakan Sambisari dan wilayah sekitarnya. Para peneliti memperkirakan, Sambisari awalnya memang dibangun seperti candi-candi lain di atas permukaan tanah.

Keunikan Bangunan Candi Sambisari 

Candi ini diperkirakan dibangun pada 812-838 Masehi di masa pemerintahan Rakai Garung. Dilapisi dua pagar batu untuk melindungi Candi Sambisari. Halaman utama seluas  50 m di kelilingi pagar batu dengan tinggi 2 meter, sedangkan pagar  kedua dengan luas 50 x 48 m. Di keempat sisi terdapat pintu masuk menuju bangunan utama Candi Sambisari dan tiga candi perwara/candi pendamping.

Saat mengitari candi, tersebar lingga-lingga  di halaman dengan letak yang teratur. Menunjukkan bahwa candi ini untuk mengagungkan Dewa Siwa. Mengunjungi candi utama, ada dua penjaga pintu Mahakala dan Nandiswara. Di dalam ruangan terdapat lingga dan yoni raksasa yang masih tegak berada di tengah ruangan. Air disiramkan ke lingga dan yoni, mengalir pada sebuah parit yang sengaja dibangun di samping kiri.  Air tersebut menjadi air suci yang ditampung pada sebuah wadah.

Candi Sambisari memang terlihat sederhana. Berkeliling mengamati bangunan, terdapat tiga relung yang menghiasinya. Relung sebelah utara didiami patung Dewi Durga, istri Dewa Siwa, delapan tangannya membawa senjata. Di sisi timur terdapat arca Ganesa, anak Siwa dan Durga. Sedangkan sebelah selatan terdapat arca Agastya yang aksmala(tasbih) pada lehernya. Tak nampak relief rumit yang melapisi dinding luar candi. Hanya motif-motif sederhana menghiasi bagian tubuh hingga puncak candi.

Bagian tangga Candi Sambisari patung singa yang berada dalam mulut Makara. Makara merupakan hewan dengan bentuk mulut menganga. Relief singa tersebut merupakan transformasi relief dari india berupa gajah dan ikan, atau buaya yang membentuk ekor membengkok.

Puas menikmati candi induk dan menuruni dua belas anak tangga. Pandangan mata disuguhi tiga candi perwara yang berhadapan. Berbentuk persegi dan tanpa atap. Entah, batuan atap hilang atau memang berbentuk demikian. Para peneliti tak menemukan reruntuhan penutup untuk candi pendamping tersebut. Candi Sambisari dilengkapi tiga candi pendamping yang memiliki lapik persegi berhias relief naga dan padmasana, masing-masing berada di tengah-tengah bangunan candi perwara. Lapik tersebut kemungkinan untuk meletakkan sesaji.

Candi pendamping berbentuk persegi dengan ukuran 4,8 m x 4,8 m. Di seputaran Candi Sambisari dibangun parit untuk mengalirkan air hujan agar tidak membanjiri halaman candi.

candi-sambisari-yogyakarta
Cara Menuju Candi Sambisari

Candi Sambisari memiliki keunikan yang berbeda dari candi Hindu lainnya. Letakknya yang saat ini lebih rendah dari permukaan tanah. Memberi magnet tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjunginya.

Terletak 12 kilometer dari arah timur Yogyakarta. Perjalanan akan lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi. Melewati Jalan Raya Solo, wisatawan berbelok ke utara dekat dengan lokasi Akademi Angkatan Udara Yogyakarta. Akses jalan yang baik memudahkan wisatawan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Jika memiliki waktu luang untuk menjelajahi candidan menikmati keagungan peninggalan Rakai Garung. Anda bisa berlama-lama mengamati kompleks candi di taman yang berada di permukaan tanah. Nampak megah dan masih kokoh. Ingin lebih detail mengetahui sejarah dan foto Candi Sambisari sebelum selesai dipugar? Sempatkan mengunjungi pusat informasi yang tak jauh dari tempat pembelian tiket.

Akan lebih lengkap berwisata menuju Candi Sambisari menggunakan sepeda. Wisatawan bisa melanjutkan perjalanan mengunjungi candi-candi lain yang tak jauh dari lokasi area Sambisari seperti Candi Prambanan, Candi Gebang, dan Candi Plaosan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *