wisata kuliner singapura

Perempuan lebih perhitungan soal apa saja ketimbang laki-laki. Apalagi saat melakukan perjalanan, saya termasuk yang hitung-hitungan masalah pilih makanan. Ga cuma pengen yang enak, tapi sebisa mungkin murah dan lokasinya cukup nyaman buat nongkrong dan ngobrol.

Pas di Singapura, saya seneng banget karena obsesi tetap makan enak tapi nggak mahal terlampiaskan. Negara yang nggak lebih luas dari Jakarta ini masuk dalam 10 negara di dunia dengan biaya hidup tinggi. Sekali makan rata-rata perlu mengeluarkan 7-10 dolar Singapura atau setara tujuh puluh hingga 120 ribu rupiah. Itu di tempat makan yang biasa saja. Tapi ya masa tiap hari pergi ke restoran cepat saji agar dapat makanan yang harganya terjangkau. Padahal salah satu kenikmatan jalan-jalan ya nyicipin kulinernya.

Untung Ketemu Adam

Adam CornerMeski tinggal di hostel dengan harga terjangkau, penginapan ala backpacker ini biasanya sudah mencantumkan harga termasuk dengan sarapan pagi. Entah cuma sereal atau makanan khas dari daerah itu. Apesnya, saya keluar dari kamar dormitori pukul 10.05, bukannya dapat sarapan, eh malah kami berdua diomeli resepsionis karena terlambat. Mayoritas hostel di Singapura menyediakan sarapan pukul 07.00 – 10.00 pagi.

Beruntung ketemu Adam. Yang sampai sekarang pun saya masih penasaran bagaimana rupanya. Apakah memang ada atau sebatas nama yang hanya digunakan untuk branding restoran saja. Menginap di kawasan Little India bikin saya akhirnya menyambangi Adam Corner. Meski tinggal di daerah orang-orang India, hostel yang saya dan Rudy tinggali masih di kelilingi rumah-rumah dan pertokoan Cina. Karena saya ga makan daging babi, alhasil kami jadi agak kesulitan untuk merapel sarapan dan makan siang.

Adam Corner letaknya nggak terlalu jauh dari hostel. Sekitar 300 meter saja. Nah di Adam Corner inilah saya bisa makan kenyang dan kebetulan cocok banget dengan lidah Indonesia. Selama tiga hari liburan di Singapura, saya rela datang tiap hari ke sana. Antara cocok sama makanannya, males cari kedai yang lain, searah dengan stasiun terdekat, sambil berharap siapa tahu dikasih diskon karena tiap hari menyambangi tempat makan ini. Ngarep !

Adam Corner memang biasa saja, tempatnya tidak istimewa. Malah pengunjung bisa melihat langsung koki yang sedang memasak atau menyiapkan makanan. Kalau di Indonesia, tempat ini mirip warteg dan letaknya memang di pojok jalan. Pas pertama kali datang, saya sepertinya kepagian, karena banyak menu yang belum siap tersaji. Alhasil saya menunggu, sambil memperhatikan aktivitas yang ada di dapur.

Nama lengkapnya Adam’s Corner Seafood Restaurant. Sudah jelas, kalau Adam menjual makanan laut. Tapi saya malah suka banget sama makanan khas Indianya. Memang yang ditawarkan hanya makanan India sederhana seperti roti prata, nasi briani, dan roti jhon. Tidak hanya itu, Adam juga menyediakan makanan ala barat seperti steak. Tapi tetap saya jatuh cinta dengan citarasa India yang menggoda selera.

Macam-Macam Roti Prata

Saya mencoba beberapa kedai yang menjual roti prata di Singapura. Tapi tetap merekomendasikan roti prata ala Adam’s Corner. Variannya banyak, mulai dari yang plain sampai yang diisi dengan bawang bombai, keju, telur, campuran dua atau ketiganya. Itu yang versi gurihnya. Varian manis roti prata bisa dicampur pisang, madu, atau coklat. Yang paling murah harganya $1 untuk plain. Sedangkan paling mahal $2,6 jika memesan yang banyak campurannya. Awalnya saya mencoba prata yang plain. Tapi tidak cuma roti, sajian roti prata dilengkapi dengan kuah daging ayam atau daging kerbau yang diletakkan dalam piring berbeda. Makan prata dengan kuah daging saja sudah enak atau bahasa jawanya nglawuhi, syukur-syukur remahan dagingnya ga sengaja ikut disajikan. 😀 Cara makannya sederhana, merobek roti lalu dicelupkan ke kuah daging dan langsung dimakan.

roti prata
Roti Prata Plain dengan kuah daging dan seiris terong

Saya nggak puas hanya dengan satu rasa, keesokan harinya saya menyiapkan perut kosong dan sengaja memesan dua porsi roti prata, dengan campuran bawang bombai dan telur yang terpisah. Buat saya, prata onion tetap jadi juara, karena lebih gurih dan ada rasa manis dari bawang bombainya.

Prata memang lebih cocok dimakan untuk sarapan. Lebih ringan dan tetap mengenyangkan jika dibandingkan menu lain yang ada di Adam’s Corner. Paling cocok dinikmati dengan teh tarik panas.

Rudy lebih milih makan nasi. Mulai dari nasi goreng ala Adam, nasi briyani, sampai nasi daging merah yang warnanya semerah darah. Soal porsi jangan ditanya, untuk kami berdua yang makannya sedikit tapi sering. Porsi nasi ukuran small di Adam’s Corner sangat memuaskan. Satu porsi bisa untuk dua orang. Apalagi nasi briyaninya yang melimpah ruah.

Selain roti prata dan western food, Adam menyediakan seafood dalam berbagai ukuran. Mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Ukuran kecil rata-rata $3-5,5 porsi sedang $6-7, sedangkan yang besar $12.

24 Jam Non Stop

Buka 24 jam Adam Corner memang jadi tempat ngumpul yang nyaman. Letaknya di pinggir jalan, tepat di hook sehingga punya dua sisi. Kebanyakan yang datang memang orang India, meski ada juga etnis Tionghoa yang mampir untuk sarapn, tapi tidak banyak. Menyebut restoran, yang ada dibayangan kita pasti tempat makan dengan meja-meja yang teratur, pelayan yang ramah dengan pakaian rapi. Untuk kali ini enyahkan gambaran restoran dengan kenyamanan. Meja-meja bundar ukuran besar bertebaran tanpa keteraturan. Di kelilingi kursi plastik yang bisa dipindah ke sana kemari. Tanpa pendingin udara dan jarak antara dapur dengan tempat piring kotor hanya selemparan batu.

Tapi itu uniknya Adam’s Corner. Restoran ini memang tergolong murah dan sering dijadikan tempat nongkrong atau ngobrol mirip kedai kopi. Pengunjung bisa pesan teh tarik atau kopi khas Singapura. Banyak juga yang datang untuk makan malam bersama keluarga atau sekedar makan siang bersama rekan kerja.

Saat pagi hari memang tidak terlalu ramai, tapi jika datang siang apalagi malam hari. Adam’s Corner penuh sesak. Pernah hampir jam 12 malam kami iseng mau menyambangi, eh tapi tidak dapat tempat. Kunjungan saya dan Rudy ke Singapura hanya tiga hari. Banyak menu yang terlewatkan termasuk tidak mencoba hidangan utama, seafood ala Adam’s Corner.

Alamat :

452 Serangoon Rd, Singapura 328129

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *