Candi Plaosan, Berkah Asmara Candi Kembar di Tepian Jawa Tengah

Bersepeda mengitari area persawahan, diselimuti udara yang masih segar, jauh dari polusi kendaraan. Ditambah sinar matahari pagi menghangatkan kulit. Lengkap sudah suasana liburan ala pedesaan. Beriringan menikmati alam yang masih asri, roda sepeda digiring melewati sebuah peninggalan zaman Mataram Kuno. Candi Plaosan, mahakarya Rakai Pikatan, Raja ke-6 dari wangsa Sanjaya yang memeluk agama Hindu.

Terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Candi Plaosan adalah bukti cinta Rakai Pikatan dan istrinya, Pramudya Wardhani. Seorang putri cantik keturunan Dinasti Syailendra, anak Raja Samaratungga. Dalam cerita masa lalu, keduanya tidak direstui karena perbedaan agama, latar belakang, dan budaya. Syailendra merupakan wangsa penganut Budha. Salah satu karya terbesarnya yaitu Candi Borobudur.
candi-plaosan-kidul
candi-plaosan-yogyakarta
Berdiri di area seluas 440 x 270 meter. Candi Plaosan disebut candi kembar sebagai wujud cinta kasih Rakai Pikatan kepada istrinya, begitu pula sebaliknya. Candi yang terletak di sisi utara(Candi Plaosan Lor) dibangun oleh Rakai Pikatan. Memiliki relief perempuan yakni wujud dari Pramudya Wardhani. Sedangkan sang istri membuat Candi Plaosan di sebelah selatan atau disebut Candi Plaosan Kidul. Candi tersebut menggambarkan kesetiaan, penghormatan, dan kasih sayangnya pada sang suami, Rakai Pikatan.

Jarak antara kedua candi sejauh 20 meter yang dibatasi oleh tembok batu mengelilingi masing-masing candi. Namun, kini pembatas tersebut adalah jalan umum beraspal tempat lalu lalang kendaraan. Candi Plaosan dibangun menggunakan arsitektur yang sudah maju pada zamannya. Sebuah parit dibangun mengelilingi kedua candi tersebut. Sebagai sanitasi air saat hujan turun. Akan tetapi, bencana dan gangguan alam, menimbun parit yang dibangun dengan susunan batu. Sebagian besar tertimbun tanah dan sudah digunakan untuk area persawahan dan bercocok tanam warga sekitar. Kompleks Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul disusun ulang dan dipagari teralis besi.

Budaya serta perpaduan arsitektur Hindu dan Budha terlihat jelas menghiasi Candi Plaosan. Candi Plaosan Lor memiliki area yang lebih luas. Tiga bangunan utama di bagian utara, timur, dan selatan. Bagian utara diperuntukkan bagi Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha. Bangunan bagian selatan untuk Manjusri. Sedangkan bagian barat bagi  Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya. Tiga bangunan Candi Plaosan Lor dikelilingi candi pewara yang kemungkinan besar untuk bersemedi. Sebagian besar candi pendukung masih dalam masa perbaikan karena telah runtuh. Begitu pula dengan stupa-stupa yang mengelilingi candi tersebut. Sebuah pelataran berukuran 21,62 m x 19 m terhampar di sisi timur. Terdapat jejeran patung-patung Budha yang bagian kepalanya telah hilang. Di sisi lain, patung raja yang sedang duduk layaknya bersemedi berjajar menghiasi lokasi ini.

candi-plaosan
Melongok ke arah candi, terhampar reruntuhan peninggalan masa lalu yang masih harus disusun satu persatu. Bak bermain lego dengan tingkat kerumitan tinggi. Para peneliti diharuskan menyusun sisa bebatuan agar berdiri menjadi 50 candi perwara dan 116 stupa seperti bangunan pada abad ke-9. Abad di saat kompleks Candi Plaosan dibangun oleh Rakai Pikatan dan Pramudyawardhani.

Candi Plaosan Kidul memiliki 8 candi kecil yang terbagi menjadi dua tingkat. Setiap tingkatnya terdiri dari empat candi. Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai “ibu dari semua Budha”, menghiasi Candi Plaosan Kidul.

Candi ini menjadi bukti cinta dua orang manusia yang berbeda keyakinan, budaya, dan latar belakang. Terdapat kepercayaan candi ini membawa berkah asmara bagi pasangan yang mengunjunginya. Bahkan kepercayaan bagi suami istri belum memiliki momongan atau anak. Mereka dapat melakukan ritual atau memanjatkan doa ditempat ini agar apa yang dicita-citakan untuk mendapatkan keturunan segera terkabul. Waktu permohonan bisa dilakukan kapan saja. Konon, waktu terbaik ada pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon. Permohonan dilakukan sebanyak tiga kali. Boleh dilakukan secara berturut-turut atau pada hari yang berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *