Berburu Jajanan di Pasar Gede

Pasar Gede sudah akrab dengan masyarakat Solo. Pasar yang dibangun era Hindia Belanda ini menjadi ikon sekaligus nafas pusat kota Solo. Saat saya masih kecil, saya sering keluar masuk pasar Gede yang nggak cuma sebagai pasar basah tapi jual menjual makanan siap makan. Ada beberapa makanan khas Solo yang menjadi khas Pasar Gede.

Es Dawet Bu Dermi
Sejak saya kecil sampai sekarang, Es Dawet Bu Dermi tetap saja jadi jajanan hits di pasar tradisional ini. Selain berbelanja, kebanyakan pembeli juga sengaja mampir untuk sekedar mencicipi es dawet bahkan sengaja membungkusnya untuk dibawa pulang. Mau minum dawet ini harus rela antri dan cepat-cepat makan isinya, lalu disruput air santannya. Lapaknya yang super kecil sungguh tidak membuat leluasa bergerak. Minum dawet seperti siap-siap dikejar anjing. Mesti buru-buru, karena antrian yang cukup banyak. Jangan sampai ngobrol kelamaan. Bahkan ada juga yang rela minum sambil berdiri dan langsung bayar.

Es dawet yang disajikan dimangkuk kecil ini memang terkenal dengan embel embel Pasar Gede. Semakin ingin dikenal, es dawet Bu Dermi juga sering buka stand dadakan diacara kuliner bazar atau mall di Solo.

Lenjongan
Lenjongan jadi salah satu cemilan khas Pasar Gede. Ibu yang berjualan masih sangat tradisional. Menggunakan tenggok atau semacam tempat makanan yang dibuat dari anyaman bambu. Kemudian jenis makanan yang merangkai lenjongan digelar pada tampah (tempat yang lebar terbuat dari anyaman bambu). Ada klepon, wajik, ketan, cenil, gethuk, dan masih banyak lagi. Semua diambil dalam ukuran kecil. Saking cepatnya gerakan tangan mengambil tiap jenis lenjongan. terlihat seperti mencubit wajik dan ketan. Semuanya tadi ditumpuk jadi satu, lalu ditaburi parutan kelapa dan gula jawa cair. Harganya murah hanya Rp 3.000,00 saja. Yang jadi lenjongan favorit saya yaitu cenil, ketan, dan klepon. Jadi biasanya saya hanya minta tiga macam itu saja. Makannya tetap dibungkus daun pisang dan dibawa pulang.

Brambang Asem
Satu lagi makanan yang bikin melek. Makanan ini berbahan dasar jlegor atau daun ketela. Cukup direbus saja dan ditaburi dengan sambal. Eits, ini sambal yang sangat khas dan rasanya enak. Asam, manis, pedas, dan segar. Ditambah lagi makan dengan tahu gembus yang sudah dibumbui. Ala orang Jawa, makan jadi kurang kalau nggak pakai yang kriuk-kriuk. Saya gemar makan brambang asem pakai karak(kerupuk nasi), yang juga jadi penolong kalau sambalnya terlalu pedas.

Sekalian belanja bahan mentah di Pasar Gede. Sekalian bikin perut jadi kenyang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *