Saya nggak punya waktu khusus untuk berbelanja atau menyiapkan dana memborong barang-barang saat berwisata. Tapi satu atau dua barang dalam bentuk kecil dengan harga terjangkau tidak pernah terlewat untuk saya beli.

Sepengetahuan saya, mutiara harganya mahal. Tidak pernah terlintas untuk membeli mutiara sebagai koleksi aksesoris untuk menunjang penampilan.

Saat berkunjung ke Lombok, persepi saya tentang mutiara berharga mahal, perlahan sirna. Saya bisa membeli dua pasang anting dengan harga relatif murah sebagai kenang-kenangan.

Rasanya memang kurang lengkap ketika jalan-jalan tanpa membeli cinderamata atau sekedar barang remeh temeh yang mengingatkan tentang suatu tempat yang pernah saya kunjungi.

Saya sempatkan hari terakhir saat mengunjungi Lombok Barat untuk mampir ke Pasar Seni Senggigi. Pasarnya kecil dan tidak ramai. Kebetulan saat itu bukan musim para pelancong berdatangan ke Lombok. Toko-toko masih buka hingga hampir maghrib. Tapi pengunjungnya sedikit.

Saya window shopping melihat-lihat koleksi pernak-pernik yang dijual di Pasar Seni Senggigi. keluar masuk beberapa toko dan melihat-lihat koleksi mutiara yang mereka jual.

Sebagian besar memang dipajang dalam lemari-lemari kaca dengan sinar lampu terang-benderang. Tapi ada juga yang diletakkan dalam kotak khusus kemudian digantung di dinding.

Meski yang dijual mutiara, mayoritas penjualnya malah laki-laki. Saya akhirnya mampir di salah satu toko berukuran besar untuk sekedar tanya-tanya tentang mutiara.

Penjual yang berkumis ini menawarkan beberapa koleksi mutiara yang ada di dalam lemari. Warnanya bagus-bagus. Mayoritas memang putih, tapi ada juga yang berwarna peach, merah muda, abu-abu, hingga hitam.

Saya tertarik dengan mutiara berwarna peach yang disematkan pada cincin imitasi. Biasanya mutiara memang dijual dalam bentuk perhiasan seperti cincin. Yang dipajang mayoritas cincin perak murahan. Tapi jika ingin menggunakan emas, pembeli bisa memesan dengan desain tertentu.

Harga mutiara peach tadi ratusan ribu, hampir mencapai satu juta. Harga tersebut sebenarnya cukup terjangkau, bagi orang yang suka mutiara. Saya meletakkan kembali mutiara tadi dan melihat beberapa jenis mutiara lain. Sayang rasanya mengeluarkan uang sejuta untuk sesuatu yang tidak terlalu saya minati. Tapi memang mutiaranya indah.

Si penjual tadi rupanya tahu saya tak punya budget sebesar itu untuk membeli mutiara. Ia langsung menawarkan harga yang lebih murah. Sangat murah malah.

Beberapa mutiara dikeluarkan. Bukan dalam bentuk cincin atau giwang dengan sematan mewah. Tapi selembar kertas yang berisi bulatan-bulatan mutiara. Coba tebak berapa harganya ? Tak lebih dari Rp 50.000,- .

Mutiara Lombok memang sudah terkenal dengan kualitasnya. Semakin baik, pasti semakin mahal. Tapi untuk sebutir mutiara yang hanya dihargai puluhan ribu rupiah. Rasanya terlalu fantastis murahnya.

Mutiara tadi dijual dalam bentuk lusinan. Tempatnya saja sangat sederhana. Dengan harga sebegitu rendah, jangan tanya soal bentuknya. Sebagian besar memang nggak bulat sempurna. Tapi kilaunya lumayan cantik dan ini bukan mutiara palsu. Tapi mutiara asli.

Mutiara dijual dalam berbagai bentuk. Mayoritas memang untuk perhiasan seperti giwang, cincin, dan kalung. Kegunaan lainnya yaitu dibentuk untuk rosario. Ada yang didesain dengan kombinasi emas atau batu swarovski. Untuk yang versi ini harganya bisa sampai belasan juta rupiah.

Tapi ada pula mutiara berkualitas dengan harga selangit yang dijual dalam bentuk butiran saja. Biasanya digunakan untuk kerepluan lain seperti aksesoris pada baju atau untuk perhiasan yang pembuatannya dilakukan di tempat berbeda.

Karena mutiara versi terakhir yang ditawarkan pada saya harganya murah. :p Saya membeli dua butir berwarna pink muda dan putih. Tak ketinggalan giwang mutiara berwarna abu pekat dan pink muda. Niatnya saya akan membuat cincin, tapi sampai sekarang butiran mutiara tadi masih tersimpan rapi.

Jadi kenapa mutiara yang saya beli bisa murah ? Saya membeli mutiara asli, tapi asalnya dari mutiara air tawar. Sedangkan mutiara yang harganya mahal berasal dari mutiara air laut yang pembentukannya membutuhkan waktu lama dan berlangsung secara alami. Itulah mengapa satu butir mutiara air laut berukuran kecil harganya bisa mencapai dua hingga tujuh juta rupiah.

Ya sudahlah. Saat ini saya memang hanya mampu membeli mutiara air tawar. Tapi, saya sudah merasa sangat puas dengan souvenir cantik ini untuk dibawa pulang ke Jakarta.

Gimana, kamu tertarik juga punya mutiara ? Kalau sedang tamasya ke Lombok, jangan lewatkan berbelanja mutiara di sana ya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *