Cerita DiBalik Air Mancur Victoria Di Melaka

Setiap lekuk Kota Melaka menyimpan gurat sejarah. Kompleks Dutch Square dengan bangunan berwarna merah tak hanya meninggalkan cerita tentang Belanda. Ada air mancur Victoria yang menjadi penghias taman kecil di tengah-tengah bangunan tua. Meski usia air mancur tak setua bangunan di sekitarnya. Victoria Fountain merupakan bukti sejarah bahwa Inggris sempat menguasai Melaka lebih dari seabad, 1826-1946.

Sejarah Queen Victoria Fountain

Gemricik airnya sekilas menyejukkan udara Melaka yang panas. Sekedar duduk di pinggiran kolam, sambil mengamati lalu lalang wisatawan yang berdatangan di Red Square. Kota ini memang penuh kisah. Bahkan untuk secuil bangunan berupa air mancur. Wisata Melaka dengan segudang cerita masa lalu tentang kejayaan bangsa Eropa di tanah Asia. Termasuk kejayaan Britania Raya saat menguasai pelabuhan termashur abad ke-15, Selat Melaka.

Queen Victoria Fountain dibangun tahun 1904 di tengah Kota Melaka, menjadi penanda tentang kekuasaan bangsa Inggris di negeri Jiran. Tapi, air mancur itu dibangun lebih tepatnya mengenang sang ratu yang telah wafat berikut jasa-jasanya selama hidup membangun Britania Raya, berkembang menjadi imperium digdaya di Benua Eropa. Tertulis di bagian kecil dari air mancur itu, Victoria Regina 1837-1901. Siapakah ia ? Ratu Inggris dengan masa bertugas terlama mengalahkan durasi pendahulu-pendahulunya.

Ratu Victoria melakukan perubahan besar terhadap Imperium Britania. Zaman ia menjadi ratu, terjadi peristiwa besar, revolusi industri, yang mampu merubah semua tatanan, terutama segi sosial dan ekonomi. Banyak sekali film-film yang mengabadikan kisah hidup sang ratu, salah satunya, Victoria & Abdul.

Kekuasaan Alexandrina Victoria yang menjabat lebih dari 63 tahun atau tepatnya enam tahun tujuh bulan dua hari.  Air mancur Victoria dibangun untuk memperingati kejayaan Inggris selama diperintah pemimpin terakhir keturunan Wangsa Hanouver. Tak hanya memimpin Britania Raya dari sejak 20 Juni 1837 sampai wafatnya 22 Januari 1901. Tetapi Ratu Victoria juga menjadi ratu India per 1 Mei 1876 saat Inggris menjajah India hingga, Maharani India ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Air mancur Victoria merupakan simbol di tanah jajahan, betapa Inggris berjaya di masa pemerintahan Ratu Victoria. Ia memiliki sebutan sebagai nenek raja-raja Eropa karena keturunannya berpencar dan bertahta di negara-negara Eropa yang mengusung bentuk pemerintahan kerajaan.

Menjadi salah satu daya tarik wisata Melaka. Air mancur Victoria seperti menjadi titik tengah dari bangunan-bangunan merah yang mengerubunginya. Jejak Belanda bersatu dengan Inggris. Melaka tak lupa dengan bangsa yang membesarkannya, meski mereka penjajah yang menekan pribumi. Tak jadi redup meski gelegar kota pelabuhan sudah tak seperti dulu, tapi berganti menjadi pusat sejarah di Malaysia yang ramai dikunjungi tiap akhir pekan.

Air mancur Victoria Melaka tak sendiri, kembarannya bertengger di sekitar lapangan Merdeka, Kuala Lumpur. Ah sayang, meski sempat kaki ini bermain di luasnya lapangan Merdeka nan hijau, tapi lupa mengambil gambarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *